<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Sejarah - Legenda - Mitos - Berita dan Artikel Menarik &#187; Cerita</title>
	<atom:link href="http://bom2000.com/category/cerita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bom2000.com</link>
	<description>Kumpulan Cerita Rakyat, Legenda, Sejarah, Dongeng, Artikel Unik, Hot News</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 06:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-banta-seudang.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-banta-seudang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 04:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banta Seudang]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang ini berawal dari sebuah kerajaan di Aceh. Ada seorang  pemuda bernama Banta Seudang yang adala putra seorang Raja Kerajaan Aceh. Ia bersama ayah dan ibunya dicampakkan oleh Pakciknya sendiri, karena ayahnya buta dan tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Suatu ketika, Banta Seudang pergi merantau untuk mencari obat mata untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 766px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-396" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2012/01/Banta-Seudang1-300x272.jpg" alt="Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang" width="300" height="272" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> Rakyat <a href="http://bom2000.com/tag/aceh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aceh">Aceh</a> <a href="http://bom2000.com/tag/banta-seudang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banta Seudang">Banta Seudang</a> ini berawal dari sebuah kerajaan di Aceh. Ada seorang  pemuda bernama <a href="http://bom2000.com/tag/banta-seudang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banta Seudang">Banta Seudang</a> yang adala putra seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Kerajaan Aceh. Ia bersama ayah dan ibunya dicampakkan oleh Pakciknya sendiri, karena ayahnya buta dan tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Suatu ketika, <a href="http://bom2000.com/tag/banta-seudang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banta Seudang">Banta Seudang</a> pergi merantau untuk mencari obat mata untuk ayahnya dengan harapaan dapat kembali menjadi raja. Berhasilkah <a href="http://bom2000.com/tag/banta-seudang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banta Seudang">Banta Seudang</a> menemukan obat mata untuk ayahnya? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> Banta Seudang berikut ini.</p>
<p>Aliksah, di Negeri Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia, hiduplah seorang Raja yang adil dan bijaksana. Sang Raja mempunyai seorang permaisuri yang sedang hamil tua. Suatu ketika, sang Raja pergi berburu binatang ke hutan. Ketika itulah permaisurinya melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan di <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a>, dan diberinya nama Banta Seudang. Namun, malang nasib bagi sang Raja, karena ia tidak bisa melihat wajah tampan putranya.</p>
<p style="margin-top: 10px;"><span id="more-395"></span></p>
<p style="margin-top: 10px;">Kedua matanya buta terkena ranting kayu saat berburu di hutan. Sejak saat itu, ia tidak dapat melaksanakan tugas-tugas kerajaan lagi. Oleh karena Banta Seudang masih bayi, maka tahta kerajaan ia serahkan untuk sementara kepada adik kandungnya. Namun, sang Adik yang baru diangkat menjadi raja itu sangat licik dan serakah. Ia membuatkan sebuah rumah agak jauh dari istana untuk tempat tinggal kakaknya bersama istri dan Banta Seudang. Raja baru itu setiap hari mengirim bantuan makanan untuk kebutuhan sehari-hari sang Kakak bersama keluarganya.</p>
<p>Waktu terus berjalan. Banta Seudang tumbuh menjadi remaja yang tampan. Ia pun mulai bertanya-tanya kepada ibunya tentang siapa yang memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, padahal ayahnya buta.</p>
<p>“Maaf, Ibu! Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Ibu,” kata Banta.</p>
<p>“Ada apa, Anakku? Katakanlah!” seru sang Ibu.</p>
<p>“Dari mana kita mendapat makanan setiap hari, padahal Ayah tidak pernah bekerja?” tanya Banta ingin tahu.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Kebutuhan hidup sehari-hari kita dibantu oleh Pakcikmu yang kini menjadi Raja,” jawab ibunya.</p>
<p>“Pakcik baik hati sekali ya Bu,” kata Banta.</p>
<p>“Iya, Anakku!” jawab sang Ibu sambil tersenyum seraya membelai-belai rambut si Banta.</p>
<p>Pada suatu hari, sang Ibu bersama Banta Seudang pergi menghadap sang Raja. Di hadapan Raja, sang Ibu memohon kepada Raja untuk membantu Banta Seudang agar bisa bersekolah. Namun, permohonan sang Ibu ditolak oleh sang Raja.</p>
<p>“Dasar kalian tidak tahu diri! Dikasih sedepa minta sejengkal pula. Bukankah semua kebutuhan hidup sehari-hari kalian telah aku penuhi!” bentak sang Raja.</p>
<p>Alangkah sedihnya hati sang Ibu mendengar bentakan itu. Ia pun mengajak Banta kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Banta Seudang berusaha menenangkan hati ibunya.</p>
<p>“Sudahlah, Bu! Ibu tidak usah bersedih begitu. Kita seharusnya bersyukur karena Pakcik sudah banyak membantu kita,” bujuk si Banta.</p>
<p>“Banta! Kamu memang Anakku yang baik. Tapi, kamu harus sekolah seperti teman-teman sebayamu,” kata sang Ibu.</p>
<p>Mendengar perkataan itu, si Banta tiba-tiba berpikir bahwa apa yang dikatakan ibunya itu benar. Maka timbullah pikirannya untuk mencari obat mata untuk ayahnya. Jika kelak ayahnya bisa melihat lagi, tentu sang Ayah bisa mencari nafkah sendiri dan dapat membantu biaya sekolahnya.</p>
<p>Pada suatu hari, Banta Seudang menyampaikan niatnya kepada ibunya.</p>
<p>“Bu, Banta ingin pergi mencari obat mata untuk Ayah agar dapat kembali bekerja seperti biasanya dan Banta pun bisa sekolah,” ungkap Banta Seudang.</p>
<p>“Baiklah, Anakku! Ibu merestuimu. Pergilah mencari obat mata untuk Ayahmu. Ibu doakan semoga kamu berhasil,” kata sang Ibu.</p>
<p>Sang Ibu pun menyampaikan maksud Banta tersebut kepada ayah Banta. Dengan senang hati, sang Ayah pun merestui perjalanan Banta mencari obat.</p>
<p>Keesokan harinya, dengan bekal seperlunya, berangkatlah Banta Seudang untuk mencari obat. Ia berjalan seorang diri menyusuri hutan belantara, menyeberangi sungai, menaiki gunung, dan menuruni lembah-lembah. Setelah berbulan-bulan berjalan, ia pun tiba di sebuah hutan rimba yang dipenuhi oleh pohon-pohon besar. Di tengah hutan itu, ia menemukan sebuah balai. Ia pun memutuskan untuk melepas lelah di balai itu. Ketika sedang merebahkan tubuhnya, tiba-tiba hatinya bertanya-tanya.</p>
<p>‘Kenapa ada balai di tengah hutan ini? Wah, pasti ada orang yang tinggal di sekitar sini,” pikirnya dalam hati.</p>
<p>Ternyata benar. Menjelang waktu Ashar, tiba-tiba beberapa orang berjubah putih datang ke balai itu. Mereka lalu melakukan shalat secara berjamaah. Dengan hati bertanya-tanya, Banta hanya diam sambil memerhatikan perilaku orang-orang tersebut. Beberapa saat kemudian, Banta tiba-tiba melihat sebuah peristiwa ajaib. Begitu selesai shalat, orang-orang yang berjubah putih tersebut tiba-tiba menghilang dari pandangan matanya. Rupanya, Banta tidak tahu bahwa mereka itu adalah arwah-arwah para Aulia (Wali) Allah.</p>
<p>Setelah menyaksikan peristiwa itu, Banta kemudian berpikir akan mendekati imamnya ketika para Wali tersebut melaksanakan shalat.</p>
<p>“Jika mereka selesai shalat, aku akan langsung memegang tangan sang Imam agar tidak menghilang,” pikirnya.</p>
<p>Banta Seudang pun tinggal di balai itu menunggu kedatangan para Wali. Ketika waktu shalat Magrib tiba, para Wali tersebut datang untuk melaksanakan shalat. Banta Seudang pun segera duduk di samping imam. Begitu imam selesai shalat, ia langsung memegang tangannya.</p>
<p>“Hai, Anak Muda! Kenapa kamu memegang tanganku?” tanya imam itu.</p>
<p>‘Maaf, Tuan! Saya memegang tangan Tuan supaya tidak menghilang,” jawab Banta.</p>
<p>“Kalau saya boleh bertanya, siapakah Tuan-tuan ini sebenarnya? Kenapa Tuan-tuan bisa tiba-tiba muncul dan menghilang begitu saja?” tanya Banta heran.</p>
<p>“Kami adalah para Aulia Allah,” jawab imam itu.</p>
<p>“Engkau sendiri siapa? Kenapa bisa berada di tempat ini?” imam itu balik bertanya kepada Banta.</p>
<p>“Saya Banta Seudang, Tuan! Saya hendak mencari obat mata untuk Ayah saya,” jawab Banta.</p>
<p>‘Memang kenapa mata Ayahmu?” tanya imam itu.</p>
<p>“Mata ayah saya buta, Tuan! Saya ingin agar mata Ayah saya bisa melihat lagi,” jawab Banta.</p>
<p>“Engkau adalah anak yang berbakti. Baiklah kalau begitu, kamu tunggu di sini saja. Nanti akan datang gajah putih ke balai ini. Ikuti gajah putih itu ke mana pun pergi,” ujar sang Imam dan langsung menghilang.</p>
<p>Betapa senang hati Banta Seudang mendapat petunjuk dari Wali itu. Tidak berapa lama ia menunggu, tiba-tiba datanglah seekor gajah putih ke balai itu. Setelah mendapat isyarat dari gajah itu, Banta pun segera naik ke atas punggung gajah. Sang gajah berjalan menyusuri hutan belantara menuju ke sebuah lembah di mana terdapat sebuah sungai yang sangat jernih airnya. Di pinggir sungai terdapat sebuah pohon besar yang dihuni oleh Jin Pari yang memiliki baju terbang. Melihat kedatangan Banta bersama gajah putih itu, Jin Pari pun segera menyambut mereka.</p>
<p>“Jangan takut, Anak Muda! Aku sudah tahu maksud kedatanganmu kemari. Kamu ingin mencari obat mata untuk Ayahmu bukan?” tanya Jin Pari kepada Banta.</p>
<p>“Benar, Jin Pari!” jawab Banta.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu. Aku tahu cara untuk menyembuhkan mata Ayahmu. Di tengah sungai itu, terdapat sebuah bunga ajaib, namanya bunga bangkawali,” ungkap Jin Pari.</p>
<p>“Bagaimana saya bisa mendapatkannya, Jin?” tanya Banta bingung.</p>
<p>Jin Pari pun bercerita kepada Banta Seudang bahwa setiap jumat ada tujuh putri raja dari negeri lain datang ke sungai itu untuk mandi-mandi. Untuk menjaga sungai itu, raja negeri lain menugaskan seorang perempuan tua bernama Mak Toyo. Ia tinggal di sekitar sungai itu. Setiap kali ketujuh putri raja selesai mandi di sungai itu, Mak Toyo turun ke sungai untuk menepuk air tiga kali. Setelah itu bunga ajaib ‘bangkawali’ akan muncul di atas permukaan air. Jadi, bunga bangkawali hanya bisa terlihat pada setiap hari jumat sesuai Mak Toyo menepuk air tiga kali. Untuk mendapatkan bunga ajaib itu harus meminta bantuan kepada Mak Toyo.</p>
<p>Pada suatu malam, Jin Pari bersama Banta Seudang mendatangi tempat tinggal Mak Toyo. Mak Toyo pun bersedia membantu untuk mendapatkan bawangkawali itu, tapi dengan satu syarat.</p>
<p>“Cucuku, jika ingin mendapatkan bunga bangkawali itu, kamu harus mengambilnya sendiri dengan berenang ke tengah sungai itu,” ujar Mak Toyo kepada Banta.</p>
<p>Setelah mendapat penjelasan dari Mak Toyo, Jin Pari dan Banta pun mohon diri. Untuk melaksanakan syarat Mak Toyo, Banta harus menunggu hingga hari jumat. Maka ketika hari jumat tiba, ketujuh putri raja yang cantik-cantik tersebut datang dengan baju terbang mereka hendak mandi di sungai. Usai berganti pakaian, mereka lalu turun ke sungai. Mereka berenang sambil tertawa bersuka ria.</p>
<p>Ketika hari menjelang sore, ketujuh putri raja pun selesai mandi. Mereka pun segera mengenakan baju terbang masing-masing lalu terbang ke angkasa. Mak Toyo pun segera turun ke sungai lalu menepuk air tiga kali. Setelah itu, muncullah bunga bangkawali di atas permukaan air sungai. Banta Seudang pun segera terjun ke dalam sungai. Dengan susah payah, ia berenang ke tengah sungai untuk mengambil bunga bangkawali tersebut. Setelah mendapatkan bunga bangkawali tersebut, Banta Seudang kembali berenang menuju ke tepi sungai.</p>
<p>“Mak Toyo! Aku sudah mendapatkan bunga bangkawali. Terima atas kebaikan, Mak!” ucap Banta Seudang.</p>
<p>“Ya, sama-sama. Segeralah bawa bunga ajaib itu untuk Ayahmu!” kata Mak Toyo.</p>
<p>Keesokan harinya, Banta Seudang berpamitan kepada Mak Toyo dan Jin Pari. Namun karena mengetahui yang akan ditempuh Banta Seudang sangat jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama, maka Maka Toyo dan Jin Pari pun bersepakat untuk mengantar Banta Seudang. Jin Pari dan Banta Seudang terbang dengan menggunakan baju terbang, sedangkan Mak Toyo menunggangg gajah putih. Dalam waktu sehari, mereka pun tiba di negeri Banta Seudang. Mereka tiba ketika hari mulai sudah gelap. Banta Seudang melihat rumahnya sepi dan tampak gelap.</p>
<p>“Ayah, Ibu! Banta pulang membawa obat mata untuk Ayah!” teriak Banta Seudang memanggil kedua orangtuanya.</p>
<p>“Ya, masuklah Anakku! Ibu sedang sibuk memperbaiki lampu minyak,” teriak sang Ibu.</p>
<p>Banta Seudang pun masuk ke dalam rumah bersama Mak Toyo dan Jin Pari.</p>
<p>“Kenapa gelap begini? Kenapa dengan lampu minyaknya, Bu?” tanya Banta.</p>
<p>“Lampunya kehabisan minyak. Ibu baru mengisinya,” jawab sang Ibu.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, lampu minyaknya pun menyala. Sang Ibu segera memeluk Banta Seudang karena sudah lama sekali merindukannya. Banta Seudang pun memperkenalkan Mak Toyo dan Jin Pari kepada kedua orangtuanya.</p>
<p>“Bu, ini Mak Toyo dan Jin Pari. Merekalah yang telah membantu Banta mendapatkan obat mata untuk Ayah,” jelas Banta Seudang.</p>
<p>Ibu Banta Seudang pun tidak lupa berterima kasih kepada Mak Toyo dan Jin Pari yang telah membantu Banta Seudang.</p>
<p>“Bagaimana keadaan Ayah dan Ibu selama Banta pergi?” Banta Seudang kembali bertanya.</p>
<p>Mendengar pertanyaan Banta, sang Ibu terdiam sejenak. Dengan wajah sedih, sang Ibu kemudian bercerita bahwa selama kepergian Banta Seudang, Pakciknya tidak pernah membantu mereka lagi. Terpaksalah sang Ibu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka. Betapa sedih dan terharunya Banta Seudang mendengar cerita sang Ibu.</p>
<p>“Iya, Anakku! Pakcikmu memang sungguh keterlaluan dan tidak tahu diri. Sejak kamu pergi, dia tidak pernah lagi memberi kami makanan. Seandainya Ayah tidak buta begini, Ayah pasti sudah menghajarnya,” sahut sang Ayah dengan geram.</p>
<p>“Sabarlah, Ayah! Banta membawakan obat mata untuk Ayah,” kata Banta menenangkan hati sang Ayah.</p>
<p>Setelah keadaan tenang, Banta Seudang segera mengambil semangkuk air, lalu mencelupkan bunga bangkawali yang ia bawa ke dalam mangkuk. Setelah beberapa saat, ia mengusapkan air dari mangkuk itu ke mata ayahnya hingga tiga kali.</p>
<p>“Ayah! Cobalah buka mata Ayah pelan-pelan!” pinta Banta Seudang.</p>
<p>Sang Ayah pun pelan-pelan membuka matanya. Sungguh ajaib, matanya dapat melihat seketika. Alangkah bahagianya sang Ayah dapat melihat wajah putranya.</p>
<p>“Sejak kamu dilahirkan, barulah kali ini Ayah bisa melihat wajahmu, Anakku! Ayah sangat bangga padamu. Berkat usaha dan perjuanganmu, mata Ayah dapat melihat kembali seperti semula,” ucap sang Ayah seraya merangkul Banta Seudang.</p>
<p>“Seharusnya, Ayah berterima kasih kepada Mak Toyo dan Jin Pari, karena merekalah yang telah membantu Banta mendapatkan bunga bangkawali itu,” kata Banta Seudang.</p>
<p>Setelah berterima kasih kepada Mak Toyo dan Jin Pari, sang Ayah pun berniat untuk merebut kembali kekuasaannya dari tangan adiknya.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Sebenarnya, Ayah adalah Raja negeri ini. Sejak mata Ayah buta akibat terkena ranting kayu ketika berburu di hutan, kerajaan Ayah serahkan kepada Pakcikmu. Namun, ketika menjadi Raja, Pakcikmu telah lupa diri dan mencampakkan kita,” ungkap sang Ayah.</p>
<p>Betapa terkejutnya Banta Seudang mendengar penjelasan ayahnya. Ia baru mengerti bahwa ternyata ayahnya adalah seorang raja. Selama ini ia mengira bahwa pakciknya adalah seorang raja yang baik, karena telah memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ternyata pakciknya adalah seorang raja yang licik dan serakah. Mengetahui keadaan yang sebenarnya, Bangka Seudang pun berniat untuk membantu ayahnya untuk mengembalikan tahta kerajaan kepada ayahnya. Demikian pula Mak Toyo dan Jin Pari, setelah mendengar cerita ayah Banta Seudang, mereka pun siap untuk membantu.</p>
<p>Keesokan harinya, mereka pun berangkat ke istana. Ayah dan ibu Banta Seudang terbang bersama Jin Pari dengan menggunakan baju terbang. Sedangkan Banta Seudang dan Mak Toyo menunggang gajah putih. Sesampainya di istana, alangkah terkejutnya sang Raja saat melihat kedatangan sang Kakak bersama rombongannya. Apalagi setelah mengetahui kedua mata kakaknya dapat melihat kembali.</p>
<p>“Apa maksud kedatangan Kakak kemari?” tanya sang Raja.</p>
<p>“Hai, Adik! Engkau memang Adikku yang tidak tahu diri. Kakak berikan tahta kerajaan ini untuk sementara, tapi Engkau malah mencampakkan Kakak bersama permaisuri dan putraku selama bertahun-tahun. Kini saatnya Kakak harus mengambil kembali tahta kerajaan ini!” seru sang Kakak.</p>
<p>“Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;! Akulah penguasa negeri ini. Tidak akan ada yang bisa menggantikanku sebagai Raja. Aku memiliki banyak pengawal dan prajurit. Tapi, kalau Kakak berani merebut kembali tahta ini, hadapi dulu para pengawal dan prajuritku!” seru sang Raja sambil tertawa terbahak-bahak dengan angkuhnya.</p>
<p>Mak Toyo dan Jin Pari yang juga hadir di tempat itu sangat geram melihat keangkuhan sang Raja. Oleh karena mereka mengetahui permasalahan yang sebenarnya, maka tanpa diperintah ayah Banta Seudang, mereka langsung menyerang sang Raja. Dengan satu pukulan saja, sang Raja pun jatuh tersungkur tidak sadarkan diri di depan singgasananya. Para pengawal raja yang melihat peristiwa itu, tak seorang pun yang mau membantu sang Raja, karena mereka juga mengetahui keadaan sebenarnya.</p>
<p>Ketika sadarkan diri, sang Raja bersama keluarganya diusir dari istana. Ayah Banta Seudang pun kembali menjadi raja menggantikan adiknya yang serakah dan angkuh itu. Akhirnya, Banta Seudang bersama keluarganya kembali tinggal di istana dan ia pun bisa bersekolah. Sementara Mak Toyo dan Jin Pari diangkat sebagai pengawal istana.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>nama para putri <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a></li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> atau <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> dari kisah nyata</li><li>nama nama raja di aceh</li><li>raja tersakti di jawa</li><li>raja tersakti indonesia</li><li>cerita menarik dari kerajaan aceh</li><li>cerita raja buleleng</li><li>nama rajaaceh</li><li>NAMA PUTRI KERAJAAN ACEH</li><li>kisah lucu aceh</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-banta-seudang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Bahasa Jawa : Misteri Gunung Bromo</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-bahasa-jawa-misteri-gunung-bromo.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-bahasa-jawa-misteri-gunung-bromo.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 08:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Jaman biyen nalika Dewa-Dewa esih seneng mudun marang dunia saka kayangan, nalika kui kerajaan Majapait lagi kena serangan saka daerah-daerah. Wargane pada bingung golet panggonan kanggo ngungsi, pada wae karo para Dewa. Wektu kui Dewa mulai lunga marang sawijining panggonan, nang sekitare Gunung Bromo. Gunung Bromo esih tenang, ngadek dislimuti kabut putih. Dewa-dewa sing teka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 766px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-391" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Gunung-Bromo" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2012/01/bromo-300x225.jpg" alt="Cerita Bahasa Jawa : Misteri Gunung Bromo" width="300" height="225" /></a>Jaman biyen nalika Dewa-Dewa esih seneng mudun marang dunia saka kayangan, nalika kui kerajaan Majapait lagi kena serangan saka daerah-daerah. Wargane pada bingung golet panggonan kanggo ngungsi, pada wae karo para Dewa. Wektu kui Dewa mulai lunga marang sawijining panggonan, nang sekitare <a href="http://bom2000.com/tag/gunung-bromo" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung Bromo">Gunung Bromo</a>.</p>
<p style="margin-top: 10px;">
Gunung Bromo esih tenang, ngadek dislimuti kabut putih. Dewa-dewa sing teka marang panggonan kui ing sekitare Gunung Bromo, semayam ing lereng Gunung Pananjakan. ing panggona kui bisa weruh Srengenge munggah seka wetan lan Srengenge sirep seka kulon. Sekitare Gunung Pananjakan, panggonan Dewa-Dewa semayam, ana uga panggona kanggo pertapa. Pertapa kui mau saben dina pahalane megur muja lan ngening cipta. Sawijine dina sing mbahagiakake, bojo kui lairake anak lanang.</p>
<p style="margin-top: 10px;"><span id="more-390"></span></p>
<p style="margin-top: 10px;">Raine ganteng, cahyane terang. Mertandakake anak sing lair saka titisane jiwa sing suci. Wiwit lair anak kui keton sehat lan kuat sing luar biasa. Wiwit lair, anak Pertapa kui wis bisa ngetokake suara seru. Gegeman tangane seret banget, tendangan sikile uga kuat. Ora kaya anak lia umume, bayi kui diarani Joko Seger, sing artine sing sehat lan kuat.</p>
<p>Ing panggonan lia sekitare Gunung Pananjakan, wektu kui ana anak wadon lair saka titisan Dewa. Raine ayu lan elok. Siji-sijine anak sing paling ayu dewek ing panggonan kui. Wiwit dilairake, udu umume bayi lair, meneng ora nangis wektu<br />
dilairake seka rahim beyunge. Merga kui, wongtuane ngarani bayi iku Rara Anteng.</p>
<p>Rara Anteng sengsaya dina sengsaya dadi anak remaja sing ayu. Garis-garis ayune metu jelas saka raine. Rara Anteng terkenal tekan daerah-daerah. Akeh putera <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> pada nglamar Rara Anteng, nanging ditolak, amarga Rara Anteng wis kepincut karo Joko seger. Sawijining dina Rara anteng dilamar Bajak sing sekti lan kuat. bajak kui terkenal jahat banget. Rara Anteng terkenal alus atine ora wani nolak pelamar sekti kui. Merga kui Rara anteng njaluk supaya di gawekna segara ing tengah-tengahing gunung. Dikira penjalukan sing aneh supaya pelamar sekti mau ora bisa nyanggupi. Segara kui mau kudu di gawe ing sewengi, yaiku diwiwiti srengenge sirep tekane srengenge munggah. Disanggupi penjalukan Rara Anteng kui.</p>
<p>Bajak sekti mau mulai gawe segara nganggo batok saka krambil lan meh rampung. Weruh kenyataan sing kaya kui, atine Rara Anteng gelisah ora tenang. Kepriwe carane gagalaken lautan sing agi di gawe Bajak kui? Rara Anteng mikir nasibe, Rara Anteng ora bisa urip karo wong sing ora disenengi. Banjur Rara Anteng golet cara supaya bisa gagalaken usahane Bajak mau. Banjur Rara bisa nemu cara yaiku nutu pari ing tengah wengi. alon-alon suara alu nangekake jago sing pada turu. Kluruk jago saut-sautan, kaya fajar wis metu, nanging wargane durung nglakoni kegiatan esuk. Bajak rungu jago kluruk, nanging benang putih saka wetan urung metu. Berati fajar teka urung wektune. Mikir nasib siale, banjur batok sing dinggo kanggo gawe lautan mau di buang, gigal tengkurep nang jejere Gunung Bromo lan malih dadi gunung diarani gunung Batok.</p>
<p>Gagale Bajak gawe laut ing tengah-tengah gunung Bromo, ati Rara Anteng seneng banget. Rara Anteng nerusake hubungane karo Joko seger. Banjur Rara Anteng lan Joko Seger dadi pasangan sing bagya,amarga lorone pada senenge. Pasangan Rara Anteng lan Joko Seger gawe panggonan lan mimpin ing kawasan Tengger utawa Purbawasesa Mangkurat Ing Tengger, sing aweh pengerti &#8220;Panguasane</p>
<p>Tengger sing Budiman&#8221;. Aran Tengger di jimot saka akhire suku kata aran Rara Anteng lan Joko Seger. Tengger uga nduweni makna Tenggering Budi Luhur utawa menehi ngerti babagan moral sing duwur, simbul ketenangan sing abadi. Saka wektu meng wektu warga Tengger urip makmur lan dame, nanging panguasa ora ngrasa bagya. amarga wis suwe mbina umah tangga urung nduweni momongan. Banjur nduweni keputusan munggah meng pusuke gunung Bromo kanggo semedi nggudi percaya karo sing Kuasa supaya diwei momongan.</p>
<p>Ijig-ijig ana suara gaib sing ngomong semedine arep dikabulaken nanging kanggo syarat wis olih momongan, anak sing bungsu kudu dikorbanaken meng kawah gunung Bromo. Pasangan Rara Anteng lan Joko Seger nyanggupi banjur olih momongan 25 anak<br />
lanang wadon, nanging naluri wong tua tetep ora tega enggane kelangan anakae. Carane Rara anteng lan Joko Seger ngingkari janjine, Dewa murka lan ngancem arep gawe malapetaka, banjur langit dadi peteng kawah gunung Bromo nyemburake geni.</p>
<p>Kesuma anak bungsune ilang nang geni lan mlebu meng kawah Bromo, banjur ana suara gaib :&#8221;Sedulur-sedulurku sing aku tresnani, aku wis dikorbanaken meng wong tuane dewek lan Hyang Widi nyelametake koe pada. Urip sing dame lan tentrem,<br />
sembahen Hyang Widi. Aku elingaken supayane aben wulan Kasada ing dina ke-14 nganakake sesajen kanggo Hyang Widi ing kawah Bromo.</p>
<p>Upacara rutin kui dilakoni turun temurun marang warga Tengger lan aben taune dianakake upacara Kasada ing Poten lautan pasir lan kawah gunung Bromo.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> raja yang bijaksana dalam bahasajawa</li><li>cerita misteri bahasa <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a></li><li>cerita anak dalam <a href="http://bom2000.com/tag/bahasa-jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bahasa Jawa">bahasa jawa</a> berjudul roro <a href="http://bom2000.com/tag/jonggrang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jonggrang">jonggrang</a></li><li>cerita misteri berbahasa jawa</li><li>cerita gunung bromo dalam bahasa jawa</li><li>cerita anak b jawa</li><li>contoh cerita anak bahasa jawa</li><li>cerita <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> <a href="http://bom2000.com/tag/suri-ikun" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Suri Ikun">suri ikun</a> dan dua burung versi inggris</li><li>crita mitos ing basa jawa</li><li>kumpulan cerita anak dalam bahasa jawa</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-bahasa-jawa-misteri-gunung-bromo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Suri Ikun dan Dua Burung</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-suri-ikun-dan-dua-burung.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-suri-ikun-dan-dua-burung.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 08:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Ikun]]></category>
		<category><![CDATA[Timor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Di pulau Timor, dahulu kala hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan. Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan. Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya untuk bergiliran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 0px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 766px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-full wp-image-366" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="ikun-suri" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/12/suri-ikun.jpg" alt="Ikun Suri" width="240" height="168" /></a>Di pulau <a href="http://bom2000.com/tag/timor" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Timor">Timor</a>, dahulu kala hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan. Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut.</p>
<p>Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan. Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya untuk bergiliran menjaga kebun mereka dari babi hutan. Kecuali <a href="http://bom2000.com/tag/suri-ikun" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Suri Ikun">Suri Ikun</a>, keenam saudara laki-lakinya adalah penakut dan dengki. Begita mendengar dengusan babi hutan, maka mereka akan lari meninggalkan kebunnya.</p>
<p><span id="more-365"></span></p>
<p>Lain halnya dengan Suri Ikun, begitu mendengar babi itu datang, ia lalu mengambil busur dan memanahnya. Setelah hewan itu mati, ia membawanya kerumah. Disana sudah menunggu saudara-saudaranya. Saudaranya yang tertua bertugas membagi- bagikan daging babi hutan tersebut. Karena dengkinya, ia hanya memberi Suri Ikun kepala dari hewan itu. Sudah tentu tidak banyak daging yang bisa diperoleh dari bagian kepala.</p>
<p>Selanjutnya, ia meminta Suri Ikun bersamannya mencari gerinda milik ayahnya yang tertinggal di tengah hutan. Waktu itu hari sudah mulai malam. Hutan tersebut menurut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> di malam hari dihuni oleh para hantu jahat. Dengan perasaan takut iapun berjalan mengikuti kakaknya. Ia tidak tahu bahwa kakaknya mengambil jalan lain yang menuju kerumah. Tinggallah Suri Ikun yang makin lama makin masuk ke tengah hutan. Berulang kali ia memanggil nama kakaknya.</p>
<p>Panggilan itu dijawab oleh hantu-hantu hutan. Mereka sengaja menyesatkan Suri Ikun. Setelah berada ditengah- tengah hutan lalu, hantu-hantu tersebut menangkapnya. Ia tidak langsung dimakan, karena menurut hantu-hantu itu ia masih terlalu kurus. Ia kemudian dikurung ditengah gua. Ia diberi makan dengan teratur. Gua itu gelap sekali. Namun untunglah ada celah disampingnya, sehingga Suri Ikun masih ada sinar yang masuk ke dalam gua.</p>
<p>Dari celah tersebut Suri Ikun melihat ada dua ekor anak burung yang kelaparan. Iapun membagi makanannya dengan mereka. Setelah sekian tahun, burung- burung itupun tumbuh menjadi burung yang sangat besar dan kuat. Mereka ingin mem- bebaskan Suri Ikun. Pada suatu ketika, hantu-hantu itu membuka pintu gua, dua burung tersebut menyerang dan mencederai hantu hantu tersebut. Lalu mereka menerbangkan Suri Ikun ke daerah yang berbukit-bukit tinggi.</p>
<p>Dengan kekuatan gaibnya, Burung-burung tersebut menciptakan <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a> lengkap dengan pengawal dan pelayan <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a>. Disanalah untuk selanjutnya Suri Ikun berbahagia.</p>
<p>(Diadaptasi bebas dari Ny. S.D.B. Aman,”Suri Ikun and The Two Birds,” Folk Tales From Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1976).</p>
<div id="yass_bottom_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgbot.png'); background-position: 0px 0px; position: absolute; margin: 0px; padding: 0px; border-width: 0px; height: 0px; left: 0px; top: 0px; width: 100%; display: block;"></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>suri ikun dan dua burung</li><li>cerita suri ikun dan dua burung <a href="http://bom2000.com/tag/bahasa-jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bahasa Jawa">bahasa jawa</a></li><li><a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a> burung</li><li>mitos orang timor</li><li>kisah dua ekor burung</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> kanggo bahasa</li><li>kumpulan cerita rakyat daerah yogyakarta</li><li>legendha kanggo bahasa jawa</li><li>kumpulan cerita-cerita beserta maknanya</li><li>cliping cerita rakyat suri ikun dan dua burung</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-suri-ikun-dan-dua-burung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kota Malang</title>
		<link>http://bom2000.com/sejarah-kota-malang.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/sejarah-kota-malang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 13:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Brahmana]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Gajayana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah kota Malang diawali oleh seorang raja yang bijaksana dan amat sakti, Dewasimha namanya. Ia menjaga istananya yang berkilauan serta dikuduskan oleh api suci Sang Putikewara (Ciwa). Berbahagialah sang Raja Dewasimha karena dewa-dewa telah menganugerahkan dalam hidupnya seorang putera sebagai pewaris mahkotanya. Putra yang kemudian menjadi pelindung kerajaan itu bernama Liswa atau juga dikenal sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-full wp-image-357" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Lambang Kota Malang" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/11/Lambang-Kota-Malang-1.jpg" alt="Lambang Kota Malang" width="300" height="239" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">Sejarah</a> kota Malang diawali oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> yang bijaksana dan amat sakti, Dewasimha namanya. Ia menjaga istananya yang berkilauan serta dikuduskan oleh api suci Sang Putikewara (Ciwa). Berbahagialah sang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Dewasimha karena dewa-dewa telah menganugerahkan dalam hidupnya seorang putera sebagai pewaris mahkotanya. Putra yang kemudian menjadi pelindung kerajaan itu bernama Liswa atau juga dikenal sebagai Gajayana. Adalah Gajayana seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> yang begitu dicintai rakyatnya, berbudi luhur dan berbuat baik untuk kaum pendeta serta penuh baktu sesungguh-sungguhnya kepada Resi Agastya.</p>
<p align="justify"><span id="more-356"></span><!--more--></p>
<p align="justify">Sebagai tanda bakti yang tulus kepada Resi tersebut, sang <a href="http://bom2000.com/tag/raja-gajayana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja Gajayana">Raja Gajayana</a> telah membangun sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">candi</a> yang permai untuk mahresi serta untuk menjadi penangkal segala penyakit dan malapetaka kerajaan. Jikalau nenek moyangnya telah membuat arca Agstya dari kayu cendana, maka Raja Gajayana sebagai pernyataan bakti dan hormatnya telah memerintahkan kepada pemahat-pemahat ternama di seantero kerajaan untuk membuat arca Agastya dari batu hitam nan indah, agar semua dapat melihatnya. Arca Agastya yang diberi nama Kumbhayoni itu, atas perintah raja yang berbudi luhur tersebut kemudian diresmikan oleh para Regveda, para <a href="http://bom2000.com/tag/brahmana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Brahmana">Brahmana</a>, pendeta-pendeta terkemuka dan para penduduk negeri yang ahli, pada tahun Saka, Nayana-Vava-Rase(682) bulan Magasyirsa tepat pada hari Jum’at separo terang.</p>
<p align="justify">Ia Raja Gajayana yang perkasa itu adalah seorang agamawan yang sangat menaruh hormat kepada para pendeta. Dihadiahkannya kepada mereka tanah-tanah beserta sapi yang gemuk, sejumlah kerbau, budak lelaki dan wanita, serta berbagai keperluan hidup seperti sabun-sabun tempat mandi, bahan upacara sajian, rumah-rumah besar penuh perlengkapan hidup seperti : penginapan para brahmana dan tamu, lengkap dengan pakaian-pakaian, tempat tidur dan padi, jewawut. Mereka yang menghalang-halangi kehendak raja untuk memberikan hadiah-hadiah seperti itu, baik saudara-saudara, putera-putera raja, dan Menteri Pertama, maka mereka akan menjadi celaka karena pikiran-pikiran buruk dan akan masuk ke neraka dan tidak akan memperoleh keoksaan di dunia atau di alam lain. Ia, sebaliknya selalu berdoa dan berharap semoga keturunannya bergirang hati dengan hadiah-hadiah tersebut, memperhatikan dengan jiwa yang suci, menghormati kaum Brahmana dan taat beribadat, berbuat baik, menjalankan korban, dan mempelajari Weda. Semoga mereka menjaga kerajaan yang tidak ada bandingannya ini seperti sang Raja telah menjaganya.</p>
<p align="justify">Raja Gajayana mempunyai seorang puteri Uttejena yang kelak meneruskan Vamcakula ayahandanya yang bijaksana itu.</p>
<p align="justify"><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> di atas diangkat sari satu prasasti yang bernama “Prasasti Dinaya atau Kanjuruhan” menurut nama desa yang disebutkan dalam piagam tersebut. Seperti tertulis di dalamnya, prasasti ini memuat unsure penanggalan dalam candrasengkala yang berbunyi : “Nayana-vaya-rase” yang bernilai 682 tahun caka atau tahun 760 setelah Masehi.</p>
<p align="justify">Apabila prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Gajayana pada tahun 760 sesudah Masehi, maka paling tidak prasasti itu merupakan sumber tertulis tertua tentang adanya fasilitas politik yakni berdirinya kerajaan Kanjuruan di wilayah Malang. Tempat itu sekarang dikenal dengan nama Dinoyo terletak 5 km sebelah barat Kota Malang. Di tempat ini menurut penduduk disana, masih ditemukan patung Dewasimha yang terletak di tengah pasar walaupun hampir hilang terbenam ke dalam tanah.</p>
<p align="justify">Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni : <strong>Mala</strong> yang berarti segala sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil, <strong>Angkuca</strong> yang berarti menghancurkan atau membinasakan dan <strong>Icwara</strong> yang berarti Tuhan. Dengan demikian Malangkucecwara berarti “TUHAN MENGHANCURKAN YANG BATHIL”.</p>
<p align="justify">Walaupun nama Malang telah mendarah daging bagi penduduknya, tetapi nama tersebut masih terus merupakan tanda tanya. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas pernyataan tersebut di atas. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal-usul nama Malang tersebut. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkucecwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.</p>
<p align="justify">Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti candi Jago dan candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman kerajaan Singasari.</p>
<p align="justify">Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkucecwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu.</p>
<p align="justify">Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………”</p>
<p align="justify">Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti tiu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.</p>
<p align="justify">Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam <a href="http://bom2000.com/tag/bahasa-jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bahasa Jawa">bahasa Jawa</a> berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-timur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Timur">Jawa Timur</a> telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.</p>
<p align="justify">Timbulnya karajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.</p>
<p align="justify">Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah.</p>
<p align="justify">Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong>Mengapa Malang?</strong></p>
<p align="justify">Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara.</p>
<p><strong>Sekilas Sejarah Pemerintahan</strong></p>
<p>Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.</p>
<p align="justify">Malang merupakan sebuah Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.</p>
<ul>
<li>Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota</li>
<li>Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas</li>
<li>Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen</li>
<li>Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.</li>
<li>1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja</li>
<li>8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang</li>
<li>21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia</li>
<li>22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda</li>
<li>2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.</li>
<li>1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.</li>
</ul>
<p><cite>(disadur dengan sedikit perubahan dari digilib.<strong>malangkota</strong>.go.id)</cite></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>lambang kota malang</li><li>cerita bocah bahasa jawa</li><li>lambang</li><li>logo kota malang</li><li>nama nama dan peta kerajaan di indonesia</li><li>cerita anak bhs jawa</li><li>raja gajayana</li><li>kumpulan cerita raja yang bijaksana dalam bahasa jawa</li><li>cerita <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> rakyat indonesia dalam bahasa jawa</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> mataram baru</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/sejarah-kota-malang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benjamin Franklin Cerita Sang Penemu</title>
		<link>http://bom2000.com/benjamin-franklin-cerita-sang-penemu.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/benjamin-franklin-cerita-sang-penemu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 07:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Benjamin Franklin]]></category>
		<category><![CDATA[Penemu Listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Benjamin Franklin ternyata tidak hanya sebagai seorang penemu di bidang kelistrikan saja, namun Benjamin Franklin juga seorang pengarang, juga dikenal sebagai salah satu Founding Father (Pendiri) negara Adidaya Amerika Serikat. Selain itu Benjamin Franklin juga seorang ilmuwan dan Politikus yang mana dalam kiprahnya beliah merupakan salah satu perancang dari deklarasi kemerdekaan Amerika dan ikut menandatangani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/"><img class="alignleft size-medium wp-image-345" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="BenjaminFranklin" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/10/BenjaminFranklin-245x300.jpg" alt="Benjamin Franklin" width="245" height="300" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/benjamin-franklin" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Benjamin Franklin">Benjamin Franklin</a> ternyata tidak hanya sebagai seorang penemu di bidang kelistrikan saja, namun <a href="http://bom2000.com/tag/benjamin-franklin" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Benjamin Franklin">Benjamin Franklin</a> juga seorang pengarang, juga dikenal sebagai salah satu Founding Father (Pendiri) negara Adidaya <a href="http://bom2000.com/tag/amerika" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Amerika">Amerika</a> Serikat. Selain itu Benjamin Franklin juga seorang ilmuwan dan Politikus yang mana dalam kiprahnya beliah merupakan salah satu perancang dari deklarasi kemerdekaan <a href="http://bom2000.com/tag/amerika" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Amerika">Amerika</a> dan ikut menandatangani deklarasi tersebut.<br />
Benjamin Franklin lahir di Boston, Massachusetts, anak ke 15 dari 17 orang bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai pembuat sabun dan lilin. Dia belajar membaca dalam usia yang sangat muda dan bersekolah di sekolah biasa selama satu tahun dan belajar di bawah bimbingan guru pribadi selama satu tahun. Franklin hanya bersekolah selama dua tahun itu. Pada umur 12 tahun, Franklin bekerja di percetakan kakaknya. Ketika Ben (nama panggilan Benjamin) berumur 15 tahun, Ben mencetak koran &#8220;New England Courant&#8221;, koran pertama yang yang independen dari kolonisasi Inggris.</p>
<p>Pada usia 17 tahun, Franklin pergi ke Philadelphia, Pennsylvania untuk mencari pengalaman baru di kota baru. Saat itu dia bekerja di sebuah toko yang menjual mesin cetak. Setelah beberapa bulan, gubernur Pennsylvania menganjurkan Benjamin agar membuka usaha percetakan surat kabar di Pennsylvania dan berjanji akan membantu usaha percetakan Benjamin.</p>
<p><span id="more-344"></span>Gubernur menyarankan Benjamin untuk menuju ke London dan membeli perlengkapan mesin cetak yang dibutuhkan. Tetapi setelah Benjamin tiba di London, Benjamin sadar bahwa janji gubernur untuk membantunya hanya kosong belaka, surat pengantar dari gubernur tidak pernah dikirim ke London. Di London, Franklin dengan cepat bisa menemukan pekerjaan. Tahun 1726 Franklin merasa bosan tinggal di London, dan kebetulan saat itu seorang pedagang gandum menawarkan dia pekerjaan di Philadelphia dengan komisi yang besar. Untuk itu Ben memutuskan untuk pulang ke benua Amerika.</p>
<p>Benjamin Franklin dan layang-layangPada tahun 1740, listrik adalah hal yang baru. Benjamin Franklin dan teman-temannya mulai menyelidiki fenomena listrik itu. Tahun 1750, Benjamin pertama kali yang menemukan prinsip dari aliran listrik dan juga memberi tanda positif dan negatif untuk listrik. Dia kemudian mempublikasikan percobaannya yang membuktikan bahwa petir sebenarnya juga adalah listrik, dengan menerbangkan sebuah layang-layang pada saat badai. Dalam tulisannya, Benjamin Franklin menulis bahwa dia menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan dari percobaannya dan menawarkan alternatif lain yang membuktikan bahwa petir adalah listrik, yang kemudian di tunjukkan dengan menggunakan konsep listrik ground. Tidak seperti yang digambarkan orang bahwa percobaan Benjamin dilakukan dengan cara menerbangkan layang-layang dan menunggu hingga layang-layang tersebut disambar petir. Benjamin menggunakan layang-layangnya hanya untuk mengumpulkan listrik dari awan badai.</p>
<p>Percobaan terhadap listrik yang dilakukan oleh Benjamin, mengarahkan dia ke penemuannya, yaitu penangkal petir. Dia menulis bahwa konduktor (penghantar listrik) dengan ujung yang tajam memiliki kemampuan untuk menarik muatan listrik dan memiliki jangkauan penarikan yang lebih jauh dibandingkan dengan konduktor dengan ujung yang tumpul. Dia menyimpulkan bahwa pengetahuan akan hal ini ini bisa digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya tersambar petir, dengan memasang sebatang besi runcing seruncing jarum dan diberi lapisan anti karat, yang diarahkan ke langit, dan pada kaki besi, diikatkan dengan kabel yang menuju ke tanah. Penangkal petir ini akan menarik muatan listrik yang ada pada awan menuju ke tanah sehingga muatan yang ada pada awan tidak cukup untuk menimbulkan petir dan kilat.</p>
<p>Penemuan Benjamin seperti penangkal petir, kacamata, dan lainnya tidak pernah dipatenkan olehnya. Dalam biografinya, Benjamin menulis: &#8221; ..sama seperti saat kita menikmati keuntungan dari penemuan orang lain, kita seharusnya gembira karena mendapatkan kesempatan untuk memberikan pelayanan kepada orang lain dengan penemuan-penemuan kita; untuk ini, kita harus memberikannya dengan bebas dan sepenuh hati.&#8221;</p>
<p>Untuk menghormati jasa Benjamin Franklin di bidang kelistrikan, namanya diabadikan sebagai satuan fisika franklin (Fr) atau statcoulomb (statC) atau electrostatic unit of charge (esu) . Fr adalah satuan muatan listrik dalam centimeter-gram-detik (cgs). Sistem SI seperti yang kita gunakan, memakai satuan Coulomb.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> kanggo <a href="http://bom2000.com/tag/bahasa-jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bahasa Jawa">bahasa jawa</a></li><li>cerita unik benjamin franklin</li><li>cariyos puteri ratu ing boso jawi i</li><li>cerita dongeng tentang keperkasaan <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a></li><li>cerita <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> kanggo bahasa <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a></li><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> benjamin franklin</li><li>cariyos roro <a href="http://bom2000.com/tag/jonggrang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jonggrang">jonggrang</a></li><li>sejarah penemuan <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">candi</a> borobudur dalam basa jawa</li><li>contoh cerita mitos amerika</li><li>mitos nyi roro jongrang</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/benjamin-franklin-cerita-sang-penemu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silsilah Raja Kerajaan Tarumanagara</title>
		<link>http://bom2000.com/silsilah-raja-kerajaan-tarumanagara.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/silsilah-raja-kerajaan-tarumanagara.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 14:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Silsilah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarumanagara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakereta. Sayangnya, naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah. Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman ( 382 – 395 ). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-313" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="purnawarman" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/purnawarman-300x213.jpg" alt="Silsilah Raja Kerajaan Tarumanegara" width="300" height="213" /></a>Penjelasan tentang <strong><a href="http://bom2000.com/tag/tarumanagara" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tarumanagara">Tarumanagara</a></strong> cukup jelas di Naskah Wangsakereta. Sayangnya, naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a>.</p>
<p>Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu, <span style="text-decoration: underline;">Tarumanegara</span> didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman ( 382 – 395 ). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.</p>
<p><span id="more-312"></span></p>
<p>Maharaja Purnawarman adalah <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> <em>Tarumanagara</em> yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura–pertama kalinya nama “Sunda” digunakan.</p>
<p>Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa <a href="http://bom2000.com/forex">Tarumanagara </a>adalah Suryawarman (535 – 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. <em>Pustaka Jawadwipa</em>, parwa I, sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.</p>
<p>Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan-sunda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan Sunda">Kerajaan Sunda</a> atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan-sunda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan Sunda">Kerajaan Sunda</a>?</p>
<p>Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 – 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> Barat pada masa silam.</p>
<p>Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak), yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII).</p>
<p>Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.</p>
<p>Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan <a href="http://bom2000.com/tag/galuh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Galuh">Galuh</a> dalam tahun 612 M.</p>
<p>Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.</p>
<p>Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.</p>
<p><a id="Raja-raja_Tarumanagara_menurut_Naskah_Wangsakerta" title="Raja-raja_Tarumanagara_menurut_Naskah_Wangsakerta" name="Raja-raja_Tarumanagara_menurut_Naskah_Wangsakerta"></a></p>
<h4>Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta</h4>
<ol>
<li>Jayasingawarman 358-38</li>
<li>Dharmayawarman 382-395</li>
<li>Purnawarman 395-434</li>
<li>Wisnuwarman 434-455</li>
<li>Indrawarman 455-515</li>
<li>Candrawarman 515-535</li>
<li>Suryawarman 535-561</li>
<li>Kertawarman 561-628</li>
<li>Sudhawarman 628-639</li>
<li>Hariwangsawarman 639-640</li>
<li>Nagajayawarman 640-666</li>
<li>Linggawarman 666-669</li>
</ol>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>letak kerajaan cirebon</li><li>raja sriwijaya yang terkenal adalah</li><li>nama putri sunda</li><li>hikayat <a href="http://bom2000.com/tag/silsilah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Silsilah">silsilah</a> perak</li><li>kerajaan purnawarman</li><li>nama-nama prasasti di indonesia</li><li>silsilah keluarga rajasa</li><li>nama-nama prasasti</li><li>Silsilah keluarga kerajaan taruma negara</li><li>nama nama raja cirebon</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/silsilah-raja-kerajaan-tarumanagara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Legenda Bandung Bondowoso</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 09:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Jonggrang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan,  Cerita Legenda Bandung Bondowoso yang menang perang berhasrat memperistrikan Jonggrang, putri mendiang Raja Baka yang telah dibunuhnya. Gadis itu ketakutan. Kerajaan ayahnya telah jatuh ke tangan kekuasaan Pengging—dan itu berarti ia bukan lagi orang yang merdeka. Tak mungkin ia menampik kehendak seorang lelaki yang kini dipertuan. Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-299" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="cerita-legenda-bandung-bondowoso" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/Bandung_Bondowoso-206x300.jpg" alt="Cerita Legenda Bandung Bondowso" width="206" height="277" /></a>Syahdan,  <a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><strong>Cerita Legenda Bandung Bondowoso</strong></a> yang menang perang berhasrat memperistrikan <a href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html"><strong>Jonggrang</strong></a>, putri mendiang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Baka yang telah dibunuhnya. Gadis itu ketakutan. Kerajaan ayahnya telah jatuh ke tangan kekuasaan Pengging—dan itu berarti ia bukan lagi orang yang merdeka. Tak mungkin ia menampik kehendak seorang lelaki yang kini dipertuan.</p>
<p><strong><a href="http://bom2000.com/tag/bandung-bondowoso" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bandung Bondowoso">Bandung Bondowoso</a></strong> seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. <a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><strong>Bandung Bondowoso</strong></a> adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, <em><strong>Bandung Bondowoso</strong></em> suka mengamati gerak-gerik <strong><a title="Posts tagged with Roro Jonggrang" href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html" rel="tag">Roro Jonggrang</a></strong>, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.</p>
<p>Tapi ia menemukan jalan lepas. Diajukannya syarat: ia akan mau menerima pinangan pendekar itu bila 1.000 <strong><a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">candi</a></strong> ditegakkan dalam satu malam. Bandung Bondowoso setuju.</p>
<p><span id="more-298"></span></p>
<p>Kesanggupan itu memang mengherankan, tapi di sini agaknya <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> Loro <a href="http://bom2000.com/tag/jonggrang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jonggrang">Jonggrang</a> mengandung sebuah teks lain, yang ingin bercerita bahwa tiap kemenangan selalu mengandung kekalahan. Yang absolut tak ada di dunia. Di Prambanan dan di luarnya, perang tak akan cukup, pembunuhan tak pernah memadai, dan ada yang minus dalam tiap takhta.</p>
<p>Itu sebabnya kita tak tahu apa arti penaklukan: Loro Jonggrang ternyata bukan bagian dari benda jarahan. Ia merdeka. Ia bisa menuntut dengan satu syarat yang sulit, bahkan sebenarnya mustahil.</p>
<p>Bahwa Bandung Bondowoso, sang pemenang pembela Pengging, menerima syarat itu menunjukkan ada ambivalensi dalam hubungan kedua manusia itu. Lelaki itu berkuasa tapi perempuan itu terlepas dari hubungan memiliki-dan-dimiliki. Bahkan Bandung membiarkan dirinya masuk ke angan-angan Jonggrang. Orang bisa mengatakan bahwa yang diniatkan tumbuh dalam hubungan itu adalah cinta, dan cinta—dengan atau tanpa membaca kalimat Thomas Kempis pada abad ke-15—tak merasakan beban, tak berpikir tentang kesulitan. Cinta bahkan ”mencoba apa yang melebihi kekuatan diri”, dan ”tak minta dimaafkan di hadapan kemustahilan”.</p>
<p>Tapi bukan sikap angkuhkah yang mendorong Bandung menerima syarat itu? Katakanlah ini yang terjadi: sang perkasa yang telah berhasil membinasakan Raja Baka itu merasa malu untuk menyatakan tak sanggup membangun 1.000 candi dalam satu malam. Tapi keangkuhan dan rasa malu mengandung pengakuan bahwa ada orang lain—dan orang lain itu hadir dalam posisi untuk menilai dan menghakimi. Di sini keperkasaan juga menemui batasnya. Bandung Bondowoso tak dapat menafikan yang lain yang tegak di luar itu—yang lain yang memandang ke arahnya.</p>
<p>Saya bayangkan ia Loro Jonggrang. Saya bayangkan pada sebuah senja ia berkata kepada peminangnya: ”Sebenarnya saya takjub. Tuan tak memperlakukan saya sebagai jarahan perang. Bagaimana ini mungkin?”</p>
<p>”Ada hal yang mustahil yang membuat kita memilih dan berbuat,” jawab Bandung Bondowoso.</p>
<p>”Untuk apa?”</p>
<p>Bandung Bondowoso tak menjawab. Ia hanya melipat lengannya dan berjalan kembali ke markas pasukan, melewati deretan panji Pengging yang ditutupi gelap. Sejak ia menemui Loro Jonggrang—dan melihat wajahnya yang ketakutan tapi tak merunduk, mendengar ucapannya yang gemetar tapi fasih—ia tahu ada yang sia-sia dalam tiap kemenangan. Apa yang didapat para Pandawa setelah membinasakan Kurawa dan menguasai Astina dan Amarta? Seluruh generasi kedua keluarga Pandu yang seharusnya melanjutkan dinasti itu tewas di medan perang. Apa yang dicapai Rama setelah merebut Sita kembali? Ia tak yakin perempuan itu, yang bertahun-tahun disekap di <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">Istana</a> Alengka, seorang istri yang belum dinodai.</p>
<p>Kebanggaan diri dan kejayaan—mungkin itulah yang menggerakkan perang. Perang memang mengubah <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a>. Tapi, setelah itu, <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> mengecoh para pendekar, dan lahir penulis tragedi.</p>
<p>”Jika saya mohon Tuan membangun 1.000 candi di sekitar bukit Prambanan itu, akankah Tuan memenuhinya?” tanya Jonggrang.</p>
<p>”Saya akan gentar. Tapi saya akan membangunnya.”</p>
<p>”Dalam satu malam?”</p>
<p>”Ada hal yang mustahil yang menyebabkan kita berbuat.”</p>
<p>Seseorang pernah mengatakan, manusia membuat sejarah karena dilecut yang mustahil: kemenangan, kejayaan, keadilan, dan hal-hal lain yang dicita-citakan sebagai alternatif bagi hidup yang tak pernah penuh.</p>
<p>Sebuah wilayah dengan seribu candi yang didirikan dalam satu malam adalah satu dari deretan angan-angan itu. Bahasa mencoba merumuskannya, dan itu sebabnya kata-kata tak sepenuhnya transparan. Tak pernah jelas apa yang sebenarnya ditandai dengan kata ”seribu”. Percakapan sehari-hari, retorika resmi dan nyanyian populer, (”tinggi gunung 1.000 janji”, kata sebuah lagu tahun 1950-an), menyebut angka itu lebih sebagai sebuah kiasan yang hendak mengesankan jumlah yang ”tak terhingga”.</p>
<p>Bandung Bondowoso agaknya tahu akan hal itu: ia harus siap menjangkau yang tak terhingga. Ketika sore mulai merayap, ia berangkat meninggalkan markas, sendiri. Konon di bukit itu para roh halus membantunya mengangkat batu dari Merbabu, menyusun dan memahatnya dengan relief yang menakjubkan.</p>
<p>Waktu pun berjalan, tapi apa yang membatasi ”malam” dengan ”pagi”? Fajar yang merekah, cicit burung di hutan, detakan lesung perempuan tani, atau asap dapur di balik gunuk? Atau sebuah kesadaran akan batas—yang mengingatkan bahwa yang ”tak terbatas” selalu luput?</p>
<p>Tapi siapa yang mengatakan <a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><em><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cerita Legenda Bandung Bondowoso</strong></span></em></a> hanyalah <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> kesia-siaan tak akan memahami bahwa yang terbatas juga punya daya gugah dan mampu menyentuh hati. Ketika ia tahu ia gagal menyelesaikan 1.000 candi—dan gagal pula cintanya kepada <strong><em>Jonggrang</em></strong>—<a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><em><strong>Bandung Bondowoso</strong></em></a> pergi ke belukar dan memahat sebuah patung. Ia ingin mengenang perempuan itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> nyi roro jonggrang</li><li>sejarah perang bali</li><li>legenda bandung bondowoso</li><li>raden bandung bondowoso</li><li>kisah nyi roro jonggrang</li><li>kerajaan prambanan</li><li>cerita pendek roro jonggrang</li><li>cerita pendek tentang legenda</li><li>Cerita pendek Legenda Indonesia</li><li>raja raja tarumanegara</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Bahasa Jawa Bathari Durga Panguwasa Kabeh Setan Priprayangan</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-bahasa-jawa-bathari-durga-panguwasa-kabeh-setan-priprayangan.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-bahasa-jawa-bathari-durga-panguwasa-kabeh-setan-priprayangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 06:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bathara Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Bathari Durga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Dikarenakan banyak yang mencari Cerita dalam Bahasa Jawa, maka pada postingan kali ini ditayangkan Cerita dalam Bahasa Jawa yang berjudul Bathari Durga Panguwasa Kabeh Setan Pripryangan. Berikut Cerita Bahasa Jawa selengkapnya. Bathari Durga iku mula bukane duwe jeneng Dewi Pramuni kang sulistya ing rupa. Dewi Pramuni mendhem rasa tresna marang panguwasa tribuwana, yaiku Bathara Guru. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-full wp-image-288" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="bathari durga" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/bathari-durga.jpeg" alt="Bathari Durga" width="151" height="230" /></a>Dikarenakan banyak yang mencari <strong><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a></strong> dalam <strong>Bahasa <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a>,</strong> maka pada postingan kali ini ditayangkan <strong>Cerita</strong> dalam <strong><a href="http://bom2000.com/tag/bahasa-jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bahasa Jawa">Bahasa Jawa</a></strong> yang berjudul<strong> <a href="http://bom2000.com/tag/bathari-durga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bathari Durga">Bathari Durga</a></strong> Panguwasa Kabeh Setan Pripryangan. Berikut <strong>Cerita Bahasa Jawa</strong> selengkapnya.</p>
<p><strong>Bathari Durga</strong> iku mula bukane duwe jeneng Dewi Pramuni kang sulistya ing rupa. Dewi Pramuni mendhem rasa tresna marang panguwasa tribuwana, yaiku <strong><a href="http://bom2000.com/tag/bathara-guru" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bathara Guru">Bathara Guru</a></strong>. Kanggo nggayuh ketemune rasa tresnane marang <strong>Bathara Guru</strong>, sawijining dina Dewi Pramuni tapa brata. Sawise nemoni maneka rupa pacoban lan godhan, wusanane katekan <strong>Bathara Guru</strong>, Dewi Umayi lan Bathara Kala.</p>
<p><span id="more-287"></span></p>
<p>Ing wawanrembug antarane <strong>Bathara Guru</strong> lan Dewi Pramuni, adhedhasar andharan ing Kitab Purwacarita, kaya kang kapethik ing buku Ensiklopedi Wayang Purwa, weton Balai Pustaka, <strong>Bathara Guru</strong> gelem nyembadani pepenginane Dewi Pramuni kang pengin dadi prameswarine. Ananging ora kabul sakabehe, amarga mung tata lair wae sing bisa dadi prameswarine <strong>Bathara Guru</strong>. Dene jiwane ora bisa dadi prameswarine panguwasa tribuwana iku.<br />
Amarga kasektene Bathara Guru, Dewi Umayi lan Dewi Pramuni banjur ijolan raga. Jiwane Dewi Umayi manjing ing ragane Dewi Pramuni, lan suwalike jiwane Dewi Pramuni manjing ing ragane Dewi Umayi kang arupa raseksi. Adhedhasar andharan ing buku Ensiklopedi Wayang Purwa, weton Balai Pustaka, Dewi Pramuni (jiwane Dewi Pramuni kang manjing ing ragane raseksi Dewi Umayi sabanjure antuk jejuluk <strong>Bathari Durga</strong> kang tegese kuciwa, ala, ora nyenengake. Lan sabanjure Dewi Durga dipacangake kalawan Bathara Kala.<br />
Lan wiwit wektu iku, <strong>Bathari Durga</strong> disembah dening para kang ngrasuk agama Durga. <strong>Bathari Durga</strong> katetepake dumunung ing kayangan Krendayana. Kayangan iku sabanjure kondhang sinebut pasetran Gandamayit/Ganda Umayi. Bathari Durga antuk jejibahan nguwasani para gandarwa, setan lan titah datan kasat mata liyane kang asipat durangkara. Ing jagad pewayangan, wandane Bathari Durga iku arupa Rangkung. Dene Dewi Umayi (jiwane Dewi Umayi kang manjing ing ragane Dewi Pramuni) iku watake sabar, rasa pangrasane alus sarta landhep, adil, wani mbelani bebener, tanggung jawab, bekti mring sisihane lan gemati marang anak turune. Ing lakon carangan Sudamala, Bathari Durga antuk ruwat lan bisa luwar saka wujud raseksine dening Sahadewa. Bathari Durga sabanjure palakrama kalawan Bathara Kala lan peputra Dewasrani. Ing jagad pedhalangan, Dewasrani iku putrane Bathari Durga lan Bathara Guru. Bathari Durga duwe hak paring bebana marang sapa wae kang nyembah dheweke.<br />
Ing lakon Sumbadra Larung, Bathari Durga paring pangestu marang pepenginane Burisrawa kanggo nresnani Dewi Sumbadra. Ing lakon Pancawala Lena, Bathari Durga mbiyantu Leksmana Mandrakumara, pangeran pati ing Astina, lan paring pangestu marang pepenginane Leksmana kang arep nglamar Dewi Pergiwati, putrane putri Arjuna. Dene ing lakon Wahyu Cakraningrat, Bathari Durga paring bebana marang Samba, putrane Sri Kresna, lan paring pangestu mring gegayuhane kanggo ngrebut Wahyu Cakraningrat. Sapa kang kasil ngrengkuh Wahyu Cakraningrat pinitaya bakal dadi <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> gung binathara.<br />
Ananging ing telung kedadeyan iku, kabeh ora ana kang bisa kasembadan pepenginane. Kabeh gegayuhane para satriya ing telu kedadeyan iku padha cabar. Iku amarga pepesthen tumrap sipat jiwane kang adoh saka sing dipengini. Bathari Durga dadi sesembahane para kang nganut agama Durga kang duwe aturan lan paugeran dhewe. Miturut Pustaka Raja Purwa kaya kang kapethik ing buku Ensiklopedi Wayang Purwa, weton Balai Pustaka, cacahe agama kang nyembah dewa karana Bathari Durga dadi ana wolu.</p>
<p>Kawolune yaiku agama Syiwa (nyembah Sanghyang Syiwa/Bathara Guru), agama Sambo (nyembah Sanghyang Sambo), agama Brahma (nyembah Sanghyang Brahma), agama Indra (nyembah Sanghyang Indra). Sabanjure, agama Bayu (nyembah Sanghyang Bayu), agama Wisnu (nyembah Sanghyang Wisnu), agama Kala (nyembah Sanghyang Kala) lan agama Durga (nyembah Sanghyang Bathari Durga)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cerita bocah basa jawa</li><li>bathari durga</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">LEGENDA</a> ING BAHASA JAWA</li><li>cerita anak dengan bahasa jawa</li><li>cerito <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">candi</a> borobudur kanggo basa jawi</li><li>cerita anak-anak bahasa jawa</li><li>bebana tegese</li><li>CERITA BHASA JAWA</li><li>crita anak bahasa jawa</li><li>cerita anak bahasa jawa legenda gunung arjuna</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-bahasa-jawa-bathari-durga-panguwasa-kabeh-setan-priprayangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Kanjeng Ratu Kidul</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-kanjeng-ratu-kidul.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-kanjeng-ratu-kidul.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 05:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjeng Ratu Kidul]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Pajajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah sesungguhnya Kanjeng Ratu Kidul itu? Benarkah ada dalam kesungguhannya, ataukah hanya dikenal dalam dongeng dan legenda saja? Pertanyaan ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua cerita atau kata orang ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-261" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="kanjeng-ratu-kidul" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/nyi-roro-kidul-300x293.jpg" alt="Kanjeng Ratu Kidul" width="300" height="293" /></a>Siapakah sesungguhnya <strong><a href="http://bom2000.com/tag/kanjeng-ratu-kidul" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kanjeng Ratu Kidul">Kanjeng Ratu Kidul</a></strong> itu? Benarkah ada dalam kesungguhannya, ataukah hanya dikenal dalam <strong><a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a></strong> dan <strong><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> </strong>saja?</p>
<p>Pertanyaan ini pantas timbul, karena <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua <strong><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a></strong> atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi seperti berikut:</p>
<p>Menurut <strong>cerita</strong> umum, <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> pada mudanya bernama Dewi Retna Suwida, seorang putri dari <strong><a href="http://bom2000.com/tag/pajajaran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pajajaran">Pajajaran</a></strong>, anak Prabu Mundhingsari, dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> siluman di Sigaluh.<br />
<span id="more-260"></span><br />
Sang putri melarikan diri dari <strong><a href="http://bom2000.com/tag/keraton" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Keraton">keraton</a></strong> dan bertapa di gunung Kombang. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau <strong><a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a></strong>. Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.</p>
<p>Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu mendapat julukan <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> Kencanasari. Ada juga sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul sendiri). Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata &#8220;Lara&#8221; berasal dari &#8220;Rara&#8221;, yang berarti perawan (tidak kawin).</p>
<p>Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu menderita sakit budhug (lepra). Utuk mengobatinya harus mandi dan merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan, dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.</p>
<p><strong>Cerita</strong> lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah dilakukan dapat disimpulakan bahwa <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> tidaklah hanya menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk daerah pesisir pantai selatan, mulai darah Jogjakarta sampai dengan Banyuwangi.</p>
<p>Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut (sanggar). Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.</p>
<p>Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu pesisir pantai selatan, <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-timur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Timur">Jawa timur</a>, yang khusus diadakan untuk Nyai rara kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara Kidul.</p>
<p>Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.</p>
<p>Pengalaman seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tajun 1955 pernah ada serombongan oran-orang yang nenepi (pergi ke tempat-tempat sepi dan keramat) dipulau karang kecil, sebelah timur Ngliyep.</p>
<p>Seorang diantara mereka adalah gurunya. Dengan cara tanpa busana mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang lampunya bersinar-sinar terang sekali.</p>
<p>Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan denga terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Seorang dhalang di Blitar menceritakan bahwa didaerahnya sampai kegunung Kelud masih ditaati pantangan Kanjeng Rati Kidul, ialah memakai baju hijau. Tak ada seorang pun yang berani melanggarnya.</p>
<p>Sampai pada waktu akhir-akhir ini orang masih mengenal apa yang disebut &#8216;lampor&#8217;, yaitu suatu hal yang di pandang sebagai perjalanan Kanjeng Ratu Kidul, yang naik kereta berkuda. Suaranya riuh sekali,gemerincing bunyi genta-genta kecil dan suara angin meniup pun membuat suasana menjadi seram. Orang lalu berteriak &#8220;Lampor! Lampo! Lampor!&#8221;, sambil memukul-mukul apa saja yang dapat dipukul, dengan maksud agar tidak ada pengiringnya yang ketinggalan singgah dirumahnya, untuk mengganggu atau merasuki.</p>
<p>Menurut &#8220;penglihatan&#8221; seorang pemimpin Theosofi bangsa <a href="http://bom2000.com/tag/amerika" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Amerika">Amerika</a>, Kanjeng Ratu Kidul bukan pria, bukan pula wanita. Dan dikatakannya, bahwa Kanjeng Ratu Kidul dapat di golongkan sebagai Dewi Alam, dalam hal ini Dewi Laut.</p>
<p>Kesimpulan mengenai Kanjeng Ratu Kidul ialah, bahwa adanya bukanlah hanya dalam dongeng atau tahayul saja. Ini adalah hal yang nyata ada, tetapi yang tidak termasuk dalam alam manusiawi, melainkan dalam alam limunan (alam makhluk halus). Ia bukan didalam alam kita, manusia biasa. Yang dapat menerobos alamnya hanya manusia utama seperti Wong Agung Ngeksi Ganda saja, ialah yang dapat menguasai kedua alam, baik alam manusia maupun alam makhluk halus. Dua alam yang melambangkan suatu dwitunggal yang suci.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>legenda alam gaib</li><li>legenda jawa timur</li><li>Legenda yang ada di Indonesia</li><li>peninggalan <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> kerajaan ternate dan tidore</li><li>dongeng gaib</li><li>contoh legenda alam gaib</li><li>legenda gunung kelud</li><li>nyi roro kidul</li><li>the legend of selat bali</li><li>asal mula gunung kelud</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-kanjeng-ratu-kidul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kerajaan Pajajaran</title>
		<link>http://bom2000.com/sejarah-kerajaan-pajajaran.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/sejarah-kerajaan-pajajaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 04:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Galuh]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaton]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Kraton]]></category>
		<category><![CDATA[Pakuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Kerajaan Pakuan Pajajaran Sebagian orang menyebutnya sebagai Kerajaan Pakuan. Sebagian lagi menyebutnya sebagai Pajajaran. Tetapi sesungguhnya Pajajaran menunjuk pada dua hal: Pertama, sebagai nama pusat pemerintahan raja-raja Kerajaan Sunda. Kedua, nama itu menunjuk pada awal pemerintahan baru di mana dua kerajaan bersaudara yang sudah ada sejak lama, (Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) kembali disatukan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-254" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="prasasti-pajajaran" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/prasasti-pajajaran-300x281.jpg" alt="Prasasti Kerajaan Pajajaran" width="300" height="281" /></a>Kerajaan <a href="http://bom2000.com/tag/pakuan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pakuan">Pakuan</a> <a href="http://bom2000.com/tag/pajajaran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pajajaran">Pajajaran</a></h3>
<p>Sebagian orang menyebutnya sebagai Kerajaan Pakuan. Sebagian lagi menyebutnya sebagai Pajajaran. Tetapi sesungguhnya Pajajaran menunjuk pada dua hal:</p>
<p>Pertama, sebagai nama pusat pemerintahan <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a>-raja <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan-sunda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan Sunda">Kerajaan Sunda</a>.<br />
Kedua, nama itu menunjuk pada awal pemerintahan baru di mana dua kerajaan bersaudara yang sudah ada sejak lama, (Kerajaan Sunda dan Kerajaan <a href="http://bom2000.com/tag/galuh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Galuh">Galuh</a>) kembali disatukan di bawah kekuasaan satu raja.<br />
Kerajaan Sunda dan Galuh itu pada tahun 1482 berada di bawah pemerintahan Sri Baduga Maharaha.</p>
<p><strong>Munculnya istilah “Pakuan Pajajaran”</strong><br />
<a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">Istana</a> atau <a href="http://bom2000.com/tag/kedaton" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kedaton">kedaton</a> tempat tinggal raja yang berada di sekitar kota Bogor disebut sebagai “pakuwuan” atau “pakuan”. Menurut <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a>, di pusat pemerintahan itu berdiri beberapa bangunan <a href="http://bom2000.com/tag/kraton" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kraton">kraton</a> yang letaknya pajajar (sederetan, sejajar). Diperkirakan ada lima bangunan <a href="http://bom2000.com/tag/keraton" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Keraton">keraton</a> yang masing-masing bernama: Bima, Punta, Narayana, Madura dan Suradipati. Suradipati adalah nama <a href="http://bom2000.com/tag/keraton" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Keraton">keraton</a> induk.</p>
<p><span id="more-253"></span>Dari keterangan di atas maka didapatlah pengertian bahwa “pakuan pajajaran” adalah “istana tempat tinggal raja (pakuwuan) yang berjajar”. Lalu kemudian nama Pakuan Pajajaran-lah yang lebih populer karena mudah diingat untuk menunjuk nama kota atau nama kerajaan pada masa itu.</p>
<p><strong>“Awal” Pakuan Pajajaran</strong><br />
Seperti tertulis dalam sejarah, akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah. Pemberontakan, saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> Barat.</p>
<p>Raden Baribin, salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. Tak sampai di situ saja, sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin.</p>
<p>Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit.</p>
<p>Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Disebut besan karena Jayadewata, putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal.</p>
<p>Untungnya, kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk.</p>
<p>Dewa Niskala menunjuk Jayadewata, anaknya, sebagai penerus kekuasaan. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. Demikianlah, akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.</p>
<p>Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.</p>
<p>Adapun raja-raja yang memerintah di Kerajaan Pakuan Pajajaran adalah:<br />
• Sri Baduga Maharaja (1482 &#8211; 1521)<br />
• Surawisesa (1521 &#8211; 1535)<br />
• Ratu Dewata (1535 &#8211; 1534)<br />
• Ratu Sakti (1543 &#8211; 1551)<br />
• Ratu Nilakendra (1551 &#8211; 1567)<br />
• Raga Mulya (1567 &#8211; 1579)</p>
<p>Keberadaan <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan-pajajaran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan Pajajaran">Kerajaan Pajajaran</a> berakhir pada tahun 1579. Pada tahun itu Pajajaran diserang oleh Kesultanan Banten. Pasukan Maulana Yusuf, sultan Banten memboyong singasana (kursi atau tempat duduk) raja yang disebut Palangka Sriman Sriwacana ke Keraton Surosowan, Banten.</p>
<p>Singasana raja adalah simbol kekuasaan sekaligus menjadi salah satu syarat penting dalam tradisi penobatan raja-raja di Pajajaran. Dengan dibawanya kursi raja ke Banten, maka tidak ada raja lagi yang bisa dinobatkan di Pakuan. Sultan Maulana Yusuf sendiri menganggap dirinya sah meneruskan kekuasaan Pajajaran, karena merupakan keturunan dari salah satu puteri Sri Baduga Maharaja.</p>
<p>Menurut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>, sisa dari para perwira (punggawa) Pajajaran akhirnya mengasingkan diri ke hutan di daerah Lebak, Banten. Keturunan dari perwira itu sekarang biasa kita sebut sebagai orang Baduy.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>nama putri jawa</li><li>prasasti kerajaan pajajaran</li><li>RAJA kerajaan demak</li><li>asal mula kerajaan majapahit</li><li>nama nama keraton</li><li>DEFINISI CERITA ANAK</li><li>nama-nama putri kerajaan</li><li>brawijaya 5</li><li>prabu brawijaya 5</li><li>raja kerajaan banten</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/sejarah-kerajaan-pajajaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

