<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Sejarah - Legenda - Mitos - Berita dan Artikel Menarik &#187; Cerita Rakyat</title>
	<atom:link href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bom2000.com</link>
	<description>Kumpulan Cerita Rakyat, Legenda, Sejarah, Dongeng, Artikel Unik, Hot News</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 05:40:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat Si Pahit Lidah</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-si-pahit-lidah.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-si-pahit-lidah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 09:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Aria Tebing]]></category>
		<category><![CDATA[Cendawan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Serunting]]></category>
		<category><![CDATA[Si Pahit Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah diceritakan ada seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 1px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft  wp-image-423" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Si Pahit Lidah" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2012/03/Si-Pahit-Lidah-250x300.jpg" alt="Cerita Rakyat Si Pahit Lidah" width="216" height="222" /></a>Alkisah diceritakan ada seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama <a href="http://bom2000.com/tag/serunting" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Serunting">Serunting</a>. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama <a href="http://bom2000.com/tag/aria-tebing" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aria Tebing">Aria Tebing</a>.</p>
<p>Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan.</p>
<p>Dibawah pepohonan itu tumbuhlah <a href="http://bom2000.com/tag/cendawan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cendawan">cendawan</a>. <a href="http://bom2000.com/tag/cendawan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cendawan">Cendawan</a> yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna. Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian.<br />
<span id="more-422"></span><br />
Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting. Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin).</p>
<p>Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi. Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara. Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib.</p>
<p>Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan <a href="http://bom2000.com/tag/si-pahit-lidah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Si Pahit Lidah">si Pahit Lidah</a>. Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. <a href="http://bom2000.com/tag/si-pahit-lidah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Si Pahit Lidah">Si Pahit Lidah</a> pun berkata, &#8220;jadilah batu.&#8221; Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.</p>
<p>Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> rakyat si pahit lidah</li><li>si pahit lidah <a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a></li><li>cerita rakyat <a href="http://bom2000.com/tag/mitos" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mitos">mitos</a></li><li>mitos suku <a href="http://bom2000.com/tag/timor" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Timor">timor</a></li><li>cerita rakyat <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a></li><li>kumpulan cerita rakyat indonesia ciung wanara</li><li>kumpulan cerita rakyat cina</li><li>cerita rakyat silsilah</li><li>cerita daera</li><li>artikel kumpulan cerita <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-si-pahit-lidah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-banta-seudang.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-banta-seudang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 04:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banta Seudang]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang ini berawal dari sebuah kerajaan di Aceh. Ada seorang  pemuda bernama Banta Seudang yang adala putra seorang Raja Kerajaan Aceh. Ia bersama ayah dan ibunya dicampakkan oleh Pakciknya sendiri, karena ayahnya buta dan tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Suatu ketika, Banta Seudang pergi merantau untuk mencari obat mata untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 766px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-396" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2012/01/Banta-Seudang1-300x272.jpg" alt="Cerita Rakyat Aceh Banta Seudang" width="300" height="272" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">Cerita Rakyat</a> <a href="http://bom2000.com/tag/aceh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aceh">Aceh</a> <a href="http://bom2000.com/tag/banta-seudang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banta Seudang">Banta Seudang</a> ini berawal dari sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">kerajaan</a> di <a href="http://bom2000.com/tag/aceh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aceh">Aceh</a>. Ada seorang  pemuda bernama Banta Seudang yang adala putra seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Kerajaan <a href="http://bom2000.com/tag/aceh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aceh">Aceh</a>. Ia bersama ayah dan ibunya dicampakkan oleh Pakciknya sendiri, karena ayahnya buta dan tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas kerajaan. Suatu ketika, Banta Seudang pergi merantau untuk mencari obat mata untuk ayahnya dengan harapaan dapat kembali menjadi raja. Berhasilkah Banta Seudang menemukan obat mata untuk ayahnya? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> Banta Seudang berikut ini.</p>
<p>Aliksah, di Negeri Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia, hiduplah seorang Raja yang adil dan bijaksana. Sang Raja mempunyai seorang permaisuri yang sedang hamil tua. Suatu ketika, sang Raja pergi berburu <a href="http://bom2000.com/tag/binatang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Binatang">binatang</a> ke hutan. Ketika itulah permaisurinya melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan di istana, dan diberinya nama Banta Seudang. Namun, malang nasib bagi sang Raja, karena ia tidak bisa melihat wajah tampan putranya.</p>
<p style="margin-top: 10px;"><span id="more-395"></span></p>
<p style="margin-top: 10px;">Kedua matanya buta terkena ranting kayu saat berburu di hutan. Sejak saat itu, ia tidak dapat melaksanakan tugas-tugas kerajaan lagi. Oleh karena Banta Seudang masih bayi, maka tahta kerajaan ia serahkan untuk sementara kepada adik kandungnya. Namun, sang Adik yang baru diangkat menjadi raja itu sangat licik dan serakah. Ia membuatkan sebuah rumah agak jauh dari istana untuk tempat tinggal kakaknya bersama istri dan Banta Seudang. Raja baru itu setiap hari mengirim bantuan makanan untuk kebutuhan sehari-hari sang Kakak bersama keluarganya.</p>
<p>Waktu terus berjalan. Banta Seudang tumbuh menjadi remaja yang tampan. Ia pun mulai bertanya-tanya kepada ibunya tentang siapa yang memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, padahal ayahnya buta.</p>
<p>“Maaf, Ibu! Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Ibu,” kata Banta.</p>
<p>“Ada apa, Anakku? Katakanlah!” seru sang Ibu.</p>
<p>“Dari mana kita mendapat makanan setiap hari, padahal Ayah tidak pernah bekerja?” tanya Banta ingin tahu.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Kebutuhan hidup sehari-hari kita dibantu oleh Pakcikmu yang kini menjadi Raja,” jawab ibunya.</p>
<p>“Pakcik baik hati sekali ya Bu,” kata Banta.</p>
<p>“Iya, Anakku!” jawab sang Ibu sambil tersenyum seraya membelai-belai rambut si Banta.</p>
<p>Pada suatu hari, sang Ibu bersama Banta Seudang pergi menghadap sang Raja. Di hadapan Raja, sang Ibu memohon kepada Raja untuk membantu Banta Seudang agar bisa bersekolah. Namun, permohonan sang Ibu ditolak oleh sang Raja.</p>
<p>“Dasar kalian tidak tahu diri! Dikasih sedepa minta sejengkal pula. Bukankah semua kebutuhan hidup sehari-hari kalian telah aku penuhi!” bentak sang Raja.</p>
<p>Alangkah sedihnya hati sang Ibu mendengar bentakan itu. Ia pun mengajak Banta kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Banta Seudang berusaha menenangkan hati ibunya.</p>
<p>“Sudahlah, Bu! Ibu tidak usah bersedih begitu. Kita seharusnya bersyukur karena Pakcik sudah banyak membantu kita,” bujuk si Banta.</p>
<p>“Banta! Kamu memang Anakku yang baik. Tapi, kamu harus sekolah seperti teman-teman sebayamu,” kata sang Ibu.</p>
<p>Mendengar perkataan itu, si Banta tiba-tiba berpikir bahwa apa yang dikatakan ibunya itu benar. Maka timbullah pikirannya untuk mencari obat mata untuk ayahnya. Jika kelak ayahnya bisa melihat lagi, tentu sang Ayah bisa mencari nafkah sendiri dan dapat membantu biaya sekolahnya.</p>
<p>Pada suatu hari, Banta Seudang menyampaikan niatnya kepada ibunya.</p>
<p>“Bu, Banta ingin pergi mencari obat mata untuk Ayah agar dapat kembali bekerja seperti biasanya dan Banta pun bisa sekolah,” ungkap Banta Seudang.</p>
<p>“Baiklah, Anakku! Ibu merestuimu. Pergilah mencari obat mata untuk Ayahmu. Ibu doakan semoga kamu berhasil,” kata sang Ibu.</p>
<p>Sang Ibu pun menyampaikan maksud Banta tersebut kepada ayah Banta. Dengan senang hati, sang Ayah pun merestui perjalanan Banta mencari obat.</p>
<p>Keesokan harinya, dengan bekal seperlunya, berangkatlah Banta Seudang untuk mencari obat. Ia berjalan seorang diri menyusuri hutan belantara, menyeberangi sungai, menaiki gunung, dan menuruni lembah-lembah. Setelah berbulan-bulan berjalan, ia pun tiba di sebuah hutan rimba yang dipenuhi oleh pohon-pohon besar. Di tengah hutan itu, ia menemukan sebuah balai. Ia pun memutuskan untuk melepas lelah di balai itu. Ketika sedang merebahkan tubuhnya, tiba-tiba hatinya bertanya-tanya.</p>
<p>‘Kenapa ada balai di tengah hutan ini? Wah, pasti ada orang yang tinggal di sekitar sini,” pikirnya dalam hati.</p>
<p>Ternyata benar. Menjelang waktu Ashar, tiba-tiba beberapa orang berjubah putih datang ke balai itu. Mereka lalu melakukan shalat secara berjamaah. Dengan hati bertanya-tanya, Banta hanya diam sambil memerhatikan perilaku orang-orang tersebut. Beberapa saat kemudian, Banta tiba-tiba melihat sebuah peristiwa ajaib. Begitu selesai shalat, orang-orang yang berjubah putih tersebut tiba-tiba menghilang dari pandangan matanya. Rupanya, Banta tidak tahu bahwa mereka itu adalah arwah-arwah para Aulia (Wali) Allah.</p>
<p>Setelah menyaksikan peristiwa itu, Banta kemudian berpikir akan mendekati imamnya ketika para Wali tersebut melaksanakan shalat.</p>
<p>“Jika mereka selesai shalat, aku akan langsung memegang tangan sang Imam agar tidak menghilang,” pikirnya.</p>
<p>Banta Seudang pun tinggal di balai itu menunggu kedatangan para Wali. Ketika waktu shalat Magrib tiba, para Wali tersebut datang untuk melaksanakan shalat. Banta Seudang pun segera duduk di samping imam. Begitu imam selesai shalat, ia langsung memegang tangannya.</p>
<p>“Hai, Anak Muda! Kenapa kamu memegang tanganku?” tanya imam itu.</p>
<p>‘Maaf, Tuan! Saya memegang tangan Tuan supaya tidak menghilang,” jawab Banta.</p>
<p>“Kalau saya boleh bertanya, siapakah Tuan-tuan ini sebenarnya? Kenapa Tuan-tuan bisa tiba-tiba muncul dan menghilang begitu saja?” tanya Banta heran.</p>
<p>“Kami adalah para Aulia Allah,” jawab imam itu.</p>
<p>“Engkau sendiri siapa? Kenapa bisa berada di tempat ini?” imam itu balik bertanya kepada Banta.</p>
<p>“Saya Banta Seudang, Tuan! Saya hendak mencari obat mata untuk Ayah saya,” jawab Banta.</p>
<p>‘Memang kenapa mata Ayahmu?” tanya imam itu.</p>
<p>“Mata ayah saya buta, Tuan! Saya ingin agar mata Ayah saya bisa melihat lagi,” jawab Banta.</p>
<p>“Engkau adalah anak yang berbakti. Baiklah kalau begitu, kamu tunggu di sini saja. Nanti akan datang gajah putih ke balai ini. Ikuti gajah putih itu ke mana pun pergi,” ujar sang Imam dan langsung menghilang.</p>
<p>Betapa senang hati Banta Seudang mendapat petunjuk dari Wali itu. Tidak berapa lama ia menunggu, tiba-tiba datanglah seekor gajah putih ke balai itu. Setelah mendapat isyarat dari gajah itu, Banta pun segera naik ke atas punggung gajah. Sang gajah berjalan menyusuri hutan belantara menuju ke sebuah lembah di mana terdapat sebuah sungai yang sangat jernih airnya. Di pinggir sungai terdapat sebuah pohon besar yang dihuni oleh Jin Pari yang memiliki baju terbang. Melihat kedatangan Banta bersama gajah putih itu, Jin Pari pun segera menyambut mereka.</p>
<p>“Jangan takut, Anak Muda! Aku sudah tahu maksud kedatanganmu kemari. Kamu ingin mencari obat mata untuk Ayahmu bukan?” tanya Jin Pari kepada Banta.</p>
<p>“Benar, Jin Pari!” jawab Banta.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu. Aku tahu cara untuk menyembuhkan mata Ayahmu. Di tengah sungai itu, terdapat sebuah bunga ajaib, namanya bunga bangkawali,” ungkap Jin Pari.</p>
<p>“Bagaimana saya bisa mendapatkannya, Jin?” tanya Banta bingung.</p>
<p>Jin Pari pun bercerita kepada Banta Seudang bahwa setiap jumat ada tujuh putri raja dari negeri lain datang ke sungai itu untuk mandi-mandi. Untuk menjaga sungai itu, raja negeri lain menugaskan seorang perempuan tua bernama Mak Toyo. Ia tinggal di sekitar sungai itu. Setiap kali ketujuh putri raja selesai mandi di sungai itu, Mak Toyo turun ke sungai untuk menepuk air tiga kali. Setelah itu bunga ajaib ‘bangkawali’ akan muncul di atas permukaan air. Jadi, bunga bangkawali hanya bisa terlihat pada setiap hari jumat sesuai Mak Toyo menepuk air tiga kali. Untuk mendapatkan bunga ajaib itu harus meminta bantuan kepada Mak Toyo.</p>
<p>Pada suatu malam, Jin Pari bersama Banta Seudang mendatangi tempat tinggal Mak Toyo. Mak Toyo pun bersedia membantu untuk mendapatkan bawangkawali itu, tapi dengan satu syarat.</p>
<p>“Cucuku, jika ingin mendapatkan bunga bangkawali itu, kamu harus mengambilnya sendiri dengan berenang ke tengah sungai itu,” ujar Mak Toyo kepada Banta.</p>
<p>Setelah mendapat penjelasan dari Mak Toyo, Jin Pari dan Banta pun mohon diri. Untuk melaksanakan syarat Mak Toyo, Banta harus menunggu hingga hari jumat. Maka ketika hari jumat tiba, ketujuh putri raja yang cantik-cantik tersebut datang dengan baju terbang mereka hendak mandi di sungai. Usai berganti pakaian, mereka lalu turun ke sungai. Mereka berenang sambil tertawa bersuka ria.</p>
<p>Ketika hari menjelang sore, ketujuh putri raja pun selesai mandi. Mereka pun segera mengenakan baju terbang masing-masing lalu terbang ke angkasa. Mak Toyo pun segera turun ke sungai lalu menepuk air tiga kali. Setelah itu, muncullah bunga bangkawali di atas permukaan air sungai. Banta Seudang pun segera terjun ke dalam sungai. Dengan susah payah, ia berenang ke tengah sungai untuk mengambil bunga bangkawali tersebut. Setelah mendapatkan bunga bangkawali tersebut, Banta Seudang kembali berenang menuju ke tepi sungai.</p>
<p>“Mak Toyo! Aku sudah mendapatkan bunga bangkawali. Terima atas kebaikan, Mak!” ucap Banta Seudang.</p>
<p>“Ya, sama-sama. Segeralah bawa bunga ajaib itu untuk Ayahmu!” kata Mak Toyo.</p>
<p>Keesokan harinya, Banta Seudang berpamitan kepada Mak Toyo dan Jin Pari. Namun karena mengetahui yang akan ditempuh Banta Seudang sangat jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama, maka Maka Toyo dan Jin Pari pun bersepakat untuk mengantar Banta Seudang. Jin Pari dan Banta Seudang terbang dengan menggunakan baju terbang, sedangkan Mak Toyo menunggangg gajah putih. Dalam waktu sehari, mereka pun tiba di negeri Banta Seudang. Mereka tiba ketika hari mulai sudah gelap. Banta Seudang melihat rumahnya sepi dan tampak gelap.</p>
<p>“Ayah, Ibu! Banta pulang membawa obat mata untuk Ayah!” teriak Banta Seudang memanggil kedua orangtuanya.</p>
<p>“Ya, masuklah Anakku! Ibu sedang sibuk memperbaiki lampu minyak,” teriak sang Ibu.</p>
<p>Banta Seudang pun masuk ke dalam rumah bersama Mak Toyo dan Jin Pari.</p>
<p>“Kenapa gelap begini? Kenapa dengan lampu minyaknya, Bu?” tanya Banta.</p>
<p>“Lampunya kehabisan minyak. Ibu baru mengisinya,” jawab sang Ibu.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, lampu minyaknya pun menyala. Sang Ibu segera memeluk Banta Seudang karena sudah lama sekali merindukannya. Banta Seudang pun memperkenalkan Mak Toyo dan Jin Pari kepada kedua orangtuanya.</p>
<p>“Bu, ini Mak Toyo dan Jin Pari. Merekalah yang telah membantu Banta mendapatkan obat mata untuk Ayah,” jelas Banta Seudang.</p>
<p>Ibu Banta Seudang pun tidak lupa berterima kasih kepada Mak Toyo dan Jin Pari yang telah membantu Banta Seudang.</p>
<p>“Bagaimana keadaan Ayah dan Ibu selama Banta pergi?” Banta Seudang kembali bertanya.</p>
<p>Mendengar pertanyaan Banta, sang Ibu terdiam sejenak. Dengan wajah sedih, sang Ibu kemudian bercerita bahwa selama kepergian Banta Seudang, Pakciknya tidak pernah membantu mereka lagi. Terpaksalah sang Ibu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka. Betapa sedih dan terharunya Banta Seudang mendengar cerita sang Ibu.</p>
<p>“Iya, Anakku! Pakcikmu memang sungguh keterlaluan dan tidak tahu diri. Sejak kamu pergi, dia tidak pernah lagi memberi kami makanan. Seandainya Ayah tidak buta begini, Ayah pasti sudah menghajarnya,” sahut sang Ayah dengan geram.</p>
<p>“Sabarlah, Ayah! Banta membawakan obat mata untuk Ayah,” kata Banta menenangkan hati sang Ayah.</p>
<p>Setelah keadaan tenang, Banta Seudang segera mengambil semangkuk air, lalu mencelupkan bunga bangkawali yang ia bawa ke dalam mangkuk. Setelah beberapa saat, ia mengusapkan air dari mangkuk itu ke mata ayahnya hingga tiga kali.</p>
<p>“Ayah! Cobalah buka mata Ayah pelan-pelan!” pinta Banta Seudang.</p>
<p>Sang Ayah pun pelan-pelan membuka matanya. Sungguh ajaib, matanya dapat melihat seketika. Alangkah bahagianya sang Ayah dapat melihat wajah putranya.</p>
<p>“Sejak kamu dilahirkan, barulah kali ini Ayah bisa melihat wajahmu, Anakku! Ayah sangat bangga padamu. Berkat usaha dan perjuanganmu, mata Ayah dapat melihat kembali seperti semula,” ucap sang Ayah seraya merangkul Banta Seudang.</p>
<p>“Seharusnya, Ayah berterima kasih kepada Mak Toyo dan Jin Pari, karena merekalah yang telah membantu Banta mendapatkan bunga bangkawali itu,” kata Banta Seudang.</p>
<p>Setelah berterima kasih kepada Mak Toyo dan Jin Pari, sang Ayah pun berniat untuk merebut kembali kekuasaannya dari tangan adiknya.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Sebenarnya, Ayah adalah Raja negeri ini. Sejak mata Ayah buta akibat terkena ranting kayu ketika berburu di hutan, kerajaan Ayah serahkan kepada Pakcikmu. Namun, ketika menjadi Raja, Pakcikmu telah lupa diri dan mencampakkan kita,” ungkap sang Ayah.</p>
<p>Betapa terkejutnya Banta Seudang mendengar penjelasan ayahnya. Ia baru mengerti bahwa ternyata ayahnya adalah seorang raja. Selama ini ia mengira bahwa pakciknya adalah seorang raja yang baik, karena telah memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ternyata pakciknya adalah seorang raja yang licik dan serakah. Mengetahui keadaan yang sebenarnya, Bangka Seudang pun berniat untuk membantu ayahnya untuk mengembalikan tahta kerajaan kepada ayahnya. Demikian pula Mak Toyo dan Jin Pari, setelah mendengar cerita ayah Banta Seudang, mereka pun siap untuk membantu.</p>
<p>Keesokan harinya, mereka pun berangkat ke istana. Ayah dan ibu Banta Seudang terbang bersama Jin Pari dengan menggunakan baju terbang. Sedangkan Banta Seudang dan Mak Toyo menunggang gajah putih. Sesampainya di istana, alangkah terkejutnya sang Raja saat melihat kedatangan sang Kakak bersama rombongannya. Apalagi setelah mengetahui kedua mata kakaknya dapat melihat kembali.</p>
<p>“Apa maksud kedatangan Kakak kemari?” tanya sang Raja.</p>
<p>“Hai, Adik! Engkau memang Adikku yang tidak tahu diri. Kakak berikan tahta kerajaan ini untuk sementara, tapi Engkau malah mencampakkan Kakak bersama permaisuri dan putraku selama bertahun-tahun. Kini saatnya Kakak harus mengambil kembali tahta kerajaan ini!” seru sang Kakak.</p>
<p>“Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;! Akulah penguasa negeri ini. Tidak akan ada yang bisa menggantikanku sebagai Raja. Aku memiliki banyak pengawal dan prajurit. Tapi, kalau Kakak berani merebut kembali tahta ini, hadapi dulu para pengawal dan prajuritku!” seru sang Raja sambil tertawa terbahak-bahak dengan angkuhnya.</p>
<p>Mak Toyo dan Jin Pari yang juga hadir di tempat itu sangat geram melihat keangkuhan sang Raja. Oleh karena mereka mengetahui permasalahan yang sebenarnya, maka tanpa diperintah ayah Banta Seudang, mereka langsung menyerang sang Raja. Dengan satu pukulan saja, sang Raja pun jatuh tersungkur tidak sadarkan diri di depan singgasananya. Para pengawal raja yang melihat peristiwa itu, tak seorang pun yang mau membantu sang Raja, karena mereka juga mengetahui keadaan sebenarnya.</p>
<p>Ketika sadarkan diri, sang Raja bersama keluarganya diusir dari istana. Ayah Banta Seudang pun kembali menjadi raja menggantikan adiknya yang serakah dan angkuh itu. Akhirnya, Banta Seudang bersama keluarganya kembali tinggal di istana dan ia pun bisa bersekolah. Sementara Mak Toyo dan Jin Pari diangkat sebagai pengawal istana.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>contoh cerita rakyat aceh</li><li>raja tersakti</li><li>daftar cerita rakyat aceh</li><li>kerajaan aceh</li><li>nama-nama lembah</li><li>nama nama lembah</li><li>artikel tentang bom <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">bali</a></li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> nyi roro kidul dalam bahasa indonesia</li><li>nama nama putri kerajaan sunda</li><li>nama nama raja jin</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-banta-seudang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Suri Ikun dan Dua Burung</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-suri-ikun-dan-dua-burung.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-suri-ikun-dan-dua-burung.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 08:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Ikun]]></category>
		<category><![CDATA[Timor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Di pulau Timor, dahulu kala hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan. Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan. Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya untuk bergiliran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 0px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 766px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-full wp-image-366" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="ikun-suri" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/12/suri-ikun.jpg" alt="Ikun Suri" width="240" height="168" /></a>Di pulau <a href="http://bom2000.com/tag/timor" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Timor">Timor</a>, dahulu kala hiduplah seorang petani dengan isteri dan empat belas anaknya. Tujuh orang anaknya laki-laki dan tujuh orang perempuan. Walaupun mereka memiliki kebun yang besar, hasil kebun tersebut tidak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut.</p>
<p>Sebabnya adalah tanaman yang ada sering dirusak oleh seekor babi hutan. Petani tersebut menugaskan pada anak laki-lakinya untuk bergiliran menjaga kebun mereka dari babi hutan. Kecuali <a href="http://bom2000.com/tag/suri-ikun" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Suri Ikun">Suri Ikun</a>, keenam saudara laki-lakinya adalah penakut dan dengki. Begita mendengar dengusan babi hutan, maka mereka akan lari meninggalkan kebunnya.</p>
<p><span id="more-365"></span></p>
<p>Lain halnya dengan Suri Ikun, begitu mendengar babi itu datang, ia lalu mengambil busur dan memanahnya. Setelah hewan itu mati, ia membawanya kerumah. Disana sudah menunggu saudara-saudaranya. Saudaranya yang tertua bertugas membagi- bagikan daging babi hutan tersebut. Karena dengkinya, ia hanya memberi Suri Ikun kepala dari hewan itu. Sudah tentu tidak banyak daging yang bisa diperoleh dari bagian kepala.</p>
<p>Selanjutnya, ia meminta Suri Ikun bersamannya mencari gerinda milik ayahnya yang tertinggal di tengah hutan. Waktu itu hari sudah mulai malam. Hutan tersebut menurut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> di malam hari dihuni oleh para hantu jahat. Dengan perasaan takut iapun berjalan mengikuti kakaknya. Ia tidak tahu bahwa kakaknya mengambil jalan lain yang menuju kerumah. Tinggallah Suri Ikun yang makin lama makin masuk ke tengah hutan. Berulang kali ia memanggil nama kakaknya.</p>
<p>Panggilan itu dijawab oleh hantu-hantu hutan. Mereka sengaja menyesatkan Suri Ikun. Setelah berada ditengah- tengah hutan lalu, hantu-hantu tersebut menangkapnya. Ia tidak langsung dimakan, karena menurut hantu-hantu itu ia masih terlalu kurus. Ia kemudian dikurung ditengah gua. Ia diberi makan dengan teratur. Gua itu gelap sekali. Namun untunglah ada celah disampingnya, sehingga Suri Ikun masih ada sinar yang masuk ke dalam gua.</p>
<p>Dari celah tersebut Suri Ikun melihat ada dua ekor anak burung yang kelaparan. Iapun membagi makanannya dengan mereka. Setelah sekian tahun, burung- burung itupun tumbuh menjadi burung yang sangat besar dan kuat. Mereka ingin mem- bebaskan Suri Ikun. Pada suatu ketika, hantu-hantu itu membuka pintu gua, dua burung tersebut menyerang dan mencederai hantu hantu tersebut. Lalu mereka menerbangkan Suri Ikun ke daerah yang berbukit-bukit tinggi.</p>
<p>Dengan kekuatan gaibnya, Burung-burung tersebut menciptakan istana lengkap dengan pengawal dan pelayan istana. Disanalah untuk selanjutnya Suri Ikun berbahagia.</p>
<p>(Diadaptasi bebas dari Ny. S.D.B. Aman,”Suri Ikun and The Two Birds,” Folk Tales From Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1976).</p>
<div id="yass_bottom_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgbot.png'); background-position: 0px 0px; position: absolute; margin: 0px; padding: 0px; border-width: 0px; height: 0px; left: 0px; top: 0px; width: 100%; display: block;"></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>suri ikun dan dua burung</li><li>cerita suri ikun dan dua burung bahasa jawa</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/mitos" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mitos">mitos</a> orang timor</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> suri ikun dan dua burung</li><li>suri ikun</li><li>gambar suri ikun dan dua burung</li><li>sejarah timor barat</li><li>gambar suri ikun dan dua burung di cerita</li><li>cerita rakyat dari timor</li><li>gambar <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> ikun suri dan dua burung</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-suri-ikun-dan-dua-burung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Nama Buleleng dan Singaraja</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-nama-buleleng-dan-singaraja.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-nama-buleleng-dan-singaraja.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 04:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Buleleng]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Ni Luh]]></category>
		<category><![CDATA[Pasek]]></category>
		<category><![CDATA[Singaraja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu di Pulau Bali, hidup seorang raja yang bergelar Sri Bagening. Sang Raja memiliki banyak istri, dan istri terakhirnya bernama Ni Luh Pasek. Ni Luh Pasek berasal dari Desa Panji, dan masih keturunan Kyai Pasek Gobleng. Suatu waktu, Ni Luh Pasek mengandung. Oleh suaminya, ia dititipkan kepada Kyai Jelantik Bogol. Tak berapa lama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i51.tinypic.com/2s96mm9.jpg" alt="Cerita Buleleng dan Singaraja" width="320" height="209" /></a>Pada jaman dahulu di Pulau <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">Bali</a>, hidup seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> yang bergelar Sri Bagening. Sang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> memiliki banyak istri, dan istri terakhirnya bernama <a href="http://bom2000.com/tag/ni-luh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ni Luh">Ni Luh</a> <a href="http://bom2000.com/tag/pasek" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pasek">Pasek</a>. Ni Luh <a href="http://bom2000.com/tag/pasek" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pasek">Pasek</a> berasal dari <a href="http://bom2000.com/tag/desa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Desa">Desa</a> Panji, dan masih keturunan Kyai <a href="http://bom2000.com/tag/pasek" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pasek">Pasek</a> Gobleng. Suatu waktu, Ni Luh <a href="http://bom2000.com/tag/pasek" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pasek">Pasek</a> mengandung. Oleh suaminya, ia dititipkan kepada Kyai Jelantik Bogol. Tak berapa lama, anaknya pun lahir. Anak itu diberi nama I Gede Pasekan.  I Gede Pasekan mempunyai wibawa besar sehingga sangat dicintai dan dihormati oleh pemuka masyarakat maupun masyarakat biasa.<br />
<span id="more-193"></span><br />
Suatu hari, ketika usianya menginjak dua puluh tahun, ayahnya berkata pada­nya,</p>
<p>“Anakku, sekarang pergilah engkau ke Den Bukit di daerah Panji.”</p>
<p>“Kenapa ayah?”</p>
<p>“Karena di sanalah tempat kelahiran ibumu.”</p>
<p>Sebelum berangkat, ayah angkatnya memberikan dua buah senjata bertuah, yaitu sebilah keris bernama Ki Baru Semang dan sebatang tombak bernama Ki Tunjung Tutur. Dalam perjalanannya, I Gede Pasekan diiringi oleh empat puluh pengawal yang dipimpin Ki Dumpiung dan Ki Dosot. Ketika sampai di daerah yang disebut Batu Menyan, mereka bermalam dengan dijaga ketat oleh para pengawal secara bergantian.</p>
<p>Saat tengah malam, tiba-tiba datang makhluk ajaib penghuni hutan. Dia meng­ang­kat I Gede Pasekan ke atas pun­daknya sehingga I Gede Pasekan dapat me­lihat pemandangan lepas ke lautan dan da­ratan yang terbentang di hadapannya. Ketika dia memandang ke arah timur dan barat laut, ia melihat pulau yang amat jauh. Ketika melihat ke arah selatan pemandangannya dihalangi oleh gunung. Setelah makhluk itu pergi kemudian terdengar bisikan.</p>
<p>“I Gusti, sesungguhnya apa yang telah engkau lihat akan menjadi daerah kekuasaanmu.”</p>
<p>Keesokan harinya rombongan itu melanjutkan perjalanan. Meski sulit dan penuh rintangan akhirnya rombongan I Gede Pasekan berhasil mencapai tujuan, yaitu Desa Panji, tempat kelahiran ibunya.</p>
<p>Suatu hari, ada sebuah perahu Bugis yang terdampar di pantai Panimbangan.Warga setempat yang dimintai tolong tak mampu mengangkatnya.</p>
<p>Keesokan harinya orang Bugis pemilik perahu itu meminta tolong pada I Gede Pasekan.</p>
<p>“Tolonglah kami, Tuan. Jika Tuan berhasil mengangkat perahu kami, sebagian muatan itu akan kami serahkan kepada Tuan sebagai upahnya.”</p>
<p>“Kalau itu keinginan kalian, saya akan berusaha mengangkat perahu itu,” jawab I Gede Pasekan.</p>
<p>I Gede Pasekan segera memusatkan pikiran. Dengan kekuatan gaibnya, perahu yang kandas itu berhasil diangkatnya. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, orang Bugis itu memberikan hadiah berupa setengah dari isi perahu itu kepada I Gede Pasekan. Di antara hadiah itu terdapat dua buah gong besar. Sejak saat itu I Gede Pasekan menjadi orang kaya dan bergelar I Gusti Panji Sakti.</p>
<p>Kekuasaan I Gede Pasekan mulai meluas dan menyebar sampai ke mana-mana. Dia pun mendirikan kerajan baru di Den Bukit. Kira-kira abad ke-17, ibukota <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">kerajaan</a> itu disebut orang dengan nama Sukasada. Kerajaaan I Gede Pasekan itu berkembang hingga ke utara. Daerah itu banyak ditumbuhi pohon <a href="http://bom2000.com/tag/buleleng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Buleleng">buleleng</a>. Oleh karena itu, pusat kerajaan beralih ke wilayah itu. Wilayah itu pun diberi nama <a href="http://bom2000.com/tag/buleleng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Buleleng">Buleleng</a>.</p>
<p>Di Buleleng dibangun sebuah istana megah yang diberi nama <a href="http://bom2000.com/tag/singaraja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Singaraja">Singaraja</a>. Nama ini menunjukkan bahwa penghuninya ada­lah seorang raja yang gagah perkasa lak­sana singa. Namun, ada pendapat yang mengatakan bahwa nama <a href="http://bom2000.com/tag/singaraja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Singaraja">Singaraja</a> artinya tempat persinggahan raja. Barangkali ketika sang Raja masih di Sukasada, sering singgah di sana. Jadi, kata <a href="http://bom2000.com/tag/singaraja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Singaraja">Singaraja</a> berasal dari kata singgah raja.</p>
<p>Penulis: Yulia S. Si</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> yang menarik</li><li>sejarah raja buleleng</li><li>sejarah pulau simeulue</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> <a href="http://bom2000.com/tag/mitos" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mitos">mitos</a> bali</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">Legenda</a> simeulue</li><li>kumpulan cerita rakyat mitos</li><li>senjata tombak</li><li>mitos cerita rakyat</li><li>asal mula singaraja</li><li>sejarah bali</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-nama-buleleng-dan-singaraja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Daerah : Telaga Warna</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-daerah-telaga-warna.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-daerah-telaga-warna.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 04:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Prabu]]></category>
		<category><![CDATA[Telaga Warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja. Prabu, begitulah orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang lapar di negeri itu. Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i54.tinypic.com/zjfjpk.jpg" alt="Telaga Warna" width="319" height="212" /></a>Zaman dahulu, ada sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">kerajaan</a> di  <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Barat">Jawa Barat</a>. Negeri itu dipimpin oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a>. <a href="http://bom2000.com/tag/prabu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Prabu">Prabu</a>, begitulah  orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran,  kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang lapar di  negeri itu.</p>
<p>Semua sangat  menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu  membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan,  agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. &#8220;Buat  kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat,&#8221; sahut  mereka.</p>
<p>Anak itu tumbuh menjadi  orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu ia dipanggil dengan nama Kebo  Iwa, yang artinya paman kerbau.</p>
<p><span id="more-187"></span>Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya..  Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus  berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka  terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang  sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.</p>
<p>Sembilan  bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri. Penduduk negeri pun  kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi  anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remaja yang  cantik.</p>
<p>Kebo Iwa memang serba  besar. Jangkauan kakinya sangat lebar, sehingga ia dapat bepergian  dengan cepat. Kalau ia ingin minum, Kebo Iwa tinggal menusukkan  telunjuknya ke tanah. Sehingga terjadilah sumur kecil yang mengeluarkan  air.</p>
<p>Prabu dan Ratu sangat  menyayangi putrinya. Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan.  Namun itu membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak  terpenuhi, gadis itu akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar.  Walaupun begitu, orangtua dan rakyat di kerajaan itu mencintainya.</p>
<p>Hari  berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis tercantik di seluruh negeri.  Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di  negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat  indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu  menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya  untuk kepentingan rakyat.</p>
<p>Prabu  hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahli  perhiasan. &#8220;Tolong, buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku,&#8221;  kata Prabu. &#8220;Dengan senang hati, Yang Mulia,&#8221; sahut ahli perhiasan. Ia  lalu bekerja d sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia ingin menciptakan  kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi Putri.</p>
<p>Hari  ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana.  Ketika Prabu dan Ratu datang, orang menyambutnya dengan gembira.  Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul  di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.</p>
<p>Prabu  lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya.  &#8220;Putriku tercinta, hari ini aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini  pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu.  Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu  tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak,&#8221; kata Prabu.</p>
<p>Putri  menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. &#8220;Aku tak mau  memakainya. Kalung ini jelek!&#8221; seru Putri. Kemudian ia melempar kalung  itu. Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di  lantai.</p>
<p>Itu sungguh mengejutkan. Tak  seorang pun menyangka, Putri akan berbuat seperti itu. Tak seorang pun  bicara. Suasana hening. Tiba-tiba terdengar tangisan Ratu. Tangisannya  diikuti oleh semua orang.</p>
<p>Tiba-tiba  muncul mata air dari halaman istana. Mula-mula membentuk kolam kecil.  Lalu istana mulai banjir. Istana pun dipenuhi air bagai danau. Lalu  danau itu makin besar dan menenggelamkan istana.</p>
<p>Sekarang,  danau itu disebut Talaga Warna. Danau itu berada di daerah puncak. Di  hari yang cerah, kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan  mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman,  bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orang mengatakan,  warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>kumpulan nama bayi dan artinya</li><li>nama nama jawa dan artinya</li><li>kumpulan nama bayi jawa dan artinya</li><li>nama anak jawa dan artinya</li><li>nama nama bayi jawa dan artinya</li><li>kumpulan nama dan artinya</li><li>nama nama bayi dan artinya</li><li>nama bayi raja jawa</li><li>nama jawa dan artinya</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> lucu dari daerah</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-daerah-telaga-warna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat Aceh : Mentiko Betuah</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-mentiko-betuah.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-mentiko-betuah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 05:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Mentiko Betuah]]></category>
		<category><![CDATA[Rohib]]></category>
		<category><![CDATA[Sinabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Nanggroe Aceh Darussalam merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang juga wilayahnya terdiri dari beberapa pulau kecil, salah satu di antaranya adalah Pulau Simeulue. Namun, pulau ini tidak sepopuler dengan pulau-pulau lainnya yang ada di daerah ini, seperti Pulau Weh, yang terkenal dengan Kota Sabang dan titik 0 (nol) kilometernya, yaitu sebagai wilayah Indonesia yang terletak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i54.tinypic.com/2powig5.jpg" alt="Cerita Rakyat Aceh : Mentiko Bertuah" width="184" height="237" /></a>Nanggroe   <a href="http://bom2000.com/tag/aceh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aceh">Aceh</a> Darussalam merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang juga  wilayahnya  terdiri dari beberapa pulau kecil, salah satu di antaranya  adalah Pulau Simeulue.  Namun, pulau ini tidak sepopuler dengan  pulau-pulau lainnya yang ada di daerah  ini, seperti Pulau Weh, yang  terkenal dengan Kota Sabang dan titik 0 (nol)  kilometernya, yaitu  sebagai wilayah Indonesia yang terletak paling barat.</p>
<p>Simeulue   termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,  hasil  pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejah tahun 2000, yang  terletak di tengah  Lautan Hindia dan beribukota <a href="http://bom2000.com/tag/sinabang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sinabang">Sinabang</a>. Kabupaten  Simeulue terkenal dengan Kerbau  Simeulue dan hasil cengkehnya, sehingga  Pulau Simeulue pernah mendapat gelar  “Pulau Cengkeh” sebelum akhirnya  batang-batang cengkeh itu tidak memiliki harga  lagi di pasaran.</p>
<p><span id="more-178"></span></p>
<p>Keistimewaan   lain yang dimiliki oleh Kabupaten Simeulue adalah keanekaragaman  budayanya,  seperti bahasa, upacara-upacara tradisional, permainan  rakyat dan <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>-cerita  rakyatnya. Salah satu <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>  rakyat yang  sangat terkenal di kalangan masyarakat Simeulue yaitu <em><a href="http://bom2000.com/tag/mentiko-betuah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mentiko Betuah">Mentiko Betuah</a>.</em> Cerita  ini mengisahkan tentang pengembaraan <a href="http://bom2000.com/tag/rohib" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rohib">Rohib</a>, seorang anak <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a>  dari <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">Kerajaan</a>  Aceh, yang diusir oleh ayahnya karena tidak berhasil  menyelesaikan pendidikannya.  <a href="http://bom2000.com/tag/rohib" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rohib">Rohib</a>  mengembara dari satu kampung ke kampung  lainnya sebagai pedagang  dengan menyusuri hutan belantara. Uang yang dipakai  untuk berdagang  tersebut adalah pemberian ayahnya, namun dengan satu syarat,  uang itu  tidak boleh habis kecuali untuk modal berdagang.</p>
<p>Selama  dalam perjalanan atau pengembaraannya, Rohib selalu  menemukan  orang-orang kampung yang menganiaya <a href="http://bom2000.com/tag/binatang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Binatang">binatang</a>. Oleh karena tidak tega   melihat <a href="http://bom2000.com/tag/binatang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Binatang">binatang</a> yang tak berdosa itu dianiaya, ia pun memberi mereka  imbalan  uang jika mereka mau menghentikan perbuatan itu. Akhirnya tanpa  disadarinya,  uang untuk modal berdagang telah habis ia bagi-bagikan  kepada mereka. Menyadari  hal itu, ia pun merasa khawatir jika nanti  pulang ke istana. Tentu  ayahnya akan bertambah marah kepadanya, sebab sebelum  berangkat  berdagang, ia berjanji akan berbuat baik dan membawa pulang  keuntungan  yang banyak untuk orang tuanya. Di tengah kebingungan tersebut, apa   yang akan dilakukan Rohib agar ia tidak dimarahi oleh ayahnya? Adakah  orang  yang akan menolongnya? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya  dalam cerita <em>Mentiko  Betuah</em> berikut ini!</p>
<p><strong>* * *</strong></p>
<p><strong>Konon,</strong> pada  zaman dahulu di negeri Semeulue, tersebutlah seorang raja yang  kaya-raya. Raja  itu sangat disenangi oleh rakyatnya, karena  kedermawanannya. Namun, ia tidak  memiliki anak setelah sepuluh tahun  menikah dengan permaisurinya. Oleh karena  sudah tidak tahan lagi ingin  punya keturunan, Raja itu pun pergi bersama  permaisurinya ke hulu  sungai yang airnya sangat dingin untuk berlimau dan  bernazar, agar  dikaruniai seorang anak yang kelak akan mewarisi tahta kerajaan.</p>
<p>Tempat  yang akan dituju itu berada sangat jauh dari  keramaian. Untuk menuju  ke sana, mereka harus menyusuri hutan belantara, menyeberangi   sungai-sungai, serta mendaki dan menuruni gunung. Mereka pun berangkat  dengan  membawa bekal secukupnya. Setiba kedua suami-istri di sana,  mereka mulai  melaksanakan maksud dari kedatangan mereka. Setelah  sehari-semalam berlimau dan  bernazar, mereka pun kembali ke istana.</p>
<p>Setelah  menunggu berhari-hari dan berminggu-minggu, akhirnya  doa mereka  terkabul. Permaisuri diketahui telah mengandung satu bulan. Delapan  bulan  kemudian, Permaisuri pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan  diberinya nama  Rohib. Raja sangat gembira menyambut kelahiran putranya  itu, yang selama ini  diidam-idamkannya. Raja kemudian memukul beduk  untuk memberitahukan kepada  seluruh rakyatnya agar berkumpul di pendopo  istana. Selanjutnya, Raja  menyampaikan bahwa ia hendak mengadakan  selamatan sebagai tanda syukur atas  rahmat Tuhan yang telah  menganugerahinya anak. Keesokan harinya, selamatan pun dilangsungkan sangat  meriah dengan berbagai macam pertunjukan.</p>
<p>Raja  dan permaisuri mendidik dan membesarkan putra mereka  dengan penuh  kasih sayang. Mereka sangat memanjakannya, sehingga anak itu  tumbuh  menjadi anak yang sangat manja. Waktu terus berlalu, Rohib pun bertambah   besar. Rohib kemudian dikirim oleh orang tuanya ke kota untuk belajar  di sebuah  perguruan. Sebelum berangkat, Rohib mendapat pesan dari  ayahnya agar belajar  dengan tekun. Setelah itu, ia pun berpamitan  kepada orang tuanya. Sudah beberapa  tahun Rohib belajar, Rohib belum  juga mampu menyelesaikana pelajarannya karena sudah  terbiasa manja.  Ayahnya menjadi sangat marah kepadanya, bahkan ingin menghukumnya,   ketika ia kembali ke istana.</p>
<p>“Hai, Rohib! Anak macam apa kamu! Dasar  anak keras kepala! Sudah tidak mau mendengar  nasihat orang tua.  Pengawal! Gantung anak ini sampai mati!” perintah sang Raja.  Mendengar  perintah suaminya kepada pengawal, Permaisuri pun segera bersujud di   hadapan suaminya.</p>
<p>“Ampun, Kakanda! Rohib adalah anak kita satu-satunya. Adinda mohon, Rohib jangan dihukum mati. Berilah ia  hukuman lainnya!” pinta sang Permaisuri kepada suaminya.</p>
<p>“Tapi, Kanda sudah muak melihat muka anak ini!” jawab sang  Raja dengan geramnya.</p>
<p>“Bagaimana  kalau kita usir saja dia dari istana ini? Tapi  dengan syarat, Kakanda  bersedia memberinya uang sebagai modal untuk berdagang,”  usul sang  Permaisuri.</p>
<p>“Baiklah,  Dinda! Usulan Dinda aku terima. Tapi dengan  syarat, uang yang aku  berikan kepada Rohib tidak boleh ia habiskan kecuali  untuk berdagang,”  jawab sang Raja.</p>
<p>“Bagaimana pendapatmu, Anakku?” Permaisuri balik bertanya  kepada Rohib.</p>
<p>“Baiklah, Bunda! Rohib bersediah memenuhi  syarat itu. Terima kasih, Bunda!” jawab Rohib.</p>
<p>“Jika  kamu melanggar lagi, maka tidak ada ampun bagimu, Rohib!” tambah Raja menegaskan  kepada putranya itu.</p>
<p>Setelah  itu, Rohib berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi berdagang. Ia  pergi dari satu kampung ke kampung dengan menyusuri  hutan belantara.  Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan anak-anak kampung yang  sedang  menembak burung dengan ketapel.</p>
<p>“Wahai,  Saudara-saudaraku! Janganlah kalian menganiaya  burung itu, karena  burung itu tidak berdosa.” tegur si Rohib kepada anak-anak  itu.</p>
<p>“Hei, kamu siapa? Berani-beraninya kamu melarang kami,” bantah  salah seorang dari anak-anak kampung itu.</p>
<p>“Jika kalian berhenti menembaki burung itu, aku akan  memberi kalian uang,” tawar Rohib.</p>
<p>Anak-anak kampung itu menerima tawaran Rohib.</p>
<p>Setelah  memberikan uang kepada mereka, Rohib pun  melanjutkan perjalanannya.  Belum jauh berjalan, ia menemukan lagi orang-orang kampung  yang sedang  memukuli seekor ular. Rohib tidak tega melihat perbuatan mereka   tersebut. Ia kemudian memberikan uang kepada orang-orang tersebut agar  berhenti  menganiaya ular itu. Setelah itu, ia melanjutkan lagi  perjalanannya menyusuri  hutan lebat menuju ke sebuah perkampungan.  Demikian seterusnya, selama dalam  perjalanannya, ia selalu memberi uang  kepada orang-orang yang menganiaya  binatang, sehingga tanpa  disadarinya uang yang seharusnya dijadikan modal  berdagang sudah habis.</p>
<p>Setelah  sadar, ia pun mulai gelisah dan berpikir bagaimana  jika ia pulang ke  istana. Tentu ayahnya akan sangat marah dan akan  menghukumnya. Apalagi  ia telah dua kali melakukan kesalahan besar, pasti ayahnya  tidak akan  mengampuninya lagi. Oleh karena kelelahan seharian berjalan, ia pun   memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. Ia  kemudian  duduk di atas sebuah batu besar yang ada di bawah pohon itu  sambil menangis  tersedu-sedu. Pada saat itu, tiba-tiba seekor ular  besar mendekatinya. Rohib  sangat ketakutan, mengira dirinya akan  dimangsa ular itu.</p>
<p>“Jangan takut, Anak muda! Saya tidak akan memakanmu,” kata  ular itu. Melihat ular itu dapat  berbicara, rasa takut Rohib pun mulai hilang.</p>
<p>“Hai, Ular besar! Kamu siapa? Kenapa kamu bisa  berbicara?” tanya si Rohib mulai akrab.</p>
<p>“Aku adalah Raja Ular di hutan ini,” jawab ular itu.</p>
<p>“Kamu sendiri siapa? Kenapa kamu bersedih?” ular itu  balik bertanya kepada si Rohib.</p>
<p>“Aku  adalah si Rohib,” jawab Rohib, lalu menceritakan  semua masalahnya dan  semua kejadian yang telah dialami selama dalam perjalanannya.</p>
<p>“Kamu adalah anak yang baik, Hib,” kata Ular itu dengan  akrabnya.</p>
<p>“Karena  kamu telah melindungi hewan-hewan di hutan ini  dari orang-orang  kampung yang menganiayanya, aku akan memberimu hadiah sebagai tanda   terima kasihku,” tambah ular itu lalu   kemudian mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.</p>
<p>“Benda apa itu?” tanya si Rohib penasaran.</p>
<p>“Benda itu adalah benda yang sangat ajaib. Apapun yang  kamu minta, pasti akan dikabulkan. Namanya <em>Mentiko Betuah,”</em> jelas Ular  itu, lalu pergi meninggalkan si Rohib.</p>
<p>Sementara itu, Rohib masih asyik mengamati <em>Mentiko  Betuah</em> itu. “Waw, hebat sekali benda ini. Berarti benda ini bisa menolongku   dari kemurkaan ayah,” gumam Rohib dengan perasaan gembira. Berbekal <em>Mentiko  Betuah</em> itu, Rohib memberanikan diri kembali ke istana untuk menghadap  kepada  ayahnya. Namun, sebelum sampai di istana, terlebih dahulu ia memohon   kepada <em>Mentiko Betuah</em> agar memberinya uang yang banyak untuk   menggantikan modalnya yang telah dibagi-bagikan kepada orang-orang  kampung, dan  keuntungan dari hasil dagangannya. Ayahnya pun sangat  senang menyambut putranya  yang telah membawa uang yang banyak dari  hasil dagangannya. Akhirnya, Rohib  diterima kembali oleh ayahnya dan  terbebas dari ancaman hukuman mati. Semua itu  berkat pertolongan <em>Mentiko Betuah,</em> pemberian ular itu.</p>
<p>Setelah itu, Rohib berpikir bagaimana cara untuk menyimpan  <em>Mentiko Betuah</em> itu agar tidak hilang. Suatu hari, ia menemukan sebuah  cara, yaitu ia hendak menempanya menjadi sebuah cincin. Lalu dibawanya <em>Mentiko  Betuah</em> itu kepada seorang tukang emas. Namun tanpa disangkanya, tukang emas   itu menipunya dengan membawa lari benda itu. Oleh karena Rohib sudah  bersahabat  dengan hewan-hewan, ia pun meminta bantuan kepada mereka.  Tikus, kucing dan  anjing pun bersedia menolongnya. Anjing dengan indera  penciumannya, berhasil  menemukan jejak si tukang emas, yang telah  melarikan diri ke seberang sungai. Kini,  giliran si Kucing dan si Tikus  untuk mencari cara bagaimana cara mengambil  cincin itu yang disimpan  di dalam mulut tukang emas. Pada tengah malam, si Tikus  memasukkan  ekornya ke dalam lubang hidung si Tukang Emas yang sedang tertidur. Tak   berapa lama, Tukang Emas itu bersin, sehingga <em>Mentiko Betuah</em> terlempar  keluar dari mulutnya. Pada saat itulah, si Tikus segera mengambil benda itu.</p>
<p>Namun, ketika <em>Mentiko Betuah</em> akan dikembalikan  kepada Rohib, si Tikus menipu kedua temannya dengan mengatakan bahwa <em>Mentiko  Betuah</em> terjatuh ke dalam sungai. Padahal sebenarnya benda itu ada di dalam   mulutnya. Pada saat kedua temannya mencari benda itu ke dasar sungai, ia  segera  menghadap kepada si Rohib. Dengan demikian, si Tikuslah yang  dianggap sebagai  pahlawan dalam hal ini. Sementara, si Kucing dan si  Anjing merasa sangat  bersalah, karena tidak berhasil membawa <em>Mentiko Betuah</em>. Ketika diketahui  bahwa si Rohib telah menemukan <em>Mentiko Betuah</em>nya, yang dibawa oleh si  Tikus, maka tahulah si Kucing dan si Anjing bahwa si Tikus telah melakukan  kelicikan.</p>
<p>Menurut  masyarakat setempat, bahwa berawal dari cerita inilah  mengapa tikus  sangat dibenci oleh anjing dan kucing hingga saat ini.</p>
<p>* * *</p>
<p>Cerita  rakyat di atas termasuk ke dalam cerita-cerita  teladan yang mengandung  pesan-pesan moral. Ada beberapa pesan moral yang dapat  dijadikan  sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, yaitu di antaranya;  sikap  suka menolong, akibat buruk terlalu memanjakan anak dan akibat buruk  suka  berbuat licik. <em>Pertama,</em> sikap suka menolong. Sikap ini  tercermin pada  sikap Rohib yang selalu melindungi hewan-hewan dari  orang-orang kampung yang  menganiayanya, meskipun ia harus berkorban  dengan memberikan uang modal  dagangannya kepada mereka. Namun, berkat  ketulus-ikhlasannya tersebut, ia  mendapat pertolongan dari seekor ular,  sehingga ia terbebas dari hukuman  ayahnya. Sikap Rohib ini sangat  patut untuk dijadikan sebagai suri teladan  dalam kehidupan sehari-hari.  Sikap ini juga sangat diutamakan dalam kehidupan  orang-orang Melayu,  sebagaimana yang dikemukakan dalama tunjuk ajar Melayu  berikut ini:</p>
<p><em>wahai ananda dengarlah amanat,<br />
tulus dan ikhlas jadikan azimat<br />
berkorban menolong sesama umat<br />
semoga hidupmu beroleh rahmat</em></p>
<p><em>Kedua</em>,  akibat  buruk terlalu memanjakan anak. Sikap ini tercermin pada kedua  orang tua Rohib  yang selalu memanjakannya ketika ia masih kecil.  Akibatnya, sifat manja itu  terbawa-bawa sampai Rohib menjadi besar.  Oleh karena sifat manjanya itu, ia tidak  berhasil menyelesaikan  pendidikannya di kota sebagaimana yang diharapkan oleh orang  tuanya.  Sikap terlalu memanjakan anak ini tidak patut untuk dijadikan suri   teladan, karena sangat memengaruhi perkembangan mental dan perilaku  anak. Sifat  manja dapat membuat anak menjadi malas belajar. Anak yang  malas belajar, tentu  memiliki wawasan yang sempit. Terkait dengan sifat  malas belajar dan berwawasan  sempit ini, Tenas Effendy dalam bukunya <em>“Ejekan” Terhadap Orang Melayu Riau  dan Pantangan Orang Melayu Riau</em> menyebutkan beberapa ungkapan pantangan mengenai  kedua sifat tersebut, yaitu:</p>
<p><em>Pertama</em>,  ungkapan tentang sifat malas belajar dikatakan:</p>
<p><em>menuntut ilmu bermalas-malas,<br />
orang tegak awak terlindas</em></p>
<p><em>Kedua, </em>ungkapan tentang sifat berwawasan sempit  dikatakan:</p>
<p><em>kalau hidup tidak senonoh,<br />
pandangan sempit pikiran bodoh</em></p>
<p><em>Ketiga, </em>akibat   buruk suka berbuat curang dan licik. Sikap ini tercermin pada perilaku  si Tikus  yang telah menipu si Kucing dan si Anjing, karena hanya ingin  mencari muka dan  mendapat pujian dari si Rohib, putra raja itu. Akibat  kelicikannya itu, ia pun  sangat dibenci oleh kucing dan anjing. Sikap  licik ini termasuk sifat yang  tercela, sehingga tidak patut untuk  dijadikan sebagai suri teladan dalam  kehidupan sehari-hari. Terkait  dengan sifat curang dan licik ini, Tenas Effendy  juga menyatakannya  dalam ungkapan seperti berikut:</p>
<p><em>apa tanda orang yang licik,<br />
janji mungkir cakap terbalik</em></p>
<p>(SM/sas/48/12-07)</p>
<p><em>Sumber:</em></p>
<ul>
<li>Isi cerita disadur dari Sufi, Rusdi, dkk., 2004. <em>Keanekaragaman  Suku dan Budaya di Aceh.</em> Nanggroe Aceh Darussalam: Balai Kajian Sejarah dan  Nilai Tradisional  Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi  Nanggroe Aceh  Darussalam.</li>
<li>Effendy, Tenas. 2006. <em>Tunjuk Ajar</em> <em>Melayu.</em> Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan  AdiCita Karya Nusa.</li>
<li>&#8212;&#8212;-. 1994. <em>“Ejekan” Terhadap Orang Melayu Riau dan  Pantangan Orang Melayu Riau. </em>Pekanbaru: Bappeda Tingkat I Riau.<em> </em></li>
<li>Astuti,  Palupi P. “Kabupaten Kepulauan Simeulue”, <em>Libtang Kompas, (</em>http://www.kompas.com/kompas-cetak/0307/23/otonomi/450048.htm,  diakses tanggal 7 Desember 2007)</li>
<li>Anonim.  “Kabupaten Simeulue”, (http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Simeulue,  diakses tanggal 7 Desember 2007)</li>
</ul>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a></li><li>cerita rakyat aceh</li><li>kumpulan cerita rakyat aceh</li><li>pahlawan dari <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Barat">jawa barat</a></li><li>nama nama pahlawan jawa barat</li><li>KUMPULAN CERITA RAKYAT YOGYAKARTA</li><li>asal usul kota yogyakarta</li><li>nama-nama pahlawan jawa barat</li><li>cerita rakyat jogja</li><li>suku di yogyakarta</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-aceh-mentiko-betuah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat : Batu Golog</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-batu-golog.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-batu-golog.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 16:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Golog]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Sawing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat <a href="http://bom2000.com/tag/sungai-sawing" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sungai Sawing">Sungai Sawing</a> di <a href="http://bom2000.com/tag/nusa-tenggara-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Nusa Tenggara Barat">Nusa Tenggara Barat</a> hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain<br />
Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa <a href="http://bom2000.com/tag/desa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Desa">desa</a> menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.<br />
Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.<br />
<span id="more-170"></span><br />
Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.”</p>
<p>Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.</p>
<p>Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.</p>
<p>Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.</p>
<p>Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>sejarah batu ceper</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/batu-golog" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Batu Golog">Batu Golog</a></li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> batu golog</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> batu golog ( nusa tenggara barat )</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/mitos" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mitos">mitos</a> nusa tenggara barat</li><li>makalah sejarah daerah ntb</li><li>Kumpulan <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> dari NTB</li><li>dialoq cerita rakyat batu goloq dari nusa tenggara barat</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">Legenda</a> dari nusa tenggara barat</li><li>legenda nusa tenggara barat</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-batu-golog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos Kisah Datuk Darah Putih</title>
		<link>http://bom2000.com/mitos-kisah-datuk-darah-putih.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/mitos-kisah-datuk-darah-putih.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 16:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Datuk Darah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Mitos Datuk Darah Putih merupakan cerita tentang seorang panglima perang kerajaan yang ada di daerah dusun Sungai Aro, kabupaten Tebo, Jambi. Mitos tentang Datuk Darah Putih ini dipercayai oleh masyarakat dusun sungai Aro sebagai seorang panglima yang mempunyai darah berwarna putih bila mengalami luka ditubuhnya. Cerita tentang Datuk Darah Putih disebutkan pada masa penjajahan Belanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://oi52.tinypic.com/xn6kiq.jpg" alt="Kisah Datuk Darah Putih" width="250" height="228" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/mitos" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mitos">Mitos</a> <a href="http://bom2000.com/tag/datuk-darah-putih" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Datuk Darah Putih">Datuk Darah Putih</a> merupakan <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> tentang seorang panglima  perang <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">kerajaan</a> yang ada di daerah dusun Sungai Aro, kabupaten Tebo,  Jambi. Mitos tentang Datuk Darah Putih ini dipercayai oleh masyarakat  dusun sungai Aro sebagai seorang panglima yang mempunyai darah berwarna  putih bila mengalami luka ditubuhnya.</p>
<p>Cerita tentang Datuk Darah Putih disebutkan pada masa penjajahan <a href="http://bom2000.com/tag/belanda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Belanda">Belanda</a>  ke daerah Sungai Aro. <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> sungai Aro merasa khawatir akan nasib  rakyatnya yang terbelenggu rantai penjajahan. Bermusyawarahlah <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a>  dengan para panglima untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan serangan  yang akan menimpa kerajaan. Keputusan <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> bahwa gerakan Belanda harus  dihadang di laut. Berdasarkan strategi tempat penghadangan adalah di  Pulau Berhala. Tugas itu  dibebankan pada Datuk Darah Putih.</p>
<p><span id="more-156"></span>Perintah itu diterima dengan tegas  walau saat itu istri Datuk Darah Putih sedang hamil tua. Perpisahan itu  tanpa isak tangis sang istri. Istrinya tahu bahwa suaminya pergi  berjuang untuk membela Jambi dari jajahan Belanda. Datuk Darah Putih dan  seluruh anggota pasukan pilihan tersebut berjalan dengan gagah  berselempan semangat dan kejantanan yang tinggi.</p>
<p>Sesampainya di Pulau Berhala Datuk Darah Putih dan pasukannya  mendirikan benteng pertahanan mulai dari pantai sampai ke puncak bukit.  Beberapa hari kemudian kapal pasukan Belanda datang ke Pulau Berhala  untuk mengambil persediaan minum. Pada saat itulah serangan mendadak  pasukan Datuk Darah Putih dilancarkan ke Belanda. Karena sama sekali  tidak mengira serangan itu membuat Belanda kewalahan dan akhirnya kalah  oleh pasukan Datuk Darah Putih. Seluruh isi kapal disita dan kapal  Belanda dibakar.</p>
<p>Menjelang malam keempat setelah kemenangannya Datuk Darah Putih  dan pasukannya kembali menghadang Belanda yang dating di tengah laut.  Pertempuran pun berlangsung beberapa hari dan ternyata pihak Belanda  jauh lebih besar dan kuat dalam persenjataan. Kekalahan dalam jumlah dan  senjata yang akhirnya membuat pasukan Datuk Darah Putih kalah. Di  pertempuran itu Datuk Darah Putih terpenggal kepalanya oleh pedang  prajurit Belanda. Kapalnya pun hancur dan tenggelam ke laut. Dari urat  leher yang terputus bersimbah darah berwarna putih masih terdengar suara  Datuk Darah Putih yang memerintahkan anak buahnya untuk segera  membawanya mundur sedangkan yang lain meneruskan perlawanan. Oleh anak  buahnya, Datuk Darah Putih di bawa ke benteng pertahanan. Kemudian Datuk  Darah Putih memerintahkan anak buahnya untuk mencari batu sengkalan  (penggiling cabai) untuk menutup lukanya. Setelah menutup lukanya dengan  batu sengkalan maka berhentilah darah yang mengalir. Seperti tidak  mengalami kecelakaan, Datuk Darah Putih beserta anak buahnya kembali  bergabung dengan anggota pasukannya. Ia mengamuk dan menghantam habis  semua serdadu Belanda. Pertempuran akhirnya dimenangi oleh Belanda.</p>
<p>Esok harinya Datuk Darah Putih kembali ke Negeri Sungai Aro.  Ketika sampai di Sungai Aro, ia dipapah menuju rumahnya dan ia tidak  mampir menghadap raja terlebih dahulu. Rakyat ikut mengiringinya sampai  ke anak tangga rumah. Sang istri telah menunggu dan telah melahirkan  seorang putra. Melihat kondisi suaminya yang sudah tanpa kepala, ia  tetap pasrah dan kepulangan itu juga tidak ditangisinya. Kemudian Datuk  Darah Putih perlahan meraih bayi dalam buaian. Sang bayi diam terlelap  dalam tidurnya dan dengan kedua tangan yang kokoh Datuk Darah Putih  mendekap anaknya ke dadanya dan kembali meletakkannya di buaian.  Orang-orang yang hadir tenggelam dalam keharuan dan melinangkan air mata  melihat dan merasakan seolah-olah ada dialog perpisahan diantara ayah  dan anak, diantara suami dan istri, diantara panglima dan anak buahnya.  Datuk Darah Putih pelan-pelan tertunduk dan kemudian berbaring di dekat  buaian anak tercinta, anak ang hanya dapat dirabanya dan didekapnya tana  mengetahui bentuk dan rupanya. Bersamaan dengan suara zan ashar yang  sayup-sayup sampai dari kejauhan, tubuh Datuk Darah Putih terbujur kaku  tak bernafas lagi.</p>
<p>Mitos tentang Datuk Darah Putih ini merupakan salah satu cerita  rakyat Jambi yang ada di daerah Kabupaten Tebo. Mitos ini kemudian  dituliskan dalam sebuah buku Geografi Pariwisata Kabupaten Bungo Tebo  (1999) oleh Junaidi T. Noor yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten  Dati II Bungo Tebo (pada waktu itu Bungo Tebo masih dalam satu  kabupaten. Pada tahun 2000, otonomi daerah menyebabkan kabupaten itu  terpisah menjadi dua kabupaten, yaitu kabupaten Bungo dan kabupaten  Tebo).</p>
<p>Sumber: <a href="http://yayasanlangit.blogspot.com/">yayasanlangit.blogspot.com</a></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cerita datuk darah putih</li><li>datuk darah putih</li><li>mitos daerah jambi</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> dialog</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> kalimantan selatan</li><li>sejarah kerajaaan haru masa datuk darah putih</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> kerajaan di tengah sungai</li><li>cerita rakyat daerah kalimantan selatan</li><li>berita atau sejarah dato</li><li>legenda datuk darah putih</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/mitos-kisah-datuk-darah-putih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macan, Raja yang Meredam Kekacauan Dunia</title>
		<link>http://bom2000.com/macan-raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/macan-raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 05:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Macan]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Shio]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering terheran dengan simbol-simbol mitologi China karena di mana pun di dunia, raja dari segala binatang adalah singa, bukan macan. Konon, menurut legenda China pada zaman dahulu kala, singa termasuk salah satu shio dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada macan. Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-full wp-image-146" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Raja Hutan" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/02/macan.jpg" alt="Raja Hutan" width="150" height="150" /></a>Kita sering terheran dengan simbol-simbol mitologi <a href="http://bom2000.com/tag/china" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with China">China</a> karena di mana pun di dunia, <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> dari segala <a href="http://bom2000.com/tag/binatang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Binatang">binatang</a> adalah singa, bukan <a href="http://bom2000.com/tag/macan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Macan">macan</a>. Konon, menurut <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> China pada zaman dahulu kala, singa termasuk salah satu <a href="http://bom2000.com/tag/shio" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Shio">shio</a> dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada <a href="http://bom2000.com/tag/macan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Macan">macan</a>.</p>
<p>Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari struktur shio. Tetapi Dewa Utama tidak bisa begitu saja melakukannya karena singa adalah raja dari segala raja binatang. Kalau singa mau disingkirkan, perlu binatang baru untuk mengontrol binatang-binatang yang ada. Dia teringat sama macan.<br />
<span id="more-145"></span>Macan sendiri adalah makhluk yang tidak penting di dunia manusia, lanjut legenda yang ada. Namun, ketika macan belajar keahlian bertarung dari kucing, sang macan menjadi ksatria gagah berani. Semua binatang yang menantang dia akan mati atau luka parah sekali. Macan yang selalu menang dalam perkelahian menjadi terkenal karena keahliannya.</p>
<p>Karena macan menjadi sangat terkenal, Dewa Utama memanggilnya ke kahyangan. Setibanya di sana, macan pun berhasil mengalahkan semua ksatria Dewa Utama. Setelah memenangkan semua pertempuran, macan pun menjadi salah satu ksatria penting Dewa Utama.</p>
<p>Aksara raja</p>
<p>Namun, setelah macan menjadi salah satu ksatria penting Dewa Utama, binatang-binatang di dunia mulai menyerang manusia karena kurangnya pengawasan. Berbagai kejadian telah menarik perhatian Dewa Utama, dan kemudian memerintahkan turun ke bumi untuk melindungi umat manusia.</p>
<p>Macan kemudian meminta persyaratan untuk setiap perkelahian yang dimenangkan, ia ingin mendapat penghargaan. Permintaannya dikabulkan oleh Dewa Utama. Setelah tiba di bumi, macan mempelajari kalau singa, beruang, dan kuda adalah binatang paling kuat. Macan menantang semua dan menang.</p>
<p>Ketika berbagai makhluk jahat mendengar kemenangan macan, semua bersembunyi di hutan yang tidak berpenghuni dan tidak pernah terlihat lagi. Seluruh umat manusia berterima kasih kepada macan karena mengalahkan makhluk-makhluk jahat.</p>
<p>Macan pun kembali ke kahyangan. Karena macan telah menang tiga kali, Dewa Utama menempatkan tiga garis utama di kening sang macan. Lewat beberapa waktu, dunia kembali dikacaukan oleh seekor kura-kura yang memiliki kekuatan magis jahat. Bumi dibanjiri air bah oleh kura-kura tersebut.</p>
<p>Macan kembali dikirim ke bumi dan membunuh kura-kura jahat tersebut. Dewa Utama kemudian memberikan penghargaan dengan menambah garis horizontal di tengah tiga garis yang dihadiahkan di kening macan. Penambahan garis ini membentuk aksara China ”wang” yang berarti raja. Aksara kanji ”wang” ini sampai sekarang masih terlihat di kening macan.</p>
<p>Ketika Dewa Utama mendengar kebrutalan singa di dunia, diputuskan status shio singa dicopot dan macan dipilih untuk menggantikan singa dalam strata shio kepercayaan China. Selain memiliki status shio, macan pun dinobatkan sebagai raja dari segala binatang. Macan dalam legenda China disimbolkan sebagai peredam kekacauan yang terjadi di bumi.(rlp)</p>
<p>Sumber: <a title="Kompas" href="http://www.kompas.com" target="_blank">Kompas</a></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> macan</li><li>gambar macan pajajaran</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/mitos" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mitos">mitos</a> dan sejarah shio</li><li>legenda pendekar madura</li><li>sejarah dewa macan</li><li>sejarah hewan raja singa</li><li>putri keong dan pangeran kodok</li><li>sejarah pendekar madura</li><li>nama pangeran dari serang</li><li>mitos hewan kalimantan selatan</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/macan-raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat : Banta Berensyah</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-rakyat-banta-berensyah.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-rakyat-banta-berensyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 15:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Banta Berensyah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Nanggro Aceh Darussalam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Banta Berensyah adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin. Ia sangat rajin bekerja dan selalu bersabar dalam menghadapi berbagai hinaan dari pamannya yang bernama Jakub. Berkat kerja keras dan kesabarannya menerima hinaan tersebut, ia berhasil menikah dengan seorang putri raja yang cantik jelita dan dinobatkan menjadi raja. Bagaimana kisahnya? Ikuti cerita Banta Berensyah berikut ini! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i53.tinypic.com/219ax5w.jpg" alt="Cerita Rakyat : Banta Berensyah" width="289" height="242" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/banta-berensyah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banta Berensyah">Banta Berensyah</a> adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin. Ia sangat rajin bekerja dan selalu bersabar dalam menghadapi berbagai hinaan dari pamannya yang bernama Jakub. Berkat kerja keras dan kesabarannya menerima hinaan tersebut, ia berhasil menikah dengan seorang putri <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> yang cantik jelita dan dinobatkan menjadi <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a>. Bagaimana kisahnya? Ikuti <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> Banta Berensyah berikut ini!</p>
<p>Alkisah, di sebuah dusun terpencil di daerah Nanggro <a href="http://bom2000.com/tag/aceh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Aceh">Aceh</a> Darussalam, hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Banta Berensyah. Banta Berensyah seorang anak yang rajin dan mahir bermain suling. Kedua ibu dan anak itu tinggal di sebuah gubuk bambu yang beratapkan ilalang dan beralaskan dedaunan kering dengan kondisi hampir roboh. Kala hujan turun, air dengan leluasa masuk ke dalamnya. Bangunan gubuk itu benar-benar tidak layak huni lagi. Namun apa hendak dibuat, jangankan biaya untuk memperbaiki gubuk itu, untuk makan sehari-hari pun mereka kesulitan.<span id="more-137"></span>Untuk bertahan hidup, ibu dan anak itu menampi sekam di sebuah kincir padi milik saudaranya yang bernama Jakub. Jakub adalah saudagar kaya di dusun itu. Namun, ia terkenal sangat kikir, loba, dan tamak. Segala perbuatannya selalu diperhitungkan untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Terkadang ia hanya mengupahi ibu Banta Berensyah dengan segenggam atau dua genggam beras. Beras itu hanya cukup dimakan sehari oleh janda itu bersama anaknya.</p>
<p>Pada suatu hari, janda itu berangkat sendirian ke tempat kincir padi tanpa ditemani Banta Berensyah, karena sedang sakit. Betapa kecewanya ia saat tiba di tempat itu. Tak seorang pun yang menumbuk padi. Dengan begitu, tentu ia tidak dapat menampi sekam dan memperoleh upah beras. Dengan perasaan kecewa dan sedih, perempuan paruh baya itu kembali ke gubuknya. Setibanya di gubuk, ia langsung menghampiri anak semata wayangnya yang sedang terbaring lemas. Wajah anak itu tampak pucat dan tubuhnya menggigil, karena sejak pagi perutnya belum terisi sedikit pun makanan.</p>
<p>“Ibu&#8230;! Banta lapar,” rengek Banta Berensyah.</p>
<p>Janda itu hanya terdiam sambil menatap lembut anaknya. Sebenarnya, hati kecilnya teriris-iris mendengar rengekan putranya itu. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak ada sama sekali makanan yang tersisa. Hanya ada segelas air putih yang berada di samping anaknya. Dengan perlahan, ia meraih gelas itu dan mengulurkannya ke mulut Banta Berensyah. Seteguk demi seteguk Banta Berensyah meminum air dari gelas itu sebagai pengganti makanan untuk menghilangkan rasa laparnya. Setelah meminum air itu, Banta merasa tubuhnya sedikit mendapat tambahan tenaga. Dengan penuh kasih sayang, ia menatap wajah ibunya. Lalu, perlahan-lahan ia bangkit dari tidurnya seraya mengusap air mata bening yang keluar dari kelopak mata ibunya.</p>
<p>“Kenapa ibu menangis?” tanya Banta dengan suara pelan.</p>
<p>Mulut perempuan paruh baya itu belum bisa berucap apa-apa. Dengan mata berkaca-kaca, ia hanya menghela nafas panjang. Banta pun menatap lebih dalam ke arah mata ibunya. Sebenarnya, ia mengerti alasan kenapa ibunya menangis.</p>
<p>“Bu! Banta tahu mengapa Ibu meneteskan air mata. Ibu menangis karena sedih tidak memperoleh upah hari ini,” ungkap Banta.</p>
<p>“Sudahlah, Bu! Banta tahu, Ibu sudah berusaha keras mencari nafkah agar kita bisa makan. Barangkali nasib baik belum berpihak kepada kita,” bujuknya.</p>
<p>Mendengar ucapan Banta Berensyah, perempuan paruh baya itu tersentak. Ia tidak pernah mengira sebelumnya jika anak semata wayangnya, yang selama ini dianggapnya masih kecil itu, ternyata pikirannya sudah cukup dewasa. Dengan perasaan bahagia, ia merangkul tubuh putranya sambil meneteskan air mata. Perasaan bahagia itu seolah-olah telah menghapus segala kepedihan dan kelelahan batin yang selama ini membebani hidupnya.</p>
<p>“Banta, Anakku! Ibu bangga sekali mempunyai anak sepertimu. Ibu sangat sayang kepadamu, Anakku,” ucap Ibu Banta dengan perasaan haru.</p>
<p>Kasih sayang dan perhatian ibunya itu benar-benar memberi semangat baru kepada Banta Berensyah. Tubuhnya yang lemas, tiba-tiba kembali bertenaga. Ia kemudian menatap wajah ibunya yang tampak pucat. Ia sadar bahwa saat ini ibunya pasti sedang lapar. Oleh karena itu, ia meminta izin kepada ibunya hendak pergi ke rumah pamannya, Jakub, untuk meminta beras. Namun, ibunya mencegahnya, karena ia telah memahami perangai saudaranya yang kikir itu.</p>
<p>“Jangan, Anakku! Bukankah kamu tahu sendiri kalau pamanmu itu sangat perhitungan. Ia tentu tidak akan memberimu beras sebelum kamu bekerja,” ujar Ibu Banta.</p>
<p>“Banta mengerti, Bu! Tapi, apa salahnya jika kita mencobanya dulu. Barangkali paman akan merasa iba melihat keadaan kita,” kata Banta Berensyah.</p>
<p>Berkali-kali ibunya mencegahnya, namun Banta Berensyah tetap bersikeras ingin pergi ke rumah pamannya. Akhirnya, perempuan yang telah melahirkannya itu pun memberi izin. Maka berangkatlah Banta Berensyah ke rumah pamannya. Saat ia masuk ke pekarangan rumah, tiba-tiba terdengar suara keras membentaknya. Suara itu tak lain adalah suara pamannya.</p>
<p>“Hai, anak orang miskin! Jangan mengemis di sini!” hardik saudagar kaya itu.</p>
<p>“Paman, kasihanilah kami! Berikanlah kami segenggam beras, kami lapar!” iba Banta Berensyah.</p>
<p>“Ah, persetan dengan keadaanmu itu. Kalian lapar atau mati sekalian pun, aku tidak perduli!” saudagar itu kembali menghardiknya dengan kata-kata yang lebih kasar lagi.</p>
<p>Betapa kecewa dan sakitnya hati Banta Berensyah. Bukannya beras yang diperoleh dari pamannya, melainkan cacian dan makian. Ia pun pulang ke rumahnya dengan perasaan sedih dan kesal. Tak terasa, air matanya menetes membasahi kedua pipinya.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, Banta Berensyah mendengar kabar dari seorang warga bahwa raja di sebuah negeri yang letaknya tidak berapa jauh dari dusunnya akan mengadakan sayembara. Raja negeri itu mempunyai seorang putri yang cantik jelita nan rupawan. Ia bagaikan bidadari yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Kulitnya sangat halus, putih, dan bersih. Saking putihnya, kulit putri itu seolah-olah tembus pandang. Jika ia menelan makanan, seolah-olah makanan itu tampak lewat ditenggorokannya. Itulah sebabnya ia diberi nama Putri Terus Mata. Setiap pemuda yang melihat kecantikannya pasti akan tergelitik hasratnya untuk mempersuntingnya. Sudah banyak pangeran yang datang meminangnya, namun belum satu pun pinangan yang diterima. Putri Terus Mata akan menerima lamaran bagi siapa saja yang sanggup mencarikannya pakaian yang terbuat dari emas dan suasa.</p>
<p>Mendengar kabar itu, Banta Berensyah timbul keinginannya untuk mengandu untung. Ia berharap dengan menikah dengan sang Putri, hidupnya akan menjadi lebih baik. Siapa tahu ia bernasib baik, pikirnya. Ia pun bergegas pulang ke gubuknya untuk menemui ibunya. Setibanya di gubuk, ia langsung duduk di dekat ibunya. Sambil mendekatkan wajahnya yang sedikit pucat karena lapar, Banta Berensyah menyampaikan perihal hasratnya mengikuti sayembara tersebut kepada ibunya. Ia berusaha membujuk ibunya agar keinginannya dikabulkan.<br />
“Bu! Banta sangat sayang dan ingin terus hidup di samping ibu. Ibu telah berusaha memberikan yang terbaik untuk Banta. Kini Banta hampir beranjak dewasa. Saatnya Banta harus bekerja keras memberikan yang terbaik untuk Ibu. Jika Ibu merestui niat tulus ini, izinkanlah Banta merantau untuk mengubah nasib hidup kita!” pinta Banta Berensyah.</p>
<p>Perempuan paruh baya itu tak mampu lagi menyembunyikan kekagumannya kepada anak semata wayangnya itu. Ia pun memeluk erat Banta dengan penuh kasih sayang.</p>
<p>“Banta, Anakku! Kamu adalah anak yang berbakti kepada orangtua. Jika itu sudah menjadi tekadmu, Ibu mengizinkanmu walaupun dengan berat hati harus berpisah denganmu,” kata perempuan paruh baya itu.</p>
<p>“Tapi, bagaimana kamu bisa merantau ke negeri lain, Anakku? Apa bekalmu di perjalanan nanti? Jangankan untuk ongkos kapal dan bekal, untuk makan sehari-hari pun kita tidak punya,” tambahnya.</p>
<p>“Ibu tidak perlu memikirkan masalah itu. Cukup doa dan restu Ibu menyertai Banta,” kata Banta Berensyah.</p>
<p>Setelah mendapat restu dari ibunya, Banta Berensyah pun pergi ke sebuah tempat yang sepi untuk memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Setelah semalam suntuk berdoa dengan penuh khusyuk, akhirnya ia pun mendapat petunjuk agar membawa sehelai daun talas dan suling miliknya ke perantauan. Daun talas itu akan ia gunakan untuk mengarungi laut luas menuju ke tempat yang akan ditujunya. Sedangkan suling itu akan ia gunakan untuk menghibur para tukang tenun untuk membayar biaya kain emas dan suasa yang dia perlukan.</p>
<p>Keesokan harinya, usai berpamitan kepada ibunya, Banta Berensyah pun pergi ke rumah pamannya, Jakub. Ia bermaksud meminta tumpangan di kapal pamannya yang akan berlayar ke negeri lain. Setibanya di sana, ia kembali dibentak oleh pamannya.</p>
<p>“Ada apa lagi kamu kemari, hai anak malas!” seru sang Paman.</p>
<p>“Paman! Bolehkah Ananda ikut berlayar sampai ke tengah laut?” pinta Banta Berensyah.</p>
<p>Jakub tersentak mendengar permintaan aneh dari Banta Berensyah. Ia berpikir bahwa kemanakannya itu akan bunuh diri di tengah laut. Dengan senang hati, ia pun mengizinkannya. Ia merasa hidupnya akan aman jika anak itu telah mati, karena tidak akan lagi datang meminta-minta kepadanya. Akhirnya, Banta Berensyah pun ikut berlayar bersama pamannya. Begitu kapal yang mereka tumpangi tiba di tengah-tengah samudra, Banta meminta kepada pamannya agar menurunkannya dari kapal.</p>
<p>“Paman! Perjalanan Nanda bersama Paman cukup sampai di sini. Tolong turunkan Nanda dari kapal ini!” pinta Banta Betensyah.</p>
<p>Saudagar kaya itu pun segera memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan Banta ke laut. Namun sebelum diturunkan, Banta mengeluarkan lipatan daun talas yang diselempitkan di balik pakaiannya. Kemudian ia membuka lipatan daun talas itu seraya duduk bersila di atasnya. Melihat kelakuan Banta itu, Jakub menertawainya.</p>
<p>“Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;! Dasar anak bodoh!” hardik saudagar kaya itu.</p>
<p>“Pengawal! Turunkan anak ini dari kapal! Biarkan saja dia mati dimakan ikan besar!” serunya.</p>
<p>Namun, betapa terkejutnya saudagar kaya itu dan para anak buahnya setelah menurunkan Banta Berensyah ke laut. Ternyata, sehelai daun talas itu mampu menahan tubuh Banta Berensyah di atas air. Dengan bantuan angin, daun talas itu membawa Banta menuju ke arah barat, sedangkan pamannya berlayar menuju ke arah utara.</p>
<p>Setelah berhari-hari terombang-ambing di atas daun talas dihempas gelombang samudra, Banta Berensyah tiba di sebuah pulau. Saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau itu, ia terkagum-kagum menyaksikan pemandangan yang sangat indah dan memesona. Hampir di setiap halaman rumah penduduk terbentang kain tenunan dengan berbagai motif dan warna sedang dijemur. Rupanya, hampir seluruh penduduk di pulau itu adalah tukang tenun.</p>
<p>Banta pun mampir ke salah satu rumah penduduk untuk menanyakan kain emas dan suasa yang sedang dicarinya. Namun, penghuni rumah itu tidak memiliki jenis kain tersebut. Ia pun pindah ke rumah tukang tenun di sebelahnya, dan ternyata si pemilik rumah itu juga tidak memilikinya. Berhari-hari ia berkeliling kampung dan memasuki rumah penduduk satu persatu, namun kain yang dicarinya belum juga ia temukan. Tinggal satu rumah lagi yang belum ia masuki, yaitu rumah kepala kampung yang juga tukang tenun.</p>
<p>“Tok&#8230; Tok&#8230; Tok.. ! Permisi, Tuan!” seru Banta Berensyah setelah mengetuk pintu rumah kepala kampung itu.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, seorang laki-laki paruh baya membuka pintu dan mempersilahkannya masuk ke dalam rumah.</p>
<p>“Ada yang bisa kubantu, Anak Muda?” tanya kampung itu bertanya.</p>
<p>Setelah memperkenalkan diri dan menceritakan asal-usulnya, Banta pun menyampaikan maksud kedatangannya.</p>
<p>“Maaf, Tuan! Kedatangan saya kemari ingin mencari kain tenun yang terbuat dari emas dan suasa. Jika Tuan memilikinya, bolehkah saya membelinya?” pinta Banta Berensyah.</p>
<p>Kepala kampung itu tersentak kaget mendengar permintaan Banta, apalagi setelah melihat penampilan Banta yang sangat sederhana itu.</p>
<p>“Hai, Banta! Dengan apa kamu bisa membayar kain emas dan suasa itu? Apakah kamu mempunyai uang yang cukup untuk membayarnya?”</p>
<p>“Maaf, Tuan! Saya memang tidak mampu membayarnya dengan uang. Tapi, jika Tuan berkenan, bolehkah saya membayarnya dengan lagu?” pinta Banta Berensyah seraya mengeluarkan sulingnya.</p>
<p>Melihat keteguhan hati Banta Berensyah hendak memiliki kain tenun tersebut, kepala kampung itu kembali bertanya kepadanya.</p>
<p>“Banta! Kalau boleh saya tahu, kenapa kamu sangat menginginkan kain itu?”</p>
<p>Banta pun menceritakan alasannya sehingga ia harus berjuang untuk mendapatkan kain tersebut. Karena iba mendengar cerita Banta, akhirnya kepala kampung itu memenuhi permintaannya. Dengan keahliannya, Banta pun memainkan sulingnya dengan lagu-lagu yang merdu. Kepala kampung itu benar-benar terbuai menikmati senandung lagu yang dibawakan Banta. Setelah puas menikmatinya, ia pun memberikan kain emas dan suasa miliknya kepada Banta.</p>
<p>“Kamu sangat mahir bermain suling, Banta! Kamu pantas mendapatkan kain emas dan suasa ini,” ujar kepala kampung itu.</p>
<p>“Terima kasih, Tuan! Banta sangat berhutang budi kepada Tuan. Banta akan selalu mengingat semua kebaikan hati Tuan,” kata Banta.</p>
<p>Setelah mendapatkan kain emas dan suasa tersebut, Banta pun meninggalkan pulau itu. Ia berlayar mengarungi lautan luas menuju ke kampung halamannya dengan menggunakan daun talas saktinya. Hati anak muda itu sangat gembira. Ia tidak sabar lagi ingin menyampaikan berita gembira itu kepada ibunya dan segera mempersembahkan kain emas dan suasa itu kepada Putri Terus Mata.</p>
<p>Namun, nasib malang menimpa Banta. Ketika sampai di tengah laut, ia bertemu dan ikut dengan kapal Jakub yang baru saja pulang berlayar dari negeri lain. Saat ia berada di atas kapal itu, kain emas dan suasa yang diperolehnya dengan susah payah dirampas oleh Jakub. Setelah kainnya dirampas, ia dibuang ke laut. Dengan perasaan bangga, Jakub membawa pulang kain tersebut untuk mempersunting Putri Terus Mata.</p>
<p>Sementara itu, Banta yang hanyut terbawa arus gelombang laut terdampar di sebuah pantai dan ditemukan oleh sepasang suami-istri yang sedang mencari kerang. Sepasang suami-istri itu pun membawanya pulang dan mengangkatnya sebagai anak. Setelah beberapa lama tinggal bersama kedua orang tua angkatnya tersebut, Banta pun memohon diri untuk kembali ke kampung halamannya menemui ibunya dengan menggunakan daun talas saktinya. Setiba di gubuknya, ia pun disambut oleh ibunya dengan perasaan suka-cita. Kemudian, Banta pun menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya.</p>
<p>“Maafkan Banta, Bu! Sebenarnya Banta telah berhasil mendapatkan kain emas dan suasa itu, tetapi Paman Jakub merampasnya,” Banta bercerita kepada ibunya dengan perasaan kecewa.</p>
<p>“Sudahlah, Anakku! Ibu mengerti perasaanmu. Barangkali belum nasibmu mempersunting putri raja,” ujar Ibunya.</p>
<p>“Tapi, Bu! Banta harus mendapatkan kembali kain emas dan suasa itu dari Paman. Kain itu milik Banta,” kata Banta dengan tekad keras.</p>
<p>“Semuanya sudah terlambat, Anakku!” sahut ibunya.</p>
<p>“Apa maksud Ibu berkata begitu?” tanya Banta penasaran.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Pamanmu memang sungguh beruntung. Saat ini, pesta perkawinannya dengan putri raja sedang dilangsungkan di istana,” ungkap ibunya.</p>
<p>Tanpa berpikir panjang, Banta segera berpamitan kepada ibunya lalu bergegas menuju ke tempat pesta itu dilaksanakan. Namun, setibanya di kerumunan pesta yang berlangsung meriah itu, Banta tidak dapat berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai bukti untuk menunjukkan kepada raja dan sang Putri bahwa kain emas dan suasa yang dipersembahkan Jakub itu adalah miliknya. Sejenak, ia menengadahkan kedua tangannya berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Begitu ia selesai berdoa, tiba-tiba datanglah seekor burung elang terbang berputar-putar di atas keramaian pesta sambil berbunyi.</p>
<p>“Klik.. klik&#8230; klik&#8230; kain emas dan suasa itu milik Banta Berensyah&#8230;!!! Klik&#8230; klik.. klik&#8230; kain emas dan suasa itu milik Banta Berensyah&#8230;!!!” demikian bunyi elang itu berulang-ulang.</p>
<p>Mendengar bunyi elang itu, seisi istana menjadi gempar. Suasana pesta yang meriah itu seketika menjadi hening. Bunyi elang itu pun semakin jelas terdengar. Akhirnya, Raja dan Putri Terus Mata menyadari bahwa Jakub adalah orang serakah yang telah merampas milik orang lain. Sementara itu Jakub yang sedang di pelaminan mulai gelisah dan wajahnya pucat. Karena tidak tahan lagi menahan rasa malu dan takut mendapat hukuman dari Raja, Jakub melarikan diri melalui jendela. Namun, saat akan meloncat, kakinya tersandung di jendela sehingga ia pun jatuh tersungkur ke tanah hingga tewas seketika.</p>
<p>Setelah peristiwa itu, Banta Berensyah pun dinikahkan dengan Putri Terus Mata. Pesta pernikahan mereka dilangsungkan selama tujuh hari tujuh malam dengan sangat meriah. Tidak berapa lama setelah mereka menikah, Raja yang merasa dirinya sudah tua menyerahkan jabatannya kepada Banta Berensyah. Banta Berensyah pun mengajak ibunya untuk tinggal bersamanya di istana. Akhirnya, mereka pun hidup berbahagia bersama seluruh keluarga istana.</p>
<p>* * *</p>
<p>Demikian cerita <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> Banta Berensyah dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Sedikitnya ada dua pelajaran penting yang dapat dipetik dari kisah di atas. Pertama, orang yang senantiasa berusaha dan bekerja keras, pada akhirnya akan memperoleh keberhasilan. Sebagaimana ditunjukkan oleh perilaku Banta Berensyah, berkat kerja keras dan kesabarannya, ia berhasil mempersunting putri raja dan menjadi seorang raja. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:</p>
<p>wahai ananda cahaya mata,<br />
rajin dan tekun dalam bekerja<br />
penat dan letih usah dikira<br />
supaya kelak hidupmu sejahtera<br />
Pelajaran kedua yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa orang kaya yang kikir dan serakah seperti Jakub, pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal. Ia tewas akibat keserakahannya. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:</p>
<p>apa tanda orang tamak,<br />
karena harta marwah tercampak<br />
(Samsuni/sas/150/06-09)</p>
<p>Sumber:<br />
•Isi cerita diadaptasi dari L. K. Ara. 1999. “Banta Berensyah,” dalam <a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">Cerita Rakyat</a> dari Aceh. Jakarta: Grasindo.<br />
•-Anonim. “Nanggroe Aceh Darussalam, http://id.wikipedia.org/wiki/Nanggroe_Aceh_Darussalam, diaskes pada tanggal 23 Juni 2000.<br />
•Effendy, Tenas. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa.<br />
•Effendy, Tenas. 1994/1995. “Ejekan” terhadap Orang Melayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau. Pekanbaru: Bappeda Tingkat I Riau.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cerita rakyat malang</li><li>cerita rakyat dari malang</li><li>dongeng rakyat <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">bali</a></li><li>cerita rakyat kota malang</li><li>cerita rakyat banta berensyah</li><li>NAMA NAMA BIDADARI</li><li>nanggro</li><li>nama nama wayang perempuan</li><li>nama wayang wanita</li><li>cerita rakyat bali pangeran katak</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-rakyat-banta-berensyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

