Satu orang disebutkan tewas dalam kejadian penyergapan di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Rabu (12/5/2010). Rudi, salah seorang saksi mata menuturkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB.
“Ada satu yang tewas ditembak. Dua lagi dipukuli sampai enggak berdaya terus langsung dibawa,” kata Rudi yang bekerja sebagai agen bus tak jauh dari lokasi.
Sebelum kejadian, ia mengatakan ada satu orang turun dari sebuah taksi. Saat itu ia sudah ditunggu seseorang yang duduk di atas motor di pinggir jalan. “Saya kira orang yang nungguin itu mau cari tiket bus pulang kampung. Tapi saya tanyain mau kemana dia diam aja,” ujar Rudi.
Read mre »
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, dari hasil penyelidikan terhadap para teroris yang berhasil ditangkap diketahui bahwa kelompok mereka akan melakukan aksi teror dalam waktu dekat.
,
“Diduga akan melakukan aksi teror beberapa minggu ke depan,” ucap Edward di Mabes Polri, Rabu (12/5/2010).
Edward belum bersedia menjelaskan aksi teror seperti apa yang akan mereka lakukan dan lokasinya. Namun, dengan ditangkapnya kelompok teroris di Cawang, Jakarta Timur, dan di Cikampek, Jawa Barat, Polri berhasil menggagalkan aksi itu.
Tentunya, kata Edward, aksi itu gagal dengan catatan kelompok yang akan melakukan aksi teror hanyalah orang-orang yang telah ditangkap ini. “Itu jika hanya mereka. Saat ini masih dilakukan penyelidikan,” ucapnya.
Polsekta Medan Baru meringkus tiga pria saat menikmati shabu-shabu di sebuah rumah di Jl Kejaksaan, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (6/5/2010). Dari tiga tersangka, seorang di antaranya oknum polisi berpangkat Bripda dari kesatuan Samapta Polres Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Januar (35) dan Bambang (37) keduanya warga Medan, tidak dapat berkutik saat petugas Satreskrim Polsekta Medan baru melakukan penggerebekan. Begitu juga Bripda TS (33), oknum anggota Samapta Polres Bireuen. Ketiganya kedapatan sedang pesta shabu-shabu.
Dari tangan para tersangka, petugas mengamankan shabu-shabu, alat hisap bonk, dan aluminium foil yang digunakan para pelaku menikmati shabu-shabu.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, Iptu Fahrurozi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, oknum TS mengaku telah disersi sejak dua bulan lalu dari kesatuannya.
“Oknum polisi yang ditangkap sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang Polres Bireuen karena desersi dari kesatuannya,” kata Fahrurozi di lokasi penangkapan.
Sementara tersangka Bripda TS mengaku, menggunakan barang haram tersebut karena tertekan dan frustasi akibat masalah keluarga. “Saya stres karena masalah keluarga. Pakai narkoba hanya untuk menghilangkan stres,” kata TS.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kini diamankan di balik jeruji besi Mapolsekta Medan Baru. Khusus kepada tersangka TS, Polsekta Medan Baru telah berkoordinasi dengan Polres Bireuen untuk menanganan lebih lanjut.
Sumber ; detikcom


