<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Berita dan Artikel Menarik &#187; Cerita</title>
	<atom:link href="http://bom2000.com/category/cerita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bom2000.com</link>
	<description>Kumpulan Berita dan Artikel Menarik, Hot New, Update, Politic, Sosial, Art, Komputer</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jun 2010 20:19:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Legenda Aryo Menak</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 20:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Aryo Menak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Mandi]]></category>
		<category><![CDATA[Subur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat. Ladang-ladang padi menguning.
Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan pada jaman Aryo Menak hidup, pulau Madura masih sangat <a href="http://bom2000.com/tag/subur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Subur">subur</a>. Hutannya sangat lebat. Ladang-ladang padi menguning.<br />
Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana.<br />
<span id="more-132"></span><br />
Ia sangat  terpesona oleh kecantikan mereka. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka. Iapun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari bidadari-bidadari itu.</p>
<p>Tak lama kemudian, para bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing. Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. Bidadari itu tidak dapat terbang tanpa selendangnya. Iapun sedih dan menangis.    </p>
<p>Aryo Menak kemudian mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Ditanyakannya apa yang terjadi pada bidadari itu. Lalu ia mengatakan: “Ini mungkin sudah kehendak para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. Janganlah bersedih. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu.”</p>
<p>Bidadari itu rupanya percaya dengan omongan Arya Menak. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. Selanjutnya Arya Menak melamarnya. Bidadari itupun menerimanya.</p>
<p>Dikisahkan, bahwa bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya.</p>
<p>Pada suatu hari, Arya Menak menjadi penasaran. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari memasaknya setiap hari. Ketika isterinya tidak ada dirumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat kekuatan gaib isterinya sirna.</p>
<p>Bidadari sangat terkejut mengetahui apa yang terjadi. Mulai saat itu, ia harus memasak beras dari lumbungnya Arya Menak. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Pada suatu hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan. Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Begitu melihat selendang tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Pada suatu malam, ia mengenakan kembali semua pakaian sorganya. Tubuhnya menjadi ringan, iapun dapat terbang ke istananya.</p>
<p>Arya Menak menjadi sangat sedih. Karena keingintahuannya, bidadari meninggalkannya. Sejak saat itu ia dan anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html" title="Cerita Si Pitung (26/01/2010)">Cerita Si Pitung</a> (1)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html" title="Cerita Rakyat : Roro Jonggrang (03/01/2010)">Cerita Rakyat : Roro Jonggrang</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html" title="Cerita Keong Mas (22/04/2010)">Cerita Keong Mas</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/sepuluh-kota-mati-yang-mengerikan-di-dunia.html" title="Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia (31/10/2009)">Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/menelusuri-jejak-sang-penangkap-petir-ki-ageng-selo.html" title="Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo (23/05/2009)">Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo</a> (7)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Jam Gadang</title>
		<link>http://bom2000.com/sejarah-jam-gadang.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/sejarah-jam-gadang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 10:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Jam Gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/sejarah-jam-gadang.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jam Gadang adalah sebutan bagi sebuah menara jam yang terletak di jantung Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jam Gadang adalah sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau kepada bangunan menara jam itu, karena memang menara itu mempunyai jam yang &#8220;gadang&#8221;, atau &#8220;jam yang besar&#8221; (jam gadang=jam besar; &#8220;gadang&#8221; berarti besar dalam bahasa Minangkabau).

Sedemikian fenomenalnya bangunan menara jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i41.tinypic.com/qo9ca0.jpg" alt="Jam Gadang" align="left" vspace="4" hspace="4" border="0"/></a>&#8220;Jam Gadang adalah sebutan bagi sebuah menara jam yang terletak di jantung Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jam Gadang adalah sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau kepada bangunan menara jam itu, karena memang menara itu mempunyai jam yang &#8220;gadang&#8221;, atau &#8220;jam yang besar&#8221; (jam gadang=jam besar; &#8220;gadang&#8221; berarti besar dalam bahasa Minangkabau).<br />
<span id="more-131"></span><br />
Sedemikian fenomenalnya bangunan menara jam bernama Jam Gadang itu pada waktu dibangun, sehingga sejak berdirinya Jam Gadang telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang dijadikan penanda atau markah tanah Kota Bukittinggi dan juga sebagai salah satu ikon provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, Controleur (Sekretaris Kota) Bukittinggi pada masa Pemerintahan Hindia Belanda dulu. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun.</p>
<p>Denah dasar (bangunan tapak berikut tangga yang menghadap ke arah Pasar Atas) dari Jam Gadang ini adalah 13&#215;4 meter, sedangkan tingginya 26 meter.</p>
<p>Jam Gadang ini bergerak secara mekanik dan terdiri dari empat buah jam/empat muka jam yang menghadap ke empat arah penjuru mata angin dengan setiap muka jam berdiameter 80 cm.</p>
<p>Menara jam ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pada bagian puncaknya. Pada awalnya puncak menara jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Saat masuk menjajah <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>, pemerintahan pendudukan Jepang mengubah puncak itu menjadi berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.</p>
<p>Pembangunan Jam Gadang ini konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Namun hal itu terbayar dengan terkenalnya Jam Gadang ini sebagai markah tanah yang sekaligus menjadi lambang atau ikon Kota Bukittinggi. Jam Gadang juga ditetapkan sebagai titik nol Kota Bukittinggi.</p>
<p>Ada satu keunikan dari angka-angka Romawi pada muka Jam Gadang ini. Bila penulisan angka Romawi biasanya mencantumkan simbol &#8220;IV&#8221; untuk melambangkan angka empat romawi, maka Jam Gadang ini bertuliskan angka empat romawi dengan simbol &#8220;IIII&#8221; (umumnya IV).&#8221;</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/sepuluh-kota-mati-yang-mengerikan-di-dunia.html" title="Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia (31/10/2009)">Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/rahasia-sumur-zam-zam.html" title="Rahasia Sumur Zam-zam (29/05/2009)">Rahasia Sumur Zam-zam</a> (5)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/menelusuri-jejak-sang-penangkap-petir-ki-ageng-selo.html" title="Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo (23/05/2009)">Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo</a> (7)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kebo-iwa-patriot-nusantara.html" title="Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara (05/11/2009)">Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html" title="Kerajaan Mataram Kuno (21/11/2009)">Kerajaan Mataram Kuno</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/sejarah-jam-gadang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Upacara Adat Unik Khas Indonesia</title>
		<link>http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 08:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaben]]></category>
		<category><![CDATA[Pasola]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tabuik]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Warak Ngendog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html</guid>
		<description><![CDATA[1. Ritual Tiwah &#8211; Kalimantan Tengah Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Ritual Tiwah &#8211; Kalimantan Tengah</strong> <a href="http://www.bom200.com/forex"><img src="http://i40.tinypic.com/2lkxvlt.jpg" border="0" alt="Ritual Tiwah Kalimantan Tengah" hspace="4" vspace="4" align="left" /></a>Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini yang hanya di lakukan oleh warga Dayak Kalteng <span id="more-124"></span><br />
<BR><BR><BR><BR><BR><BR><br />
<strong>2. Kebo-keboan &#8211; <a href="http://bom2000.com/tag/banyuwangi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banyuwangi">Banyuwangi</a></strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i39.tinypic.com/35ivqyq.jpg" alt="Kebo-keboan Banyuwangi" border="0" hspace="4" vspace="4" align="left"/></a>Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam.<br />
Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan.<br />
<BR><BR><br />
<strong>3.Adu Kerbau (Mapasilaga Tedong) &#8211; Toraja</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/2rp4prq.jpg" alt="Adu Kerbau" align="left" vspace="4" hspace="4" border="0"/></a>Adu kerbau diawali dengan kerbau bule.<br />
Partai adu kerbau diselingi dengan prosesi pemotongan kerbau ala Toraja, Ma’tinggoro tedong, yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas. Semakin sore, pesta adu kerbau semakin ramai karena yang diadu adalah kerbau jantan yang sudah memiliki pengalaman berkelahi puluhan kali.<br />
Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau. Ada kerbau bule atau albino, ada pula yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke). Jenis yang terakhir ini harganya paling mahal, bisa di atas Rp 100 juta. Juga terdapat kerbau jantan yang sudah dikebiri—konon cita rasa dagingnya lebih gurih.<br />
<BR><BR><br />
<strong>4. Rambu Solo &#8211; Toraja</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/28b7ek7.jpg" alt="Rambu Solo - Toraja" align="left" border="0" vspacd="4" hspace="4"/></a>Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan /kematian. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.<br />
Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa.<br />
Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi&#8230; konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal.<br />
<BR><BR><br />
<strong>5.Pasola Sumba</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/23mau08.jpg" alt="Pasola Sumba" align="left" border="0" vspace="4" hspace="4"/></a>Ini adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh orang Sumba. Setiap tahun pada bulan Februari atau Maret serangkaian upacara adat dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar supaya panen tahun tersebut berhasil dengan baik. Puncak dari serangkaian upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut pasola. Pasola adalah ‘perang-perangan’ yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. Setiap kelompok teridiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul.<br />
<BR><BR><br />
<strong>6.Dugderan &#8211; Semarang</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i42.tinypic.com/2625o5k.jpg" alt="Dugderan - Semarang" align="left" border="0" hspace="4" vspace="4" /></a>adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder, diambil dari perpaduan bunyi dugdug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.<br />
<BR><br />
Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan, karnaval yang diikuti oleh pasukan merahputih, drumband, pasukan pakaian adat “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , meriam , warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah warak Ngendok sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga kulit sisik emas, visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.<br />
<BR><BR><br />
<strong>7.Tabuik &#8211; Pariaman</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i41.tinypic.com/19s5k8.jpg" alt="Tabuik - Pariaman" align="left" border="0" hspace="4" vspace="4"/></a>Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/tradisi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tradisi">tradisi</a> masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.</p>
<p>Pada hari yang telah ditentukan, sejak pukul 06.00, seluruh peserta dan kelengkapan upacara bersiap di alun-alun kota.Para pejabat pemerintahan pun turut hadir dalam pelaksanaan upacara paling kolosal di Sumatera Barat ini.</p>
<p>Satu Tabuik diangkat oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai 40 orang. Di belakang Tabuik, rombongan orang berbusana tradisional yang membawa alat musik perkusi berupa aneka gendang, turut mengisi barisan. Sesekali arak-arakan berhenti dan puluhan orang yang memainkan silat khas Minang mulai beraksi sambil diiringi tetabuhan.</p>
<p>Saat matahari terbenam, arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan selanjutnya dilarung ke laut. Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa dibuangnya Tabuik ini ke laut, dapat membuang sial. Di samping itu, momen ini juga dipercaya sebagai waktunya Buraq terbang ke langit, dengan membawa segala jenis arakannya.<br />
<BR><BR><br />
<strong>8. Ngaben &#8211; <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">Bali</a></strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/dpcxzr.jpg" alt="Ngaben - Bali" align="left" border="0" hspace="4" vspace="4" /></a>Ngaben adalah upacara pembakaran atau kremasi jenazah umat Hindu <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">Bali</a>.<br />
Dalam prosesi Ngaben, ketika api mulai disulut, perlahan-lahan kobaran api akan membesar dan mulai berkobar menyulut sosok jenazah. Lama-kelamaan kobaran api mulai menghanguskan jazadnya yang dipercaya akan melepaskan segala ikatan keduniawian dari orang yang meninggal itu. Bila ikatan keduniawian telah terlepas, maka semakin terbukalah kesempatan untuk melihat kebenaran dan keabadian kesucian Illahi di alam sana.<br />
Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan, keluarga dari orang yang meninggal dibantu oleh masyarakat membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat jenazah yang nantinya dibakar.</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/kebo-iwa-patriot-nusantara.html" title="Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara (05/11/2009)">Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html" title="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung (10/12/2009)">Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</a> (6)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html" title="Kerajaan Mataram Kuno (21/11/2009)">Kerajaan Mataram Kuno</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/isi-laptop-noordin-bali-tetap-target-utama.html" title="Isi Laptop Noordin: Bali Tetap Target Utama (29/09/2009)">Isi Laptop Noordin: Bali Tetap Target Utama</a> (1)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html" title="Cerita Si Pitung (26/01/2010)">Cerita Si Pitung</a> (1)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Nama Kota Bandung</title>
		<link>http://bom2000.com/asal-nama-kota-bandung.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/asal-nama-kota-bandung.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 05:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Kata Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Asal Nama Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/asal-nama-kota-bandung.html</guid>
		<description><![CDATA[Mengenai asal-usul nama “Bandung”, dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata ‘Bandung” dalam bahasa Sunda, identik dengan kata “banding” dalam bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabandeng (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata “Bandung” berarti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px; border: 0pt none;" src="http://i40.tinypic.com/2dw9hu1.jpg" alt="Gedung Sate Kota Bandung" hspace="4" vspace="4" width="242" height="181" align="left" />Mengenai asal-usul nama “Bandung”, dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata ‘Bandung” dalam bahasa Sunda, identik dengan kata “banding” dalam bahasa <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>, berarti berdampingan. Ngabandeng (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a> terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-<a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a> terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata “Bandung” berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.</p>
<p>Pendapat lain mengatakan, bahwa kata “bandung” mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng adalah sebutan untuk genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi “Bandung”. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa kata “Bandung” berasal dari kata “bendung”.</p>
<p><span id="more-110"></span>Pendapat-pendapat tentang asal dan arti kata “Bandung” itu, rupanya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen (± 6000 tahun yang lalu). Akibatnya, daerah antara Padalarang hingga Cicalengka (± 30 kilometer) dan daerah antara Gunung Tangkuban Parahu hingga Soreang (± 50 kilometer) terendam air menjadi sebuah danau besar yang kemudian dikenal dengan sebutan “Danau Bandung” atau “Danau Bandung Purba”. Berdasarkan basil penelitian geologi, air “Danau Bandung” diperkirakan mulai surut pada masa neolitikum (± 8000 – 7000 s.M.). Proses surutnya air danau itu berlangsung secara bertahap dalam waktu berabad-abad.</p>
<p>Secara historis, kata atau nama “Bandung” mulai dikenal sejak di daerah bekas danau tersebut berdiri pemerintah Kabupaten Bandung (sekitar dekade ketiga abad ke-17). Dengan demikian, sebutan “Danau Bandung” terhadap danau besar itu pun terjadi setelah berdirinya Kabupaten Bandung.</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/sepuluh-kota-mati-yang-mengerikan-di-dunia.html" title="Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia (31/10/2009)">Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/menelusuri-jejak-sang-penangkap-petir-ki-ageng-selo.html" title="Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo (23/05/2009)">Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo</a> (7)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-telaga-bidadari.html" title="Legenda Telaga Bidadari (11/04/2010)">Legenda Telaga Bidadari</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kebo-iwa-patriot-nusantara.html" title="Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara (05/11/2009)">Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html" title="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung (10/12/2009)">Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</a> (6)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/asal-nama-kota-bandung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Keong Mas</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 10:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Limiran]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Janda]]></category>
		<category><![CDATA[Keong Mas]]></category>
		<category><![CDATA[Raden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang pangeran bernama Raden Putra yang menikah dengan seorang puteri bernama Dewi Limaran. Suatu hari ketika Dewi Limaran sedang berjalan-jalan di taman istana, dia melihat seekor keong diantara bunga-bunganya yang cantik. Kemudian dia meminta salah seorang pelayannya untuk mengambil keong itu dan melemparnya jauh-jauh. Sebenarnya, keong tersebut adalah seorang penyihir tua yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i43.tinypic.com/15fm5qb.jpg" alt="Cerita Rakyat Keong Mas" width="190" height="183" /></a>Alkisah ada seorang pangeran bernama <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra yang menikah dengan seorang puteri bernama Dewi Limaran. Suatu hari ketika Dewi Limaran sedang berjalan-jalan di taman <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a>, dia melihat seekor keong diantara bunga-bunganya yang <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a>. Kemudian dia meminta salah seorang pelayannya untuk mengambil keong itu dan melemparnya jauh-jauh. Sebenarnya, keong tersebut adalah seorang penyihir tua yang sedang menyamar menjadi keong. Dia marah sekali dan mengutuk sang Dewi Limaran sehingga berubahlah dia menjadi seekor keong emas dan dilempar ke sungai. Arus sungai membawanya jauh dari <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a>.</p>
<p>Di tepi hutan yang lebat, tinggallah seorang janda. Pekerjaannya hanyalah mencari ikan. Hari itu adalah hari yang kurang menguntungkan baginya karena dia tidak dapat menangkap seekor ikanpun. Dicobanya beberapa kali dia menebar jalanya tanpa hasil, sampai akhirnya diapun memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya. Tiba-tiba dia melihat sesuatu berkilauan di bagian bawah jaringnya. Rupanya hanya seekor keong. Namun kemudian diapun memungutnya dan membawanya pulang. Kulit keong yang keemasan belum pernah dilihat olah janda tersebut.</p>
<p><span id="more-107"></span>Dia menaruh keong tersebut di wadah terbuat dari tanah. Karena lelahnya dia cepat terlelap seketika masuk ke kamarnya. Ketika bangun keesokan harinya, di terheran-heran ketika mendapati lantainya sudah disapu bersih dan makanan sudah terhidang di meja. Dia penasaran akan siapa yang mengerjakan itu semua, sampai-sampai dikiranya dia sedang bermimpi. Dipikir-pikirnya, dia tetap tidak dapat menemukan siapa yang berbaik hati mengerjakan itu semua baginya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian…. dia menemukan sebuah ide. Satu pagi dia mengambil keranjangnya dan seolah-olah akan pergi keluar, tapi dia segera memutar dan bersembunyi. Tiba-tiba dia mendengar suara gerakan yang lembut dari dalam wadah tanahnya itu dan dia menyaksikan keong merangkak keluar dari wadah tersebut. Semakin lama keong tersebut semakin besar dan membesar terus dan seketika seorang gadis <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a> berdiri di tempat keong tersebut, sementara cangkangnya jatuh ke tanah di belakangnya. Segera sang adis menyapu lantai, kemudian memasak nasi, sayuran, daging, telur, dan lain-lain.</p>
<p>Ketika si janda menyaksikan semua itu, dia menyadari bahwa yang dia tangkap bukan sembarang keong, melainkan orang yang terkena kutukan, dan dia memutuskan untuk menghentikan kutukan itu.</p>
<p>Diam-diam dia mengambil cangkang keong tersebut, dan bersegera membuangnya ke sungai. Akhirnya dia telah sebagian kutukan, dan sisanya akan diusahakan terlepas sesudah dia menemui suaminya.</p>
<p>Sang gadispun akhirnya memperkenalkan diri kepada sang ibu.</p>
<p>“Saya akan berdoa kepada tuhan semoga menuntun seorang pangeran ke tempat ini” kata si ibu.</p>
<p><strong><br />
Beberapa tahun berlalu…</strong></p>
<p>Sang raja menganjurkan anaknya mencari permaisuri, walau pada awalnya sang pangeran, <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra menolak karena dia belum bisa melupakan istrinya, namun pada akhirnya sang pangeran menyatakan bersedia mengambil seorang istri tetapi harus mirip dengan istrinya yang terdahulu. Seorang pelayan setia yang sudah tua menemani perjalanannya…</p>
<p>Kota demi kota, desa demi desa didatangai sampai suatu hari mereka memasuki hutan lebat dan tersesat. Akhirnya mereka tiba di satu sungai. Tidak jauh dari tempat tersebut, dia menemukan sebuah tempat. Mereka memasuki rumah itu dan meminta makanan dan minuman karena mereka sangat lapar, haus, dan lelah. Si ibu menyambut mereka dengan hangat. <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra melihat masakan yang dihidangkan si ibu begitu sempurna. Sang ibu bercerita bahwa yang mempersiapkan hidangan itu adalah putrinya. <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra bertanya apakah dia bisa bertemu dan berterima kasih kepada putrinya itu. Sang ibupun memanggil putrinya. Sang gadis menampakkan diri dan berbungkuk di hadapan <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra dengan kepala tertunduk.</p>
<p>Ketika <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra melihat sang gadis, dia sangat terkejut karena dia terlihat begitu mirip dengan istrinya, Dewi Limaran. ” Kamu adalah calon istri yang saya sedang cari” dia teriak. Tapi sang gadis menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa dia sudah membuat janji: jika ada seorang lelaki ingin menikahinya, dia harus mendatangkan perangkat gamelan jawa dari surga yang bisa memainkan musik tanpa disentuh/dimainkan.</p>
<p>Rade Putra bersedia mencobanya, dan diapun pergi ke hutan. Kemudian dia berpuasa dan bersemedi. Setelah beberapa ratus hari, doanya dikabulkan.</p>
<p>Di hari pernikahannya, gamelan tersebut memainkan lagu-lagu sendiri begitu indahnya sehingga setiap orang yang mendengarnya kemudian merasa sangat bahagia.</p>
<p>Sang gadispun akhirnya mengungkapkan rahasianya, bahwa dia sebenarnya adalah Dewi Limaran. Musik dari gamelan sudah berhasil mematahkan kutukan si penyihir jahat atas dirinya.</p>
<p>Sang ibu tua kemudian diajak serta tinggal di <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a>. Akhirnya dia mendapatkan yang diinginkannya dan hidup bahagia…</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html" title="Cerita Si Pitung (26/01/2010)">Cerita Si Pitung</a> (1)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html" title="Cerita Rakyat : Roro Jonggrang (03/01/2010)">Cerita Rakyat : Roro Jonggrang</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html" title="Cerita Cindelaras dan Ayam Sakti (10/12/2009)">Cerita Cindelaras dan Ayam Sakti</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html" title="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung (10/12/2009)">Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</a> (6)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html" title="Legenda Aryo Menak (26/06/2010)">Legenda Aryo Menak</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Telaga Bidadari</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-telaga-bidadari.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-telaga-bidadari.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 11:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Awang Sukma]]></category>
		<category><![CDATA[Bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Gadung]]></category>
		<category><![CDATA[Limau]]></category>
		<category><![CDATA[Pulut]]></category>
		<category><![CDATA[Telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/legenda-telaga-bidadari.html</guid>
		<description><![CDATA[Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i43.tinypic.com/o7okli.jpg" alt="Legenda Telaga Bidadari" align="left" vspace="4" space="4"/><a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">Telaga</a> itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.</p>
<p>Daerah itu dihuni seorang lelaki tampan, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> namanya. la hidup seorang diri dan tidak mempunyai istri. Ia menjadi seorang penguasa di daerah itu. Oleh karena itu, ia bergelar data. Selain berwajah tampan, ia juga mahir meniup suling. Lagu-lagunya menyentuh perasaan siapa saja yang mendengarkannya.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> sering memanen burung jika pohon limau sedang berbunga dan burung-burung datangan mengisap madu. Ia memasang getah pohon yang sudah dimasak dengan melekatkannya di bilah-bilah bambu. Bilah-bilah bambu yang sudah diberi getah itu disebut pulut. Pulut itu dipasang di sela-sela tangkai bunga. Ketika burung hinggap, kepak sayapnya akan melekat di pulut. Semakin burung itu meronta, semakin erat sayapnya melekat. Akhirnya, burung itu menggelepar jatuh ke tanah bersama bilah-bilah pulut. Kemudian, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> menangkap dan memasukkannya ke dalam keranjang. Biasanya, puluhan ekor burung dapat dibawanya pulang. Konon itulah sebabnya di kalangan penduduk, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> dijuluki Datu Suling dan Datu Pulut.</p>
<p>Akan tetapi, pada suatu hari suasana di daerah itu amat sepi. Tidak ada burung dan tidak ada seekor pun serangga berminat mendekati bunga-bunga Iimau yang sedang merekah.<br />
<span id="more-103"></span><br />
“Heran,” ujar <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a>, “sepertinya bunga limau itu beracun sehingga burung-burung tidak mau lagi menghampirinya.” <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> tidak putus asa. Sambil berbaring di rindangnya pohon-pohon limau, ia melantunkan lagu-lagu indah melalui tiupan sulingnya. Selalu demikian yang ia lakukan sambil menjaga pulutnya mengena. Sebenarnya dengan meniup suling itu, ia ingin menghibur diri. Karena dengan lantunan irama suling, kerinduannya kepada mereka yang ia tinggalkan agak terobati. Konon, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> adalah seorang pendatang dari negeri jauh.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> terpana oleh irama sulingnya. Tiupan angin lembut yang membelai rambutnya membuat ia terkantuk-kantuk. Akhirnya, gema suling menghilang dan suling itu tergeletak di sisinya. Ia tertidur.</p>
<p>Entah berapa lama ia terbuai mimpi, tiba-tiba ia terbangun karena dikejutkan suara hiruk pikuk sayap-sayap yang mengepak. Ia tidak percaya pada penglihatannya. Matanya diusap-usap.</p>
<p>Ternyata, ada tujuh putri muda <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a> turun dari angkasa. Mereka terbang menuju <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">telaga</a>. Tidak lama kemudian, terdengar suara ramai dan gelak tawa mereka bersembur-semburan air.</p>
<p>“Aku ingin melihat mereka dari dekat,” gumam <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> sambil mencari tempat untuk mengintip yang tidak mudah diketahui orang yang sedang diintip.</p>
<p>Dari tempat persembunyian itu, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> dapat menatap lebih jelas. Ketujuh putri itu sama sekali tidak mengira jika sepasang mata lelaki tampan dengan tajamnya menikmati tubuh mereka. Mata <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> singgah pada pakaian mereka yang bertebaran di tepi <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">telaga</a>. Pakaian itu sekaligus sebagai alat untuk menerbangkan mereka saat turun ke <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">telaga</a> maupun kembali ke kediaman mereka di kayangan. Tentulah mereka bidadari yang turun ke mayapada.</p>
<p>Puas bersembur-semburan di air <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">telaga</a> yang jernih itu, mereka bermain-main di tepi <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">telaga</a>. Konon, permainan mereka disebut surui dayang. Mereka asyik bermain sehingga tidak tahu <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> mengambil dan menyembunyikan pakaian salah seorang putri. Kemudian, pakaian itu dimasukkannya ke dalam sebuah bumbung (tabung dari buluh bekas memasak lemang). Bumbung itu disembunyikannya dalam kindai (lumbung tempat menyimpan padi).</p>
<p>Ketika ketujuh putri ingin mengenakan pakaian kembali, ternyata salah seorang di antara mereka tidak menemukan pakaiannya. Perbuatan <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> itu membuat mereka panik. Putri yang hilang pakaiannya adalah putri bungsu, kebetulan paling <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a>. Akibatnya, putri bungsu tidak dapat terbang kembali ke kayangan.</p>
<p>Kebingungan, ketakutan, dan rasa kesal membuat putri bungsu tidak berdaya. Saat itu, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> keluar dari tempat persembunyiannya.</p>
<p>“Tuan Putri jangan takut dan sedih,” bujuk <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a>, “tinggallah sementara bersama hamba.”</p>
<p>Tidak ada alasan bagi putri bungsu untuk menolak. Putri bungsu pun tinggal bersama <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a>.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> merasa bahwa putri bungsu itu jodohnya sehingga ia meminangnya. Putri bungsu pun bersedia menjadi istrinya. Mereka menjadi pasangan yang amat serasi, antara ketampanan dan kecantikan, kebijaksanaan dan kelemahlembutan, dalam ikatan cinta kasih. Buah cinta kasih mereka adalah seorang putri yang diberi nama Kumalasari. Wajah dan kulitnya mewarisi kecantikan ibunya.</p>
<p>Rupanya memang sudah adat dunia, tidak ada yang kekal dan abadi di muka bumi ini. Apa yang disembunyikan <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> selama ini akhirnya tercium baunya.<br />
Sore itu, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> tidur lelap sekali. Ia merasa amat lelah sehabis bekerja. Istrinya duduk di samping buaian putrinya yang juga tertidur lelap. Pada saat itu, seekor ayam hitam naik ke atas lumbung. Dia mengais dan mencotok padi di permukaan lumbung sambil berkotek dengan ribut. Padi pun berhamburan ke lantai.</p>
<p>Putri bungsu memburunya. Tidak sengaja matanya menatap sebuah bumbung di bekas kaisan ayam hitam tadi. Putri bungsu mengambil bumbung itu karena ingin tahu isinya. Betapa kaget hatinya setelah melihat isi bumbung itu.</p>
<p>“Ternyata, suamiku yang menyembunyikan pakaianku sehingga aku tidak bisa pulang bersama kakak-kakakku,” katanya sambil mendekap pakaian itu.</p>
<p>Perasaan putri bungsu berkecamuk sehingga dadanya turun naik. Ia merasa gemas, kesal, tertipu, marah, dan sedih. Aneka rasa itu berbaur dengan rasa cinta kepada suaminya.</p>
<p>“Aku harus kembali,” katanya dalam hati.</p>
<p>Kemudian, putri bungsu mengenakan pakaian itu. Setelah itu, ia menggendong putrinya yang belum setahun usianya. Ia memeluk dan mencium putrinya sepuas-puasnya sambil menangis. Kumalasari pun menangis. Tangis ibu dan anak itu membuat <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> terjaga.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> terpana ketika menatap pakaian yang dikenakan istrinya. Bumbung tempat menyembunyikan pakaian itu tergeletak di atas kindai. Sadarlah ia bahwa saat perpisahan tidak mungkin ditunda lagi.</p>
<p>“Adinda harus kembali,” kata istrinya. “Kanda, peliharalah putri kita, Kumalasari. Jika ia merindukan ibunya, Kanda ambillah tujuh biji kemiri, masukkan ke dalam bakul. Lantas, bakul itu Kanda goncang-goncangkan. Lantunkanlah sebuah lagu denganngan suling Kanda. Adinda akan datang menjumpainya.”</p>
<p>Putri bungsu pun terbang dan menghilang di angkasa meninggalkan suami dan putri tercintanya. Pesan istrinya itu dilaksanakannya. Bagaimana pun kerinduan kepada istrinya terpaksa dipendam karena mereka tidak mungkin bersatu seperti sedia kala. Cinta kasihnya ditumpahkannya kepada Kumalasari, putrinya.<br />
Konon, <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> bersumpah dan melarang keturunannya untuk memelihara ayam hitam yang dianggap membawa petaka bagi dirinya.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">Telaga</a> yang dimaksud dalam <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> di atas kemudian diberi nama <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">Telaga</a> Bidadari, terletak di desa Pematang Gadung. Desa itu termasuk wilayah Kecamatan Sungai Raya, delapan kilometer dari kota Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan Propinsi Kalimantan Selatan.</p>
<p>Sampai sekarang, <a href="http://bom2000.com/tag/telaga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Telaga">Telaga</a> Bidadari banyak dikunjungi orang. Selain itu, tidak ada penduduk yang memelihara ayam hitam, konon sesuai sumpah <a href="http://bom2000.com/tag/awang-sukma" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Awang Sukma">Awang Sukma</a> yang bergelar Datu Pulut dan Datu Suling.</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/sepuluh-kota-mati-yang-mengerikan-di-dunia.html" title="Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia (31/10/2009)">Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/menelusuri-jejak-sang-penangkap-petir-ki-ageng-selo.html" title="Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo (23/05/2009)">Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo</a> (7)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kebo-iwa-patriot-nusantara.html" title="Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara (05/11/2009)">Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html" title="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung (10/12/2009)">Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</a> (6)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/hello-world.html" title="Hello world! (11/12/2008)">Hello world!</a> (4)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-telaga-bidadari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Mandin Tangkaramin</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-mandin-tangkaramin.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-mandin-tangkaramin.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 01:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Hulu]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Laksado]]></category>
		<category><![CDATA[Malinau]]></category>
		<category><![CDATA[Mandin Tangkaramin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-mandin-tangkaramin.html</guid>
		<description><![CDATA[Loksado adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Propinsi Kalimantan Selatan. Di sana ada sebuah desa bernama Malinau. Kira-kira satu kilometer dari tempat itu ada sebuah air terjun bernama Mandin Tangkaramin. Konon, menurut Bahasa penduduk di sana, mandin berarti air terjun. Jadi, Mandin Tangkaramin berarti air terjun Tangkaramin. Akan tetapi, kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img src="http://i39.tinypic.com/241qdr7.jpg" alt="Cerita Mandin Tangkaramin" hspace="4" vspace="4" border="0" align="left" /></a>Loksado adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Propinsi Kalimantan Selatan. Di sana ada sebuah desa bernama Malinau. Kira-kira satu kilometer dari tempat itu ada sebuah air terjun bernama Mandin Tangkaramin. Konon, menurut Bahasa penduduk di sana, mandin berarti air terjun. Jadi, Mandin Tangkaramin berarti air terjun Tangkaramin. Akan tetapi, kata mandin sudah menyatu dengan Tangkaramin sehingga kedua kata itu tak terpisahkan.<br />
<span id="more-101"></span><br />
Air terjun itu. tidak terlalu tinggi, sekitar tiga belas meter. Hutan lebat mengelilinginya sehingga jika berada di hutan itu terasa selalu dalam dekapan gelap malam.</p>
<p>Di dasar air terjun Mandin Tangkaramin terdapat bongkahan-bongkahan batu besar dan kecil. Di antaranya ada bongkah besar berwarna merah, semerah kulit manggis yang ranum, bernama Manggu Masak.</p>
<p>Konon, air terjun itu punya kaitan dengan satu kejadian, yakni perkelahian satu lawan satu antara Bujang Alai dengan Bujang Kuratauan. Kedua pemuda itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Akibatnya, mereka hidup dalam persaingan yang membuahkan dendam terpendam.</p>
<p>Bujang Alai adalah seorang pemuda tampan, angkuh, dan kaya. Ia selalu menyisipkan keris di pinggangnya setiap pergi ke mana saja. Jimat pun selilit pinggang. Karena merasa yakin akan kelebihannya, ia sering bertindak sesuka hati. Ia selalu mempertontonkan keberaniannya di mana saja, dengan harapan orang-orang tertarik kepadanya.</p>
<p>Berbeda sekali keadaannya dengan Bujang Kuratauan. Ia berpenampilan sederhana dan tidak setampan Bujang Alai. Ia seorang pemuda yang rendah hati dan penyabar. Selain itu, cara berpikir dan gagasannya menunjukkan kejernihan otaknya. Ia bukan dari kalangan orang kaya. Akan tetapi, ia punya sisi lain yang dapat diandalkan. Ia tidak berusaha menonjolkannya, tetapi muncul sendiri karena diharapkan masyarakat. Musyawarah di desa terasa belum lengkap tanpa kehadirannya. Sebuah keputusan dalam rapat tidak akan diambil tanpa ia turut menganggukkan kepala.</p>
<p>Jika Bujang Alai menyelipkan keris dan jimat selilit pinggang untuk menambah keangkuhannya, Bujang Kuratauan pun selalu membawa senjata setiap bepergian. Parang bungkul, senjata tradisional orang Banjar, selalu tersangkut di pinggangnya. Akan tetapi, senjata itu tidak akan keluar dari sarungnya jika bukan untuk menegakkan kehormatan, kebenaran, dan keadilan.</p>
<p>Pada suatu ketika, desa mereka gempar. Ada peristiwa yang dianggap melanggar adat dan mencemarkan nama keluarga, serta mencorengkan arang di muka anggota masyarakat. Seorang gadis hilang entah ke mana tanpa diketahui sebabnya.</p>
<p>Bukan hanya orang tua gadis itu yang panik dan amat terpukul, Bujang Kuratauan pun terusik perasaannya. Walaupun gadis itu bukan keluarganya atau perempuan yang akan dijodohkan kepadanya, peristiwa itu dirasakan sebagai tantangan terhadap dirinya. Ia diminta menunjukkan kemampuannya untuk menemukan gadis itu. Oleh karena itu, Bujang Kuratauan bertekad menyelidiki perkara ini sampai tuntas. Jauh di hati kecilnya muncul kecurigaan bahwa Bujang Alai menculik gadis itu.</p>
<p>“Sekali ini pasti ia akan kena batunya,” ujar Bujang Kuratauan dalam hati.</p>
<p>Belum lagi usaha pengusutan mencapai titik terang, Bujang Alai tiba-tiba menepuk dada. Ia berkata dengan lantang, “Di rumah saya ada seorang gadis yang saya sembunyikan. Silakan jemput gadis itu, tetapi dengan syarat orang itu mampu menahan ujung kerisku Iebih dulu!”</p>
<p>Jelaslah bahwa Bujang Alai menantang Bujang Kuratauan. Dahi Bujang Kuratauan berkerut, daun telinga memerah, gigi gemeretuk, dan kilat mata tajam melukiskan amarah. Tangan kanannya meraba hulu parang bungkulnya. Ia berkata dengan suara datar, “Aku tak akan menjemput gadis itu ke rumahmu, tetapi aku menuntut tanggung jawabmu sebagai lelaki!”</p>
<p>“Lelaki maksudmu? Keris ini membuktikan kelelakianku! Tentukan tempat dan waktunya!” ujar Bujang Alai sambil meraba keris di pinggang.</p>
<p>“Musuh tidak kucari, tetapi jika bersua pantang kuelakkan,” sahut Bujang Kuratauan. Ia, berusaha meredam kemarahannya yang memuncak dengan suara tertelan, “Jika kerismu mau menjual darah, parang bungkul tumpul ini mampu membelinya!”</p>
<p>Sudah dapat diduga apa yang akan terjadi antara Bujang Kuratauan dan Bujang Alai. Perang tanding, itulah yang akan terjadi.</p>
<p>Keris Nagarunting milik Bujang Alai ditarik dari sarungnya, diacungkannya ke atas, dan diliuk-liukkannya ke udara dengan sombong. Bujang Kuratauan tidak ingin kalah aksi melihat atraksi yang dipamerkan Bujang Alai. Parang bungkulnya yang tajam berkilat berkelebat membelah udara, dipermainkannya dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Setelah mempertunjukkan kebolehan masing-masing, tanpa diduga Bujang Alai dengan tangkas melompat sambil berusaha menyarangkan keris Nagarunting ke dada Bujang Kuratauan. Akan tetapi, Bujang Kuratauan sudah slap sehingga serangan mendadak itu tidak mengejutkannya. Dengan gerakan enteng, ujung keris yang akan menembus jantung dapat dielakkannya. Bahkan jika mau, pasti is sempat menebaskan parang bungkulnya ke leher Bujang Alai. Akan tetapi, Bujang Kuratauan bukan orang haus darah. Kesempatan emas itu tidak dimanfaatkannya. Sikap itu ternyata membuat hati Bujang Alai semakin membara. Ia merasa dilecehkan.</p>
<p>“Gunakan senjatamu jika engkau merasa sebagai lelaki!” tantang Bujang Alai.</p>
<p>Bujang Kuratauan tidak menjawab. Ia hanya tersenyum, tetapi tangannya telah siap nlemegang hulu parang bungkul. Matanya nanap penuh selidik menyiasati gelagat yang akan dilakukan Bujang Alai.</p>
<p>Nalurinya tidak salah. Bujang Alai menyerbu dengan membabi buta. Ia menyarangkan kerisnya bertubi-tubi ke tubuh Bujang Kuratauan sehingga Bujang Kuratauan susah mengelakkannya. Gemerincing keris beradu dengan parang bungkul menimbulkan kilatan api di angkasa. Mereka memiliki kehebatan dan kemampuan tempur yang tinggi. Akhirnya, Bujang Kuratauan tidak hanya menangkis dan mengelak, tetapi ia juga menyerang dan menebaskan parang bungkulnya.</p>
<p>Tebasannya berkali-kali mengenai bagian-bagian rawan tubuh Bujang Alai, tetapi tidak segores pun melukai kulitnya. Demikian halnya Bujang Kuratauan, berkali-kali ujung keris Bujang Alai tidak dapat dielakkannya, tetapi sama sekali tidak mencederainya.</p>
<p>“Kita lanjutkan di tempat lain!” ujar Bujang Alai.<br />
“Di mana pun aku setuju!” sahut Bujang Kuratauan.<br />
“Mandin Tangkaramin pilihanku!” ujar Bujang Alai.<br />
“Di sana pun aku setuju!” sahut Bujang Kuratauan.</p>
<p>Perang tanding ditunda sementara. Mereka sepakat, Mandin Tangkaramin sebagai arena perkelahian berikutnya. Waktu luang menjelang saat pertarungan berikut itu mereka gunakan untuk mempersiapkan diri agar dapat mengalahkan lawan.</p>
<p>Setelah merenung dan menilai kehebatan Bujang Alai, Bujang Kuratauan berkata dalam hati, “Ia kebal. Parang bungkul yang bagaimanapun tajamnya tak akan melukai kulitnya.”</p>
<p>Jika Bujang Alai berusaha mempertajam keris Nagarunting, Bujang Kuratauan justru membuat tumpul parang bungkulnya. Mata parangnya bukan dipertajam, melainkan diasah sehingga tumpul seperti bagian belakangnya.</p>
<p>Dalam pertarungan di Mandin Tangkaramin, memang tidak seorang pun terluka sebab keduanya kebal. Akan tetapi, parang bungkul Bujang Kuratauan yang tumpul matanya itu membuat tubuh Bujang Alai memar atau remuk di dalam. Akhirnya, Bujang Alai pun meninggal.</p>
<p>Tersiarlah berita tewasnya Bujang Alai di tangan Bujang Kuratauan. Kematian Bujang Alai itu membuat suasana menjadi panas. Keluarga Bujang Alai ingin menuntut balas sebab utang darah harus dibayar darah.</p>
<p>Pihak Bujang Kuratauan tidak tinggal diam. Mereka tidak menginginkan jatuhnya korban. Siasat pun diatur sebaik-baiknya. Obor-obor dinyalakan sehingga perhatian musuh terpancing dalam gelap gulita itu.</p>
<p>Pihak Bujang Alai mengejar obor-obor yang gemerlapan itu dengan kemarahan meluap. Pihak Bujang Kuratauan menghindarkan diri agar jangan terjadi bentrokan. Setelah sampai di puncak air terjun Mandin Tangkaramin, obor-obor itu mereka lempar ke bawah.</p>
<p>Melihat nyala obor-obor itu pihak Bujang Alai menduga musuh menyimpang jalan sambil berlari menyusuri lintasan. Mereka hanya berpatokan pada nyala obor yang dilemparkan.</p>
<p>Kelompok Bujang Alai pun langsung memintas menuju obor. Jalan pintas yang mereka perkirakan memang tidak ada, kecuali jurang menganga sehingga mereka pun jatuh di atas bongkah batu. Darah mereka mengucur di batu-batu dan menjadikan batu-batu merah warnanya, semerah kulit manggis masak. Penduduk menyebutnya Batu Manggu Masak.</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/sepuluh-kota-mati-yang-mengerikan-di-dunia.html" title="Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia (31/10/2009)">Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/rahasia-sumur-zam-zam.html" title="Rahasia Sumur Zam-zam (29/05/2009)">Rahasia Sumur Zam-zam</a> (5)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/niniak-urang-minang-anak-puti-bidodari-dari-sarugo.html" title="Niniak Urang Minang Anak Puti Bidodari dari Sarugo (25/10/2009)">Niniak Urang Minang Anak Puti Bidodari dari Sarugo</a> (2)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/menelusuri-jejak-sang-penangkap-petir-ki-ageng-selo.html" title="Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo (23/05/2009)">Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo</a> (7)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-telaga-bidadari.html" title="Legenda Telaga Bidadari (11/04/2010)">Legenda Telaga Bidadari</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-mandin-tangkaramin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Danau Maninjau</title>
		<link>http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Abang]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul]]></category>
		<category><![CDATA[Bujang]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[Galapuang]]></category>
		<category><![CDATA[Giran]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kawah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i46.tinypic.com/2cfa7g1.jpg" alt="Danau Maninjau" hspace="4" vspace="0 border="0" align="left"/></a>Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi <a href="http://bom2000.com/tag/sumatra-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sumatra Barat">Sumatra Barat</a>, <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>, dan terluas kedua di <a href="http://bom2000.com/tag/sumatra-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sumatra Barat">Sumatra Barat</a>. Menurut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>, Danau Maninjau pada awalnya merupakan <a href="http://bom2000.com/tag/gunung-berapi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung Berapi">gunung berapi</a> yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, <a href="http://bom2000.com/tag/gunung-berapi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung Berapi">gunung berapi</a> itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan <a href="http://bom2000.com/tag/gunung-berapi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung Berapi">gunung berapi</a> itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!<br />
<span id="more-96"></span><br />
Alkisah, di sebuah daerah di <a href="http://bom2000.com/tag/sumatra-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sumatra Barat">Sumatra Barat</a> ada sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/gunung-berapi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung Berapi">gunung berapi</a> yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung Tinjau amat <a href="http://bom2000.com/tag/subur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Subur">subur</a>, karena sering mendapat pupuk alami berupa abu gunung.</p>
<p>Di salah satu perkampungan di kaki Gunung Tinjau itu tinggal sepuluh orang bersaudara yang terdiri dari sembilan lelaki dan seorang perempuan. Penduduk sekitar biasa memanggil mereka Bujang Sembilan. Kesepuluh orang bersaudara tersebut adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, dan lelaki termuda bernama Kaciak. Sementara adik mereka yang paling bungsu adalah seorang perempuan bernama Siti Rasani, akrab dipanggil Sani. Kedua orangtua mereka sudah lama meninggal, sehingga Kukuban sebagai anak sulung menjadi kepala rumah tangga. Semua keputusan ada di tangannya.</p>
<p>Kesepuluh bersaudara tersebut tinggal di sebuah rumah peninggalan kedua orangtua mereka. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka menggarap lahan pertanian yang cukup luas warisan kedua orangtua mereka. Mereka sangat terampil bertani, karena mereka rajin membantu ayah dan ibunya ketika keduanya masih hidup. Di samping itu, mereka juga dibimbing oleh paman mereka yang bernama Datuk Limbatang, yang akrab mereka panggil Engku.</p>
<p>Datuk Limbatang adalah seorang mamak di <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> itu dan mempunyai seorang putra yang bernama Giran. Sebagai mamak, Datuk Limbatang memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik dan memerhatikan kehidupan warganya, termasuk kesepuluh orang kemenakannya tersebut. Untuk itu, setiap dua hari sekali, ia berkunjung ke rumah Kukuban bersaudara untuk mengajari mereka keterampilan bertani dan berbagai tata cara adat daerah itu. Tak jarang pula Datuk Limbatang mengajak istri dan putranya ikut serta bersamanya.</p>
<p>Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.</p>
<p>“Sudah lama merendam selasih<br />
Barulah kini mau mengembang<br />
Sudah lama kupendam kasih<br />
Barulah kini bertemu pandang”</p>
<p>“Telah lama orang menekat<br />
Membuat baju kebaya lebar<br />
Sudah lama <a href="http://bom2000.com/tag/abang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abang">abang</a> terpikat<br />
Hendak bertemu dada berdebar”</p>
<p>“Rupa elok perangaipun <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a><br />
Hidupnya suka berbuat baik<br />
Orang memuji hilir dan mudik<br />
Siapa melihat hati tertarik”</p>
<p>“Dik, Sani! Wajahmu <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a> nan elok, perangai baik nan berhati lembut. Maukah engkau menjadi kekasih <a href="http://bom2000.com/tag/abang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abang">Abang</a>?” tanya Giran.</p>
<p>Pertanyaan itu membuat jantung Sani berdetak kencang. Dalam hatinya, ia juga suka kepada Giran. Maka ia pun membalasnya dengan untaian pantun.</p>
<p>“Buah nangka dari seberang<br />
Sedap sekali dibuat sayur<br />
Sudah lama ku nanti <a href="http://bom2000.com/tag/abang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abang">abang</a><br />
Barulah kini dapat menegur”</p>
<p>“Jika roboh kota Melaka<br />
Papan di Jawa saya tegakkan<br />
Jika sungguh Kanda berkata<br />
Badan dan nyawa saya serahkan”</p>
<p>Alangkah senang hati Giran mendengar jawaban dari Sani. Ia benar-benar merasa bahagia karena cintahnya bersambut.</p>
<p>Maka sejak itu, Giran dan Sani menjalin hubungan kasih. Pada mulanya, keduanya berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. Namun karena khawatir akan menimbulkan fitnah, akhirnya keduanya pun berterus terang kepada keluarga mereka masing-masing. Mengetahui hal itu, keluarga Giran dan Sani pun merasa senang dan bahagia, karena hal tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan mereka. Sejak menjalin hubungan dengan Sani, Giran seringkali berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Bahkan, ia sering membantu Bujang Sembilan bekerja di sawah.</p>
<p>Ketika musim panen tiba, semua penduduk <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> memperoleh hasil yang melimpah. Untuk merayakan keberhasilan tersebut, para pemuka adat dan seluruh penduduk bersepakat untuk mengadakan gelanggang perhelatan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. Para pemuda <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-api, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara. Tidak ketinggalan pula Kukuban dan Giran turut ambil bagian dalam acara tersebut.</p>
<p>Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. Rupanya, Kukuban mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Kukuban berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu, peserta berikutnya satu per satu masuk ke arena gelanggang perhelatan untuk melawan Kukuban, namun belum seorang pun yang mampu mengalahkannya. Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Giran. Kini, Kukuban menghadapi lawan yang seimbang.</p>
<p>“Hai, Giran! Majulah kalau berani!” tantang Kukuban.</p>
<p>“Baiklah, Bang! Bersiap-siaplah menerima seranganku!” jawab Giran dan langsung menyerang Kukuban.</p>
<p>Maka terjadilah pertarungan sengit antara Giran dan Kukuban. Mulanya, Giran melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah Kububan, namun semua serangannya mampu dielakkan oleh Kukubun. Beberapa saat kemudian, keadaan jadi terbalik. Kukuban yang balik menyerang. Ia terus menyerang Giran dengan jurus-jurus andalannya secara bertubi-tubi. Giran pun terdesak dan kesulitan menghindari serangannya. Pada saat yang tepat, Kukuban melayangkan sebuah tendangan keras kaki kirinya ke arah Giran. Giran yang tidak mampu lagi menghindar, terpaksa menangkisnya dengan kedua tangannya.</p>
<p>“Aduh, sakit…! Kakiku patah!” pekik Kukuban dan langsung berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.</p>
<p>Rupanya, tangkisan Giran itu membuat kaki kirinya patah. Ia pun tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. Sejak itu, Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Namun, dendam tersebut dipendamnya dalam hati.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian, dendam Kukuban yang dipendam dalam hati itu akhirnya terungkap juga. Hal itu bermula ketika suatu malam, yakni ketika cahaya purnama menerangi perkampungan sekitar Gunung Tinjau, Datuk Limbatang bersama istrinya berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Kedatangan orangtua Giran tersebut bukan untuk mengajari mereka cara bercocok tanam atau tata cara adat, melainkan ingin menyampaikan pinangan Giran kepada Sani.</p>
<p>“Maaf, Bujang Sembilan! Maksud kedatangan kami kemari ingin lebih mempererat hubungan kekeluargaan kita,” ungkap Datuk Limbatang.</p>
<p>“Apa maksud, Engku?” tanya si Kudun bingung.</p>
<p>“Iya, Engku! Bukankah hubungan kekeluargaan kita selama ini baik-baik saja?” sambung Kaciak.</p>
<p>“Memang benar yang kamu katakan itu, Anakku,” jawab Datuk Limbatang yang sudah menganggap Bujang Sembilan seperti anaknya sendiri.</p>
<p>“Begini, Anak-anakku! Untuk semakin mengeratkan hubungan keluarga kita, kami bermaksud menikahkan Giran dengan adik bungsu kalian, Siti Rasani,” ungkap Datuk Limbatang.</p>
<p>“Pada dasarnya, kami juga merasakan hal yang sama, Engku! Kami merasa senang jika Giran menikah dengan adik kami. Giran adalah pemuda yang baik dan rajin,” sambut si Kudun.</p>
<p>Namun, baru saja kalimat itu lepas dari mulut si Kudun, tiba-tiba terdengar suara bentakan yang sangat keras dari Kukuban.</p>
<p>“Tidak! Aku tidak setuju dengan pernikahan mereka! Aku tahu siapa Giran,” seru Kukuban dengan wajah memerah.</p>
<p>“Dia pemuda sombong, tidak tahu sopan santun dan kurang ajar. Dia tidak pantas menjadi suami Sani,” tambahnya.</p>
<p>“Mengapa kamu berkata begitu, Anakku? Adakah perkataan atau perilakunya yang pernah menyinggung perasaanmu?” tanya Datuk Limbatang dengan tenang.</p>
<p>“Ada, Engku! Masih ingatkah tindakan Giran terhadapku di gelanggang perhelatan beberapa bulan yang lalu? Dia telah mematahkan kaki kiriku dan sampai sekarang masih ada bekasnya,” jawab Kukuban sambil menyingsingkan celana panjangnya untuk memperlihatkan bekas kakinya yang patah.</p>
<p>“Oooh, itu!” jawab Datuk Limbatang singkat sambil tersenyum.</p>
<p>“Soal kaki terkilir dan kaki patah, kalah ataupun menang dalam gelanggan itu hal biasa. Memang begitu kalau bertarung,” ujar Datuk Limbatang.</p>
<p>“Tapi, Engku! Anak Engku telah mempermalukanku di depan orang banyak,” sambut Kukuban.</p>
<p>“Aku kira Giran tidak bermaksud mempermalukan saudaranya sendiri,” kata Datuk Limbatang.</p>
<p>“Ah, itu kata Engku, karena ingin membela anak sendiri! Di mana keadilan Engku sebagai pemimpin adat?” bantah Kukuban sambil menghempaskan tangannya ke lantai.</p>
<p>Semua yang ada dalam pertemuan itu terdiam. Kedelapan saudaranya tak satu pun yang berani angkat bicara. Suasana pun menjadi hening dan tegang. Kecuali Datuk Limbatang, yang terlihat tenang.</p>
<p>“Maaf, Anakku! Aku tidak membela siapa pun. Aku hanya mengatakan kebenaran. Keadilan harus didasarkan pada kebenaran,” ujar Datuk Limbatang.</p>
<p>“Kebenaran apalagi yang Engku maksud. Bukankah Giran telah nyata-nyata mencoreng mukaku di tengah keramaian?”</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.</p>
<p>Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.</p>
<p>Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya.</p>
<p>“Terserah Engku kalau tetap mau membela anak sendiri. Tapi, Sani adalah adik kami. Aku tidak akan menikahkan Sani dengan anak Engku,” kata Kukuban dengan ketus.</p>
<p>“Baiklah, Anakku! Aku juga tidak akan memaksamu. Tapi, kami berharap semoga suatu hari nanti keputusan ini dapat berubah,” kata Datuk Limbatang seraya berpamitan pulang ke rumah bersama istrinya.</p>
<p>Rupanya, Siti Rasani yang berada di dalam kamar mendengar semua pembicaraan mereka. Ia sangat bersedih mendengar putusan kakak sulungnya itu. Baginya, Giran adalah calon suami yang ia idam-idamkan selama ini. Sejak kejadian itu, Sani selalu terlihat murung. Hampir setiap hari ia duduk termenung memikirkan jalah keluar bagi masalah yang dihadapinya. Begitupula si Giran, memikirkan hal yang sama. Berhari-hari kedua pasangan kekasih itu berpikir, namun belum juga menemukan jalan keluar. Akhirnya, keduanya pun sepakat bertemu di tempat biasanya, yakni di sebuah ladang di tepi sungai, untuk merundingkan masalah yang sedang mereka hadapi.</p>
<p>“Apa yang harus kita lakukan, Dik?” tanya Giran.</p>
<p>“Entahlah, Bang! Adik juga tidak tahu harus berbuat apa. Semua keputusan dalam keluarga Adik ada di tangan Bang Kukuban. Sementara dia sangat benci dan dendam kepada <a href="http://bom2000.com/tag/abang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abang">Abang</a>,” jawab Sani sambil menghela nafas panjang.</p>
<p>Beberapa lama mereka berunding di tepi sungai itu, namun belum juga menemukan jalan keluar. Dengan perasaan kalut, Sani beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba sepotong ranting berduri tersangkut pada sarungnya.</p>
<p>“Aduh, sarungku sobek!” teriak Sani kaget.</p>
<p>“Wah, sepertinya pahamu tergores duri. Duduklah Adik, <a href="http://bom2000.com/tag/abang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abang">Abang</a> akan mengobati lukamu itu!” ujar Giran.</p>
<p>Giran pun segera mencari daun obat-obatan di sekitarnya dan meramunya. Setelah itu, ia membersihkan darah yang keluar dari paha Sani, lalu mengobati lukanya. Pada saat itulah, tiba-tiba puluhan orang keluar dari balik pepohonan dan segera mengurung keduanya. Mereka adalah Bujang Sembilan bersama beberapa warga lainnya.</p>
<p>“Hei, rupanya kalian di sini!” seru Kukuban.</p>
<p>Giran dan Sani pun tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya benar-benar tidak menyangka jika ada puluhan orang sedang mengintai gerak-gerik mereka.</p>
<p>“Tangkap mereka! Kita bawa mereka ke sidang adat!” perintah Kukuban.</p>
<p>“Ampun, Bang! Kami tidak melakukan apa-apa. Saya hanya mengobati luka Sani yang terkena duri,” kata Giran.</p>
<p>“Dasar pembohong! Aku melihat sendiri kamu mengusap-usap paha adikku!” bentak Kukuban.</p>
<p>“Iya benar! Kalian telah melakukan perbuatan terlarang. Kalian harus dibawa ke sidang adat untuk dihukum,” sambung seorang warga.</p>
<p>Akhirnya, Giran dan Sani digiring ke <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> menuju ke ruang persidangan. Kukuban bersama kedelapan saudaranya dan beberapa warga lainnya memberi kesaksian bahwa mereka melihat sendiri perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Giran dan Sani. Meskipun Giran dan Sani telah melakukan pembelaan dan dibantu oleh Datuk Limbatang, namun persidangan memutuskan bahwa keduanya bersalah telah melanggar adat yang berlaku di <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> itu. Perbuatan mereka sangat memalukan dan dapat membawa sial. Maka sebagai hukumannya, keduanya harus dibuang ke kawah Gunung Tinjau agar <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> tersebut terhindar dari malapetaka.</p>
<p>Keputusan itu pun diumumkan ke seluruh penjuru <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> di sekitar Gunung Tinjau. Setelah itu, Giran dan Sani diarak menuju ke puncak Gunung Tinjau dengan tangan terikat di belakang. Sesampainya di pinggir kawah, mata mereka ditutup dengan kain hitam. Sebelum hukuman dilaksanakan, mereka diberi kesempatan untuk berbicara.</p>
<p>“Wahai kalian semua, ketahuilah! Kami tidak melakukan perbuatan terlarang apa pun. Karena itu, kami yakin tidak bersalah,” ucap Giran.</p>
<p>Setelah itu, Giran menengadahkan kedua tanganya ke langit sambil berdoa.</p>
<p>“Ya Tuhan! Mohon dengar dan kabulkan doa kami. Jika kami memang benar-benar bersalah, hancurkanlah tubuh kami di dalam air kawah gunung yang panas ini. Akan tetapi, jika kami tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan!”</p>
<p>Usai memanjatkan doa, Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah. Keduanya pun tenggelam di dalam air kawah. Sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu diliputi oleh rasa tegang dan cemas. Jika Giran benar-benar tidak bersalah dan doanya dikabulkan, maka mereka semua akan binasa. Ternyata benar. Permohonan Giran dikabulkan oleh Tuhan. Beberapa saat berselang, gunung itu tiba-tiba bergetar dan diikuti letusan yang sangat keras. Lahar panas pun menyembur keluar dari dalam kawah, mengalir menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun, naas nasib mereka. Letusan Gunung Tinjau semakin dahsyat hingga gunung itu luluh lantak. Tak seorang pun yang selamat. Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan.</p>
<p>Demikian <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> Asal Usul Danau Maninjau dari Agam, <a href="http://bom2000.com/tag/sumatra-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sumatra Barat">Sumatra Barat</a>, <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>. Konon, letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah yang luas dan lama-kelamaan berubah menjadi danau. Oleh masyarakat sekitar, nama gunung itu kemudian diabadikan menjadi nama danau, yakni Danau Maninjau. Sementara nama-nama tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau, seperti Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Malintang, Koto Kaciak, Sigalapuang, Balok, Kukuban, dan Sungai Batang.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> di atas termasuk kategori <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik, yaitu akibat buruk yang ditimbulkan oleh sifat dendam. Dendam telah menjadikan Kukuban tega menfitnah Giran dan Sani telah melakukan perbuatan terlarang. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa sifat dendam dapat mendorong seseorang berbuat aniaya terhadap orang lain, demi membalaskan dendamnya. Dalam kehidupan orang Melayu, sifat dendam ini sangat dipantangkan. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:</p>
<p>siapa tak tahu kesalahan sendiri,<br />
lambat laun hidupnya keji<br />
kalau suka berdendam kesumat,<br />
alamat hidup akan melarat</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html" title="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung (10/12/2009)">Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</a> (6)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html" title="Cerita Cindelaras dan Ayam Sakti (10/12/2009)">Cerita Cindelaras dan Ayam Sakti</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/asal-nama-kota-surabaya.html" title="Asal Nama Kota Surabaya (17/11/2009)">Asal Nama Kota Surabaya</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/syaifudin-zuhri-dan-mohamad-syahrir-diisukan-digerebek-di-ciputat.html" title="Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir Diisukan Digerebek di Ciputat (09/10/2009)">Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir Diisukan Digerebek di Ciputat</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/sources-suspected-terrorist-top-killed.html" title="Sources: Suspected terrorist Top killed (08/08/2009)">Sources: Suspected terrorist Top killed</a> (1)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Si Pitung</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 16:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar]]></category>
		<category><![CDATA[Pitung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html</guid>
		<description><![CDATA[Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan Si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.
Setelah dewasa Si Pitung melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i45.tinypic.com/11ijq6o.jpg" alt="Cerita Si Pitung" align="left" vspace="4" hspace="4"/></a>Pitung adalah salah satu pendekar orang asli <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a> berasal dari daerah betawi yang berasal dari <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan Si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.</p>
<p>Setelah dewasa Si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.<br />
<span id="more-91"></span><br />
Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama Si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.</p>
<p>Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a> melakukan tindakan terhadap Si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap Si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah Si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.</p>
<p>Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru Si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian Si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan Si Pitung.</p>
<p>Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan Si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya Si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan Si Pitung dari gurunya Haji Naipin.</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html" title="Cerita Keong Mas (22/04/2010)">Cerita Keong Mas</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html" title="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung (10/12/2009)">Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</a> (6)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html" title="Legenda Aryo Menak (26/06/2010)">Legenda Aryo Menak</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html" title="Kerajaan Mataram Kuno (21/11/2009)">Kerajaan Mataram Kuno</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html" title="Cerita Rakyat : Roro Jonggrang (03/01/2010)">Cerita Rakyat : Roro Jonggrang</a> (3)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat : Roro Jonggrang</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 16:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Bondowoso aja]]></category>
		<category><![CDATA[Cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Roro Jonggrang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i49.tinypic.com/9is0a9.jpg" alt="Cerita Rakyat Roro Jonggrang" align="left" vspace="4" hspace="4" border="0"/></a>Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.</p>
<p>Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Roro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a> jelita. “<a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">Cantik</a> nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.<br />
<span id="more-87"></span><br />
Esok harinya, Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. “Kamu <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a> sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.<br />
Roro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Roro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar.</p>
<p>Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Roro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. “Bagaimana, Roro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Roro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">Istana</a> yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Roro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Roro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah.</p>
<p>Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!” Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso.</p>
<p>Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. Sementara itu, diam-diam Roro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Roro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Roro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung…dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.</p>
<p>Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin. Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Roro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Roro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Roro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu.</p>
<p>Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Roro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Roro Jonggrang. Ajaib! Roro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Roro Jonggrang.</p>

	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html" title="Cerita Keong Mas (22/04/2010)">Cerita Keong Mas</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/sepuluh-kota-mati-yang-mengerikan-di-dunia.html" title="Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia (31/10/2009)">Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia</a> (0)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/menelusuri-jejak-sang-penangkap-petir-ki-ageng-selo.html" title="Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo (23/05/2009)">Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo</a> (7)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/kebo-iwa-patriot-nusantara.html" title="Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara (05/11/2009)">Legenda Kebo Iwa, patriot Nusantara</a> (3)</li>
	<li><a href="http://bom2000.com/legenda-aryo-menak.html" title="Legenda Aryo Menak (26/06/2010)">Legenda Aryo Menak</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
