<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Sejarah - Legenda - Mitos - Berita dan Artikel Menarik &#187; Indonesia</title>
	<atom:link href="http://bom2000.com/tag/indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bom2000.com</link>
	<description>Kumpulan Cerita Rakyat, Legenda, Sejarah, Dongeng, Artikel Unik, Hot News</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 06:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sejarah Pencak Silat</title>
		<link>http://bom2000.com/sejarah-pencak-silat.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/sejarah-pencak-silat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 08:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[Pencak SIlat]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Pencak Silat  merupakan salah satu bagian Kebudayaan Bangsa Indonesia yang berkembang seiring sejarah kemasyarakatan Indonesia. Dalam perkembangannya, Pencak Silat dipengaruhi oleh beraneka raga situasi geografis dan etnologis  serta situasi dan kondisi pada masyarakat. Pencak Silat merupakan Seni Bela diri yang secara luas dikenal di berbagai negara di kawasan Asia seperti Indonesia, Malaysia, Brunei dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 1px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-361" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="pencak-silat" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/12/pencak-silat-300x198.jpg" alt="Pencak Silat" width="300" height="198" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">Sejarah</a> <a href="http://bom2000.com/tag/pencak-silat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pencak SIlat">Pencak Silat</a>  merupakan salah satu bagian Kebudayaan Bangsa <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a> yang berkembang seiring <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> kemasyarakatan Indonesia. Dalam perkembangannya, Pencak Silat dipengaruhi oleh beraneka raga situasi geografis dan etnologis  serta situasi dan kondisi pada masyarakat.</p>
<p>Pencak Silat merupakan <a href="http://bom2000.com/tag/seni" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Seni">Seni</a> Bela diri yang secara luas dikenal di berbagai negara di kawasan Asia seperti Indonesia, <a href="http://bom2000.com/tag/malaysia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Malaysia">Malaysia</a>, Brunei dan Singapura, dan memiliki beraga, variasi di berbagai negara sesuai dengan peta penyebaran suku <a href="http://bom2000.com/tag/melayu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Melayu">Melayu</a>, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan<br />
<span id="more-360"></span><br />
Secara umum sejarah Pencak Silat tidak bisa dilepas dari <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> suatu daerah. Misal Silat aliran CImande yang mengisahkan seorang perempuan yang menyaksikan pertarungan antaran harimau dan monyet. kemudian peremuan itu menirukan gerakan pertarungan hewan tersebut.</p>
<p>Sejarah Pencak Silat<br />
<a href="http://bom2000.com/tag/tradisi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tradisi">Tradisi</a> silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid. Karena hal itulah catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Di Minangkabau, silat atau silek diciptakan oleh <a href="http://bom2000.com/tag/datuk" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Datuk">Datuk</a> Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar, di kaki Gunung Marapi pada abad XI. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara.</p>
<p>Asal Mula ilmu bela diri (silat) di Indonesia kemungkinan berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak. Seperti yang kini ditemui dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.</p>
<p>Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">Bali</a>, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri.</p>
<p>Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengan silek. Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya.</p>
<p>Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah <a href="http://bom2000.com/tag/pendekar" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pendekar">pendekar</a> silat yang terhebat.[ Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.</p>
<p>Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.</p>
<p>Silat berkembang di Indonesia dan Malaysia (termasuk Brunei dan Singapura) dan memiliki akar sejarah yang sama sebagai cara perlawanan terhadap penjajah asing. Setelah zaman <a href="http://bom2000.com/tag/kemerdekaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kemerdekaan">kemerdekaan</a>, silat berkembang menjadi ilmu bela diri formal. Organisasi silat nasional dibentuk seperti Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olah raga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Www <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>/legendaminangkabau</li><li>geografis <a href="http://bom2000.com/tag/pangeran-diponegoro" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pangeran Diponegoro">pangeran diponegoro</a></li><li>legenda cimande</li><li>contoh <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> minangkabau</li><li>kebudayaan yang ada di indonesia beranekaraga</li><li>hot news bahasa jawa</li><li>sejarah suku melayu di pulau jawa</li><li>peta penyebaran islam ke indonesia</li><li>kumpulan legenda-legenda masyarakat sunda</li><li>sejarah pencak silat</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/sejarah-pencak-silat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Nasional &#8211; Pangeran Diponegoro (1785-1855)</title>
		<link>http://bom2000.com/pahlawan-nasional-pangeran-diponegoro-1785-1855.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/pahlawan-nasional-pangeran-diponegoro-1785-1855.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 17:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pangeran Diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/pahlawan-nasional-pangeran-diponegoro-1785-1855.html</guid>
		<description><![CDATA[Dilahirkan dari keluarga Kesultanan Yogyakarta, memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan. Hatinya yang bersih dan sebagai seorang pangeran akhirnya menuntunnya menjadi seorang yang harus tampil di depan guna membela kehormatan keluarga, kerajaan, rakyat dan bangsanya dari penjajahan Belanda. Namun resiko dari kebersihan hatinya, ia ditangkap oleh Belanda dengan cara licik, rekayasa perundingan. Namun walaupun begitu, beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i54.tinypic.com/245f0vq.jpg" alt="Pangeran Diponegoro" align="left" vspace="4" hspace="4" border="0"/></a>Dilahirkan dari keluarga Kesultanan Yogyakarta, memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan. Hatinya yang bersih dan sebagai seorang pangeran akhirnya menuntunnya menjadi seorang yang harus tampil di depan guna membela kehormatan keluarga, <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">kerajaan</a>, rakyat dan bangsanya dari penjajahan <a href="http://bom2000.com/tag/belanda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Belanda">Belanda</a>.</p>
<p>Namun resiko dari kebersihan hatinya, ia ditangkap oleh Belanda dengan cara licik, rekayasa perundingan. Namun walaupun begitu, beliau tidak akan pernah menyesal karena beliau wafat dengan hati yang tenang, tidak berhutang pada bangsanya, rakyatnya, keluarganya, terutama pada dirinya sendiri.</p>
<p>Kejujuran, kesederhanaan, kerendahan hati, kebersihan hati, kepemimpinan, kepahlawanan, itulah barangkali sedikit sifat yang tertangkap bila menelusuri perjalanan perjuangan Pahlawan kita yang lahir di Yogyakarta tanggal 11 November 1785, ini.<br />
<span id="more-135"></span><br />
<a href="http://bom2000.com/tag/pangeran-diponegoro" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pangeran Diponegoro">Pangeran Diponegoro</a> yang bernama asli <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Mas Ontowiryo, ini menunjukkan kesederhanaan atau kerendahan hatinya itu ketika menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengku Buwono III untuk mengangkatnya menjadi <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a>. Beliau menolak mengingat bunda yang melahirkannya bukanlah <a href="http://bom2000.com/tag/permaisuri" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Permaisuri">permaisuri</a>.</p>
<p>Bagi orang-orang yang tamak akan kedudukan, penolakan itu pasti sangat disayangkan. Sebab bagi orang tamak, jangankan diberi, bila perlu merampas pun dilakukan. Melihat penolakan ini, sangat jelas sifat tamak tidak ada sedikitpun pada Pangeran ini. Yang ada hanyalah hati yang bersih. Beliau tidak mau menerima apa yang menurut beliau bukan haknya. Itulah sifat yang dipertunjukkannya dalam penolakan terhadap tawaran ayahnya tersebut.</p>
<p>Namun sebaliknya, beliau juga akan memperjuangkan sampai mati apa yang menurut beliau menjadi haknya. Sifatnya ini jelas terlihat jika memperhatikan sikap beliau ketika melihat perlakuan Belanda di Yogyakarta sekitar tahun 1920. Hatinya semakin tidak bisa menerima ketika melihat campur tangan Belanda yang semakin besar dalam persoalan kerajaan Yogyakarta. Berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda menurutnya sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa. Sikap ini juga sangat jelas memperlihatkan sifat kepemimpinan dan kepahlawanan beliau.</p>
<p>Sebagaimana diketahui bahwa Belanda pada setiap kesempatan selalu menggunakan politik ‘memecah-belah’-nya. Di Yogyakarta sendiri pun, Pangeran Diponegoro melihat, bahwa para bangsawan di sana sering di adu domba Belanda. Ketika kedua bangsawan yang diadu-domba saling mencurigai, tanah-tanah kerajaan pun semakin banyak diambil oleh Belanda untuk perkebunan pengusaha-pengusaha dari negeri kincir angin itu.</p>
<p>Melihat keadaan demikian, Pangeran Diponegoro menunjukkan sikap tidak senang dan memutuskan meninggalkan keraton untuk seterusnya menetap di Tegalrejo. Melihat sikapnya yang demikian, Belanda malah menuduhnya menyiapkan pemberontakan. Sehingga pada tanggal 20 Juni 1825, Belanda melakukan penyerangan ke Tegalrejo. Dengan demikian Perang Diponegoro pun telah dimulai.</p>
<p>Dalam perang di Tegalrejo ini, Pangeran dan pasukannya terpaksa mundur, dan selajutnya mulai membangun pertahanan baru di Selarong. Perang dilakukan secara bergerilya dimana pasukan sering berpindah-pindah untuk menjaga agar pasukannya sulit dihancurkan pihak Belanda. Taktik perang gerilya ini pada tahun-tahun pertama membuat pasukannya unggul dan banyak menyulitkan pihak Belanda.</p>
<p>Namun setelah Belanda mengganti siasat dengan membangun benteng-benteng di daerah yang sudah dikuasai, akhirnya pergerakan pasukan Diponegoro pun tidak bisa lagi sebebas sebelumnya. Disamping itu, pihak Belanda pun selalu membujuk tokoh-tokoh yang mengadakan perlawanan agar menghentikan perang. Akhirnya, terhitung sejak tahun 1829 perlawanan dari rakyat pun semakin berkurang.</p>
<p>Belanda yang sesekali masih mendapatkan perlawanan dari pasukan Diponegoro, dengan berbagai cara terus berupaya untuk menangkap pangeran. Bahkan sayembara pun dipergunaan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Diponegoro sendiri tidak pernah mau menyerah sekalipun kekuatannya semakin melemah.</p>
<p>Karena berbagai cara yang dilakukan oleh Belanda tidak pernah berhasil, maka permainan licik dan kotor pun dilakukan. Diponegoro diundang ke Magelang untuk berunding, dengan jaminan kalau tidak ada pun kesepakatan, Diponegoro boleh kembali ke tempatnya dengan aman. Diponegoro yang jujur dan berhati bersih, percaya atas niat baik yang diusulkan Belanda tersebut. Apa lacur, undangan perundingan tersebut rupanya sudah menjadi rencana busuk untuk menangkap pangeran ini. Dalam perundingan di Magelang tanggal 28 Maret 1830, beliau ditangkap dan dibuang ke Menado yang dikemudian hari dipindahkan lagi ke Ujungpandang.</p>
<p>Setelah kurang lebih 25 tahun ditahan di Benteng Rotterdam, Ujungpandang, akhirnya pada tanggal 8 Januari 1855 beliau meninggal. Jenazahnya pun dimakamkan di sana. Beliau wafat sebagai pahlawan bangsa yang tidak pernah mau menyerah pada kejaliman manusia. </p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/artikel" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Artikel">artikel</a> <a href="http://bom2000.com/tag/pahlawan-nasional" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pahlawan Nasional">pahlawan nasional</a></li><li>kumpulan <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> pahlawan</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> pahlawan diponegoro</li><li>artikel pahlawan <a href="http://bom2000.com/tag/kemerdekaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kemerdekaan">kemerdekaan</a></li><li>artikel Pangeran Diponegoro</li><li>artikel tentang pahlawan nasional</li><li>Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro</li><li>sejarah pahlawan pangeran diponegoro</li><li>makalah pangeran diponegoro</li><li>makalah pahlawan nasional</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/pahlawan-nasional-pangeran-diponegoro-1785-1855.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Upacara Adat Unik Khas Indonesia</title>
		<link>http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 08:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Dugderan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaben]]></category>
		<category><![CDATA[Pasola]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tabuik]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Warak Ngendog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html</guid>
		<description><![CDATA[1. Ritual Tiwah &#8211; Kalimantan Tengah Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Ritual Tiwah &#8211; Kalimantan Tengah</strong> <a href="http://www.bom200.com/forex"><img src="http://i40.tinypic.com/2lkxvlt.jpg" border="0" alt="Ritual Tiwah Kalimantan Tengah" hspace="4" vspace="4" align="left" /></a>Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini yang hanya di lakukan oleh warga Dayak Kalteng <span id="more-124"></span><br />
<BR><BR><BR><BR><BR><BR><br />
<strong>2. Kebo-keboan &#8211; <a href="http://bom2000.com/tag/banyuwangi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Banyuwangi">Banyuwangi</a></strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i39.tinypic.com/35ivqyq.jpg" alt="Kebo-keboan Banyuwangi" border="0" hspace="4" vspace="4" align="left"/></a>Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam.<br />
Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan.<br />
<BR><BR><br />
<strong>3.Adu Kerbau (Mapasilaga Tedong) &#8211; Toraja</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/2rp4prq.jpg" alt="Adu Kerbau" align="left" vspace="4" hspace="4" border="0"/></a>Adu kerbau diawali dengan kerbau bule.<br />
Partai adu kerbau diselingi dengan prosesi pemotongan kerbau ala Toraja, Ma’tinggoro tedong, yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas. Semakin sore, pesta adu kerbau semakin ramai karena yang diadu adalah kerbau jantan yang sudah memiliki pengalaman berkelahi puluhan kali.<br />
Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau. Ada kerbau bule atau albino, ada pula yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke). Jenis yang terakhir ini harganya paling mahal, bisa di atas Rp 100 juta. Juga terdapat kerbau jantan yang sudah dikebiri—konon cita rasa dagingnya lebih gurih.<br />
<BR><BR><br />
<strong>4. Rambu Solo &#8211; Toraja</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/28b7ek7.jpg" alt="Rambu Solo - Toraja" align="left" border="0" vspacd="4" hspace="4"/></a>Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan /kematian. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.<br />
Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa.<br />
Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi&#8230; konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal.<br />
<BR><BR><br />
<strong>5.<a href="http://bom2000.com/tag/pasola" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pasola">Pasola</a> Sumba</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/23mau08.jpg" alt="Pasola Sumba" align="left" border="0" vspace="4" hspace="4"/></a>Ini adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh orang Sumba. Setiap tahun pada bulan Februari atau Maret serangkaian upacara adat dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar supaya panen tahun tersebut berhasil dengan baik. Puncak dari serangkaian upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut pasola. Pasola adalah ‘perang-perangan’ yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. Setiap kelompok teridiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul.<br />
<BR><BR><br />
<strong>6.<a href="http://bom2000.com/tag/dugderan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dugderan">Dugderan</a> &#8211; <a href="http://bom2000.com/tag/semarang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Semarang">Semarang</a></strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i42.tinypic.com/2625o5k.jpg" alt="Dugderan - Semarang" align="left" border="0" hspace="4" vspace="4" /></a>adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder, diambil dari perpaduan bunyi dugdug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.<br />
<BR><br />
Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan, karnaval yang diikuti oleh pasukan merahputih, drumband, pasukan pakaian adat “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , meriam , warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah warak Ngendok sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga kulit sisik emas, visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.<br />
<BR><BR><br />
<strong>7.<a href="http://bom2000.com/tag/tabuik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tabuik">Tabuik</a> &#8211; Pariaman</strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i41.tinypic.com/19s5k8.jpg" alt="Tabuik - Pariaman" align="left" border="0" hspace="4" vspace="4"/></a>Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/tradisi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tradisi">tradisi</a> masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.</p>
<p>Pada hari yang telah ditentukan, sejak pukul 06.00, seluruh peserta dan kelengkapan upacara bersiap di alun-alun kota.Para pejabat pemerintahan pun turut hadir dalam pelaksanaan upacara paling kolosal di Sumatera Barat ini.</p>
<p>Satu Tabuik diangkat oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai 40 orang. Di belakang Tabuik, rombongan orang berbusana tradisional yang membawa alat musik perkusi berupa aneka gendang, turut mengisi barisan. Sesekali arak-arakan berhenti dan puluhan orang yang memainkan silat khas Minang mulai beraksi sambil diiringi tetabuhan.</p>
<p>Saat matahari terbenam, arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan selanjutnya dilarung ke laut. Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa dibuangnya Tabuik ini ke laut, dapat membuang sial. Di samping itu, momen ini juga dipercaya sebagai waktunya Buraq terbang ke langit, dengan membawa segala jenis arakannya.<br />
<BR><BR><br />
<strong>8. <a href="http://bom2000.com/tag/ngaben" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ngaben">Ngaben</a> &#8211; <a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">Bali</a></strong><br />
<a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i43.tinypic.com/dpcxzr.jpg" alt="Ngaben - Bali" align="left" border="0" hspace="4" vspace="4" /></a>Ngaben adalah upacara pembakaran atau kremasi jenazah umat <a href="http://bom2000.com/tag/hindu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Hindu">Hindu</a> Bali.<br />
Dalam prosesi Ngaben, ketika api mulai disulut, perlahan-lahan kobaran api akan membesar dan mulai berkobar menyulut sosok jenazah. Lama-kelamaan kobaran api mulai menghanguskan jazadnya yang dipercaya akan melepaskan segala ikatan keduniawian dari orang yang meninggal itu. Bila ikatan keduniawian telah terlepas, maka semakin terbukalah kesempatan untuk melihat kebenaran dan keabadian kesucian Illahi di alam sana.<br />
Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan, keluarga dari orang yang meninggal dibantu oleh masyarakat membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat jenazah yang nantinya dibakar.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>nama nama <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> islam</li><li>ritual di <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">indonesia</a></li><li>kumpulan upacara adat</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/artikel" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Artikel">artikel</a> tentang tari mancanegara</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> ngaben</li><li>artikel tarian mancanegara</li><li>nama nama tari mancanegara</li><li>tari ritual di indonesia</li><li>kumpulan upacara adat di indonesia</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> mancanegara</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/8-upacara-adat-unik-khas-indonesia-1-ritual-tiwah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Keong Mas</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 10:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Limiran]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Janda]]></category>
		<category><![CDATA[Keong Mas]]></category>
		<category><![CDATA[Raden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang pangeran bernama Raden Putra yang menikah dengan seorang puteri bernama Dewi Limaran. Suatu hari ketika Dewi Limaran sedang berjalan-jalan di taman istana, dia melihat seekor keong diantara bunga-bunganya yang cantik. Kemudian dia meminta salah seorang pelayannya untuk mengambil keong itu dan melemparnya jauh-jauh. Sebenarnya, keong tersebut adalah seorang penyihir tua yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i43.tinypic.com/15fm5qb.jpg" alt="Cerita Rakyat Keong Mas" width="190" height="183" /></a>Alkisah ada seorang pangeran bernama <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra yang menikah dengan seorang puteri bernama Dewi Limaran. Suatu hari ketika Dewi Limaran sedang berjalan-jalan di taman <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a>, dia melihat seekor keong diantara bunga-bunganya yang <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a>. Kemudian dia meminta salah seorang pelayannya untuk mengambil keong itu dan melemparnya jauh-jauh. Sebenarnya, keong tersebut adalah seorang penyihir tua yang sedang menyamar menjadi keong. Dia marah sekali dan mengutuk sang Dewi Limaran sehingga berubahlah dia menjadi seekor keong emas dan dilempar ke sungai. Arus sungai membawanya jauh dari istana.</p>
<p>Di tepi hutan yang lebat, tinggallah seorang <a href="http://bom2000.com/tag/janda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Janda">janda</a>. Pekerjaannya hanyalah mencari ikan. Hari itu adalah hari yang kurang menguntungkan baginya karena dia tidak dapat menangkap seekor ikanpun. Dicobanya beberapa kali dia menebar jalanya tanpa hasil, sampai akhirnya diapun memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya. Tiba-tiba dia melihat sesuatu berkilauan di bagian bawah jaringnya. Rupanya hanya seekor keong. Namun kemudian diapun memungutnya dan membawanya pulang. Kulit keong yang keemasan belum pernah dilihat olah <a href="http://bom2000.com/tag/janda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Janda">janda</a> tersebut.</p>
<p><span id="more-107"></span>Dia menaruh keong tersebut di wadah terbuat dari tanah. Karena lelahnya dia cepat terlelap seketika masuk ke kamarnya. Ketika bangun keesokan harinya, di terheran-heran ketika mendapati lantainya sudah disapu bersih dan makanan sudah terhidang di meja. Dia penasaran akan siapa yang mengerjakan itu semua, sampai-sampai dikiranya dia sedang bermimpi. Dipikir-pikirnya, dia tetap tidak dapat menemukan siapa yang berbaik hati mengerjakan itu semua baginya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian…. dia menemukan sebuah ide. Satu pagi dia mengambil keranjangnya dan seolah-olah akan pergi keluar, tapi dia segera memutar dan bersembunyi. Tiba-tiba dia mendengar suara gerakan yang lembut dari dalam wadah tanahnya itu dan dia menyaksikan keong merangkak keluar dari wadah tersebut. Semakin lama keong tersebut semakin besar dan membesar terus dan seketika seorang gadis cantik berdiri di tempat keong tersebut, sementara cangkangnya jatuh ke tanah di belakangnya. Segera sang adis menyapu lantai, kemudian memasak nasi, sayuran, daging, telur, dan lain-lain.</p>
<p>Ketika si janda menyaksikan semua itu, dia menyadari bahwa yang dia tangkap bukan sembarang keong, melainkan orang yang terkena kutukan, dan dia memutuskan untuk menghentikan kutukan itu.</p>
<p>Diam-diam dia mengambil cangkang keong tersebut, dan bersegera membuangnya ke sungai. Akhirnya dia telah sebagian kutukan, dan sisanya akan diusahakan terlepas sesudah dia menemui suaminya.</p>
<p>Sang gadispun akhirnya memperkenalkan diri kepada sang ibu.</p>
<p>“Saya akan berdoa kepada tuhan semoga menuntun seorang pangeran ke tempat ini” kata si ibu.</p>
<p><strong><br />
Beberapa tahun berlalu…</strong></p>
<p>Sang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> menganjurkan anaknya mencari <a href="http://bom2000.com/tag/permaisuri" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Permaisuri">permaisuri</a>, walau pada awalnya sang pangeran, Raden Putra menolak karena dia belum bisa melupakan istrinya, namun pada akhirnya sang pangeran menyatakan bersedia mengambil seorang istri tetapi harus mirip dengan istrinya yang terdahulu. Seorang pelayan setia yang sudah tua menemani perjalanannya…</p>
<p>Kota demi kota, desa demi desa didatangai sampai suatu hari mereka memasuki hutan lebat dan tersesat. Akhirnya mereka tiba di satu sungai. Tidak jauh dari tempat tersebut, dia menemukan sebuah tempat. Mereka memasuki rumah itu dan meminta makanan dan minuman karena mereka sangat lapar, haus, dan lelah. Si ibu menyambut mereka dengan hangat. Raden Putra melihat masakan yang dihidangkan si ibu begitu sempurna. Sang ibu bercerita bahwa yang mempersiapkan hidangan itu adalah putrinya. Raden Putra bertanya apakah dia bisa bertemu dan berterima kasih kepada putrinya itu. Sang ibupun memanggil putrinya. Sang gadis menampakkan diri dan berbungkuk di hadapan Raden Putra dengan kepala tertunduk.</p>
<p>Ketika Raden Putra melihat sang gadis, dia sangat terkejut karena dia terlihat begitu mirip dengan istrinya, Dewi Limaran. ” Kamu adalah calon istri yang saya sedang cari” dia teriak. Tapi sang gadis menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa dia sudah membuat janji: jika ada seorang lelaki ingin menikahinya, dia harus mendatangkan perangkat gamelan jawa dari surga yang bisa memainkan musik tanpa disentuh/dimainkan.</p>
<p>Rade Putra bersedia mencobanya, dan diapun pergi ke hutan. Kemudian dia berpuasa dan bersemedi. Setelah beberapa ratus hari, doanya dikabulkan.</p>
<p>Di hari pernikahannya, gamelan tersebut memainkan lagu-lagu sendiri begitu indahnya sehingga setiap orang yang mendengarnya kemudian merasa sangat bahagia.</p>
<p>Sang gadispun akhirnya mengungkapkan rahasianya, bahwa dia sebenarnya adalah Dewi Limaran. Musik dari gamelan sudah berhasil mematahkan kutukan si penyihir jahat atas dirinya.</p>
<p>Sang ibu tua kemudian diajak serta tinggal di istana. Akhirnya dia mendapatkan yang diinginkannya dan hidup bahagia…</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> <a href="http://bom2000.com/tag/keong-mas" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Keong Mas">keong mas</a></li><li>cerita keong emas</li><li>cerita keong</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> keong mas</li><li>KISAH KEOng mas</li><li>gambar cerita keong mas</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> keong mas</li><li>ceritakeong mas</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> cindelaras</li><li>cerita keongmas</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-keong-mas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Danau Maninjau</title>
		<link>http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Abang]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul]]></category>
		<category><![CDATA[Bujang]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[Galapuang]]></category>
		<category><![CDATA[Giran]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kawah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i46.tinypic.com/2cfa7g1.jpg" alt="Danau Maninjau" hspace="4" vspace="0 border="0" align="left"/></a><a href="http://bom2000.com/tag/danau-maninjau" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Danau Maninjau">Danau Maninjau</a> adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi <a href="http://bom2000.com/tag/sumatra-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sumatra Barat">Sumatra Barat</a>, <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a>, dan terluas kedua di <a href="http://bom2000.com/tag/sumatra-barat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sumatra Barat">Sumatra Barat</a>. Menurut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>, <a href="http://bom2000.com/tag/danau-maninjau" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Danau Maninjau">Danau Maninjau</a> pada awalnya merupakan <a href="http://bom2000.com/tag/gunung-berapi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung Berapi">gunung berapi</a> yang di puncaknya terdapat sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/kawah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kawah">kawah</a> yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!<br />
<span id="more-96"></span><br />
Alkisah, di sebuah daerah di Sumatra Barat ada sebuah gunung berapi yang amat tinggi bernama Gunung <a href="http://bom2000.com/tag/tinjau" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tinjau">Tinjau</a>. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung <a href="http://bom2000.com/tag/tinjau" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tinjau">Tinjau</a> amat subur, karena sering mendapat pupuk alami berupa abu gunung.</p>
<p>Di salah satu perkampungan di kaki Gunung Tinjau itu tinggal sepuluh orang bersaudara yang terdiri dari sembilan lelaki dan seorang perempuan. Penduduk sekitar biasa memanggil mereka <a href="http://bom2000.com/tag/bujang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bujang">Bujang</a> Sembilan. Kesepuluh orang bersaudara tersebut adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, <a href="http://bom2000.com/tag/galapuang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Galapuang">Galapuang</a>, Balok, Batang, Bayang, dan lelaki termuda bernama Kaciak. Sementara adik mereka yang paling bungsu adalah seorang perempuan bernama Siti Rasani, akrab dipanggil Sani. Kedua orangtua mereka sudah lama meninggal, sehingga Kukuban sebagai anak sulung menjadi kepala rumah tangga. Semua keputusan ada di tangannya.</p>
<p>Kesepuluh bersaudara tersebut tinggal di sebuah rumah peninggalan kedua orangtua mereka. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka menggarap lahan pertanian yang cukup luas warisan kedua orangtua mereka. Mereka sangat terampil bertani, karena mereka rajin membantu ayah dan ibunya ketika keduanya masih hidup. Di samping itu, mereka juga dibimbing oleh paman mereka yang bernama <a href="http://bom2000.com/tag/datuk" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Datuk">Datuk</a> Limbatang, yang akrab mereka panggil Engku.</p>
<p>Datuk Limbatang adalah seorang mamak di <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> itu dan mempunyai seorang putra yang bernama <a href="http://bom2000.com/tag/giran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Giran">Giran</a>. Sebagai mamak, Datuk Limbatang memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik dan memerhatikan kehidupan warganya, termasuk kesepuluh orang kemenakannya tersebut. Untuk itu, setiap dua hari sekali, ia berkunjung ke rumah Kukuban bersaudara untuk mengajari mereka keterampilan bertani dan berbagai tata cara adat daerah itu. Tak jarang pula Datuk Limbatang mengajak istri dan putranya ikut serta bersamanya.</p>
<p>Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.</p>
<p>“Sudah lama merendam selasih<br />
Barulah kini mau mengembang<br />
Sudah lama kupendam kasih<br />
Barulah kini bertemu pandang”</p>
<p>“Telah lama orang menekat<br />
Membuat baju kebaya lebar<br />
Sudah lama <a href="http://bom2000.com/tag/abang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abang">abang</a> terpikat<br />
Hendak bertemu dada berdebar”</p>
<p>“Rupa elok perangaipun <a href="http://bom2000.com/tag/cantik" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cantik">cantik</a><br />
Hidupnya suka berbuat baik<br />
Orang memuji hilir dan mudik<br />
Siapa melihat hati tertarik”</p>
<p>“Dik, Sani! Wajahmu cantik nan elok, perangai baik nan berhati lembut. Maukah engkau menjadi kekasih Abang?” tanya Giran.</p>
<p>Pertanyaan itu membuat jantung Sani berdetak kencang. Dalam hatinya, ia juga suka kepada Giran. Maka ia pun membalasnya dengan untaian pantun.</p>
<p>“Buah nangka dari seberang<br />
Sedap sekali dibuat sayur<br />
Sudah lama ku nanti abang<br />
Barulah kini dapat menegur”</p>
<p>“Jika roboh kota Melaka<br />
Papan di Jawa saya tegakkan<br />
Jika sungguh Kanda berkata<br />
Badan dan nyawa saya serahkan”</p>
<p>Alangkah senang hati Giran mendengar jawaban dari Sani. Ia benar-benar merasa bahagia karena cintahnya bersambut.</p>
<p>Maka sejak itu, Giran dan Sani menjalin hubungan kasih. Pada mulanya, keduanya berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. Namun karena khawatir akan menimbulkan fitnah, akhirnya keduanya pun berterus terang kepada keluarga mereka masing-masing. Mengetahui hal itu, keluarga Giran dan Sani pun merasa senang dan bahagia, karena hal tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan mereka. Sejak menjalin hubungan dengan Sani, Giran seringkali berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Bahkan, ia sering membantu Bujang Sembilan bekerja di sawah.</p>
<p>Ketika musim panen tiba, semua penduduk kampung memperoleh hasil yang melimpah. Untuk merayakan keberhasilan tersebut, para pemuka adat dan seluruh penduduk bersepakat untuk mengadakan gelanggang perhelatan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. Para pemuda kampung menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-api, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara. Tidak ketinggalan pula Kukuban dan Giran turut ambil bagian dalam acara tersebut.</p>
<p>Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. Rupanya, Kukuban mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Kukuban berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu, peserta berikutnya satu per satu masuk ke arena gelanggang perhelatan untuk melawan Kukuban, namun belum seorang pun yang mampu mengalahkannya. Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Giran. Kini, Kukuban menghadapi lawan yang seimbang.</p>
<p>“Hai, Giran! Majulah kalau berani!” tantang Kukuban.</p>
<p>“Baiklah, Bang! Bersiap-siaplah menerima seranganku!” jawab Giran dan langsung menyerang Kukuban.</p>
<p>Maka terjadilah pertarungan sengit antara Giran dan Kukuban. Mulanya, Giran melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah Kububan, namun semua serangannya mampu dielakkan oleh Kukubun. Beberapa saat kemudian, keadaan jadi terbalik. Kukuban yang balik menyerang. Ia terus menyerang Giran dengan jurus-jurus andalannya secara bertubi-tubi. Giran pun terdesak dan kesulitan menghindari serangannya. Pada saat yang tepat, Kukuban melayangkan sebuah tendangan keras kaki kirinya ke arah Giran. Giran yang tidak mampu lagi menghindar, terpaksa menangkisnya dengan kedua tangannya.</p>
<p>“Aduh, sakit…! Kakiku patah!” pekik Kukuban dan langsung berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.</p>
<p>Rupanya, tangkisan Giran itu membuat kaki kirinya patah. Ia pun tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. Sejak itu, Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Namun, dendam tersebut dipendamnya dalam hati.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian, dendam Kukuban yang dipendam dalam hati itu akhirnya terungkap juga. Hal itu bermula ketika suatu malam, yakni ketika cahaya purnama menerangi perkampungan sekitar Gunung Tinjau, Datuk Limbatang bersama istrinya berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Kedatangan orangtua Giran tersebut bukan untuk mengajari mereka cara bercocok tanam atau tata cara adat, melainkan ingin menyampaikan pinangan Giran kepada Sani.</p>
<p>“Maaf, Bujang Sembilan! Maksud kedatangan kami kemari ingin lebih mempererat hubungan kekeluargaan kita,” ungkap Datuk Limbatang.</p>
<p>“Apa maksud, Engku?” tanya si Kudun bingung.</p>
<p>“Iya, Engku! Bukankah hubungan kekeluargaan kita selama ini baik-baik saja?” sambung Kaciak.</p>
<p>“Memang benar yang kamu katakan itu, Anakku,” jawab Datuk Limbatang yang sudah menganggap Bujang Sembilan seperti anaknya sendiri.</p>
<p>“Begini, Anak-anakku! Untuk semakin mengeratkan hubungan keluarga kita, kami bermaksud menikahkan Giran dengan adik bungsu kalian, Siti Rasani,” ungkap Datuk Limbatang.</p>
<p>“Pada dasarnya, kami juga merasakan hal yang sama, Engku! Kami merasa senang jika Giran menikah dengan adik kami. Giran adalah pemuda yang baik dan rajin,” sambut si Kudun.</p>
<p>Namun, baru saja kalimat itu lepas dari mulut si Kudun, tiba-tiba terdengar suara bentakan yang sangat keras dari Kukuban.</p>
<p>“Tidak! Aku tidak setuju dengan pernikahan mereka! Aku tahu siapa Giran,” seru Kukuban dengan wajah memerah.</p>
<p>“Dia pemuda sombong, tidak tahu sopan santun dan kurang ajar. Dia tidak pantas menjadi suami Sani,” tambahnya.</p>
<p>“Mengapa kamu berkata begitu, Anakku? Adakah perkataan atau perilakunya yang pernah menyinggung perasaanmu?” tanya Datuk Limbatang dengan tenang.</p>
<p>“Ada, Engku! Masih ingatkah tindakan Giran terhadapku di gelanggang perhelatan beberapa bulan yang lalu? Dia telah mematahkan kaki kiriku dan sampai sekarang masih ada bekasnya,” jawab Kukuban sambil menyingsingkan celana panjangnya untuk memperlihatkan bekas kakinya yang patah.</p>
<p>“Oooh, itu!” jawab Datuk Limbatang singkat sambil tersenyum.</p>
<p>“Soal kaki terkilir dan kaki patah, kalah ataupun menang dalam gelanggan itu hal biasa. Memang begitu kalau bertarung,” ujar Datuk Limbatang.</p>
<p>“Tapi, Engku! Anak Engku telah mempermalukanku di depan orang banyak,” sambut Kukuban.</p>
<p>“Aku kira Giran tidak bermaksud mempermalukan saudaranya sendiri,” kata Datuk Limbatang.</p>
<p>“Ah, itu kata Engku, karena ingin membela anak sendiri! Di mana keadilan Engku sebagai <a href="http://bom2000.com/tag/pemimpin" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pemimpin">pemimpin</a> adat?” bantah Kukuban sambil menghempaskan tangannya ke lantai.</p>
<p>Semua yang ada dalam pertemuan itu terdiam. Kedelapan saudaranya tak satu pun yang berani angkat bicara. Suasana pun menjadi hening dan tegang. Kecuali Datuk Limbatang, yang terlihat tenang.</p>
<p>“Maaf, Anakku! Aku tidak membela siapa pun. Aku hanya mengatakan kebenaran. Keadilan harus didasarkan pada kebenaran,” ujar Datuk Limbatang.</p>
<p>“Kebenaran apalagi yang Engku maksud. Bukankah Giran telah nyata-nyata mencoreng mukaku di tengah keramaian?”</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.</p>
<p>Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya.</p>
<p>“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.</p>
<p>Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya.</p>
<p>“Terserah Engku kalau tetap mau membela anak sendiri. Tapi, Sani adalah adik kami. Aku tidak akan menikahkan Sani dengan anak Engku,” kata Kukuban dengan ketus.</p>
<p>“Baiklah, Anakku! Aku juga tidak akan memaksamu. Tapi, kami berharap semoga suatu hari nanti keputusan ini dapat berubah,” kata Datuk Limbatang seraya berpamitan pulang ke rumah bersama istrinya.</p>
<p>Rupanya, Siti Rasani yang berada di dalam kamar mendengar semua pembicaraan mereka. Ia sangat bersedih mendengar putusan kakak sulungnya itu. Baginya, Giran adalah calon suami yang ia idam-idamkan selama ini. Sejak kejadian itu, Sani selalu terlihat murung. Hampir setiap hari ia duduk termenung memikirkan jalah keluar bagi masalah yang dihadapinya. Begitupula si Giran, memikirkan hal yang sama. Berhari-hari kedua pasangan kekasih itu berpikir, namun belum juga menemukan jalan keluar. Akhirnya, keduanya pun sepakat bertemu di tempat biasanya, yakni di sebuah ladang di tepi sungai, untuk merundingkan masalah yang sedang mereka hadapi.</p>
<p>“Apa yang harus kita lakukan, Dik?” tanya Giran.</p>
<p>“Entahlah, Bang! Adik juga tidak tahu harus berbuat apa. Semua keputusan dalam keluarga Adik ada di tangan Bang Kukuban. Sementara dia sangat benci dan dendam kepada Abang,” jawab Sani sambil menghela nafas panjang.</p>
<p>Beberapa lama mereka berunding di tepi sungai itu, namun belum juga menemukan jalan keluar. Dengan perasaan kalut, Sani beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba sepotong ranting berduri tersangkut pada sarungnya.</p>
<p>“Aduh, sarungku sobek!” teriak Sani kaget.</p>
<p>“Wah, sepertinya pahamu tergores duri. Duduklah Adik, Abang akan mengobati lukamu itu!” ujar Giran.</p>
<p>Giran pun segera mencari daun obat-obatan di sekitarnya dan meramunya. Setelah itu, ia membersihkan darah yang keluar dari paha Sani, lalu mengobati lukanya. Pada saat itulah, tiba-tiba puluhan orang keluar dari balik pepohonan dan segera mengurung keduanya. Mereka adalah Bujang Sembilan bersama beberapa warga lainnya.</p>
<p>“Hei, rupanya kalian di sini!” seru Kukuban.</p>
<p>Giran dan Sani pun tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya benar-benar tidak menyangka jika ada puluhan orang sedang mengintai gerak-gerik mereka.</p>
<p>“Tangkap mereka! Kita bawa mereka ke sidang adat!” perintah Kukuban.</p>
<p>“Ampun, Bang! Kami tidak melakukan apa-apa. Saya hanya mengobati luka Sani yang terkena duri,” kata Giran.</p>
<p>“Dasar pembohong! Aku melihat sendiri kamu mengusap-usap paha adikku!” bentak Kukuban.</p>
<p>“Iya benar! Kalian telah melakukan perbuatan terlarang. Kalian harus dibawa ke sidang adat untuk dihukum,” sambung seorang warga.</p>
<p>Akhirnya, Giran dan Sani digiring ke kampung menuju ke ruang persidangan. Kukuban bersama kedelapan saudaranya dan beberapa warga lainnya memberi kesaksian bahwa mereka melihat sendiri perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Giran dan Sani. Meskipun Giran dan Sani telah melakukan pembelaan dan dibantu oleh Datuk Limbatang, namun persidangan memutuskan bahwa keduanya bersalah telah melanggar adat yang berlaku di kampung itu. Perbuatan mereka sangat memalukan dan dapat membawa sial. Maka sebagai hukumannya, keduanya harus dibuang ke kawah Gunung Tinjau agar kampung tersebut terhindar dari malapetaka.</p>
<p>Keputusan itu pun diumumkan ke seluruh penjuru kampung di sekitar Gunung Tinjau. Setelah itu, Giran dan Sani diarak menuju ke puncak Gunung Tinjau dengan tangan terikat di belakang. Sesampainya di pinggir kawah, mata mereka ditutup dengan kain hitam. Sebelum hukuman dilaksanakan, mereka diberi kesempatan untuk berbicara.</p>
<p>“Wahai kalian semua, ketahuilah! Kami tidak melakukan perbuatan terlarang apa pun. Karena itu, kami yakin tidak bersalah,” ucap Giran.</p>
<p>Setelah itu, Giran menengadahkan kedua tanganya ke langit sambil berdoa.</p>
<p>“Ya Tuhan! Mohon dengar dan kabulkan doa kami. Jika kami memang benar-benar bersalah, hancurkanlah tubuh kami di dalam air kawah gunung yang panas ini. Akan tetapi, jika kami tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan!”</p>
<p>Usai memanjatkan doa, Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah. Keduanya pun tenggelam di dalam air kawah. Sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu diliputi oleh rasa tegang dan cemas. Jika Giran benar-benar tidak bersalah dan doanya dikabulkan, maka mereka semua akan binasa. Ternyata benar. Permohonan Giran dikabulkan oleh Tuhan. Beberapa saat berselang, gunung itu tiba-tiba bergetar dan diikuti letusan yang sangat keras. Lahar panas pun menyembur keluar dari dalam kawah, mengalir menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun, naas nasib mereka. Letusan Gunung Tinjau semakin dahsyat hingga gunung itu luluh lantak. Tak seorang pun yang selamat. Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan.</p>
<p>Demikian cerita Asal Usul Danau Maninjau dari Agam, Sumatra Barat, Indonesia. Konon, letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah yang luas dan lama-kelamaan berubah menjadi danau. Oleh masyarakat sekitar, nama gunung itu kemudian diabadikan menjadi nama danau, yakni Danau Maninjau. Sementara nama-nama tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau, seperti Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Malintang, Koto Kaciak, Sigalapuang, Balok, Kukuban, dan Sungai Batang.</p>
<p>Cerita di atas termasuk kategori <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik, yaitu akibat buruk yang ditimbulkan oleh sifat dendam. Dendam telah menjadikan Kukuban tega menfitnah Giran dan Sani telah melakukan perbuatan terlarang. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa sifat dendam dapat mendorong seseorang berbuat aniaya terhadap orang lain, demi membalaskan dendamnya. Dalam kehidupan orang <a href="http://bom2000.com/tag/melayu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Melayu">Melayu</a>, sifat dendam ini sangat dipantangkan. Dikatakan dalam tunjuk ajar <a href="http://bom2000.com/tag/melayu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Melayu">Melayu</a>:</p>
<p>siapa tak tahu kesalahan sendiri,<br />
lambat laun hidupnya keji<br />
kalau suka berdendam kesumat,<br />
alamat hidup akan melarat</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> afta</li><li>legenda di jawa barat</li><li>sejarah maninjau</li><li>cerita-cerita legenda indonesia</li><li>asal mula danau maninjau</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/asal-usul" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Asal-usul">asal-usul</a> kota serang</li><li>gunung berapi <a href="http://bom2000.com/tag/artikel" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Artikel">artikel</a></li><li>artikel gunung api</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> gunung berapi</li><li>makalah gunung berapi</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/asal-usul-danau-maninjau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Si Pitung</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 16:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar]]></category>
		<category><![CDATA[Pitung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html</guid>
		<description><![CDATA[Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan Si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin. Setelah dewasa Si Pitung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i45.tinypic.com/11ijq6o.jpg" alt="Cerita Si Pitung" align="left" vspace="4" hspace="4"/></a><a href="http://bom2000.com/tag/pitung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pitung">Pitung</a> adalah salah satu <a href="http://bom2000.com/tag/pendekar" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pendekar">pendekar</a> orang asli <a href="http://bom2000.com/tag/indonesia" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Indonesia">Indonesia</a> berasal dari daerah <a href="http://bom2000.com/tag/betawi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Betawi">betawi</a> yang berasal dari <a href="http://bom2000.com/tag/kampung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kampung">kampung</a> Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan Si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.</p>
<p>Setelah dewasa Si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.<br />
<span id="more-91"></span><br />
Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama Si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.</p>
<p>Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni <a href="http://bom2000.com/tag/belanda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Belanda">Belanda</a> yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap Si Pitung. <a href="http://bom2000.com/tag/pemimpin" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pemimpin">Pemimpin</a> polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap Si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah Si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.</p>
<p>Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru Si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian Si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan Si Pitung.</p>
<p>Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan Si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya Si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan Si Pitung dari gurunya Haji Naipin.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> si pitung</li><li>cerita sipitung</li><li>cerita pitung</li><li>pendekar betawi</li><li>contoh <a href="http://bom2000.com/tag/cerita-rakyat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita Rakyat">cerita rakyat</a> si pitung</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> si pitung</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/artikel" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Artikel">artikel</a> si pitung</li><li>mitos si pitung</li><li>cerita daerah betawi</li><li>daftar cerita rakyat betawi</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-si-pitung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barag]]></category>
		<category><![CDATA[Kamandaka]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lutung Kasarung]]></category>
		<category><![CDATA[Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Permaisuri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah versil lain dari Lutung Kasarung yang banyak didengar di daerah Sunda. Cerita Lutung Kasarung ini merupakan cerita versi Pasir Luhur. Tidaklah penting mana yang benar antara kedua versi tersebut, yang jelas, cerita-cerita ini untuk menghibur dan dipetik pelajarannya. Di Jawa Barat pada jaman dahulu kala ada sebuah Kerajaan Hindu yang besar dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i50.tinypic.com/2i27pzs.jpg" alt="Legenda Kamandaka si Lutung Kasarung" align="left" vspace="4" hspace="4" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> ini adalah versil lain dari <a href="http://bom2000.com/tag/lutung-kasarung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Lutung Kasarung">Lutung Kasarung</a> yang banyak didengar di daerah Sunda. <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> Lutung Kasarung ini merupakan <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> versi Pasir Luhur. Tidaklah penting mana yang benar antara kedua versi tersebut, yang jelas, <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>-cerita ini untuk menghibur dan dipetik pelajarannya.</p>
<p>Di Jawa Barat pada jaman dahulu kala ada sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">Kerajaan</a> <a href="http://bom2000.com/tag/hindu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Hindu">Hindu</a> yang besar dan cukup kuat, yaitu berpusat di kota Bogor. Kerajaan itu adalah Kerajaan “<a href="http://bom2000.com/tag/pajajaran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pajajaran">Pajajaran</a>”, pada saat itu <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> yang memerintah yaitu Prabu Siliwangi. Beliau sudah lanjut usia dan bermaksud mengangkat Putra Mahkotanya sebagai penggantinya.<br />
<span id="more-84"></span><br />
Prabu Siliwangi mempunyai tiga orang putra dan satu orang putri dari dua <a href="http://bom2000.com/tag/permaisuri" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Permaisuri">Permaisuri</a>, dari <a href="http://bom2000.com/tag/permaisuri" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Permaisuri">permaisuri</a> yang pertama mempunyai dua orang putra, yaitu Banyak Cotro dan Banyak Ngampar. Namun sewaktu Banyak Cotro dan Banyak Ngampar masih kecil ibunya telah meninggal.</p>
<p>Maka Prabu Siliwangi akhirnya kawin lagi dengan permaisuri yang kedua, yaitu Kumudaningsih. Pada waktu Dewi Kumuudangingsih diambil menjadi Permaisuri oleh Prabu Siliwangi, ia mengadakan perjanjian, bahwa jika kelak ia mempunyai putra laki-laki, maka putranyalah yang harus meggantikan menjadi raja di Pajajaran.</p>
<p>Dari perkawinannya dengan Dewi Kumudaningsih, Prabu Silliwangi mempunyai seorang putra dan seorang putri, yaitu: Banyak Blabur dan Dewi Pamungkas.</p>
<p>Pada suatu hari Prabu Siliwangi memanggil Putra Mahkotanya, Banyak Cotro dan Banyak Blabur untuk menghadap, maksudnya ialah Prabu Siliwangi akan mengangkat putranya untuk menggantikan menjadi raja di Pajajaran karena beliau sudah lajut usia.</p>
<p>Namun dari kedua Putra Mahkotanya belum ada yang mau diangkat menjadi raja di Pajajaran. Sebagai putra sulungnya Banyak Cokro mengajukan beberapa alasan, antara lain alasannya adalah:</p>
<p>    * Untuk memerintahkan Kerajaan dia belum siap, karena belum cukup ilmu.<br />
    * Untuk memerintahkan Kerajaan seorang raja harus ada Permaisuri yang mendampinginya, sedangkan Banyak Cotro belum kawin.</p>
<p>Banyak Cotro mengatakan bahwa dia baru kawin kalau sudah bertemu dengan seorang putri yang parasnya mirip dengan ibunya. Oleh sebab itu Banyak Cotro meminta ijin pergi dari Kerajaan Pajajaran untuk mencari putri yang menjadi idamannya.</p>
<p>Kepergian Banyak Cotro dari Kerajaan Pajajaran melalui gunung Tangkuban Perahu, untuk menghadap seorang pendeta yang bertempat di sana. Pendeta itu ialah Ki Ajar Winarong, seorang Pendeta sakti dan tahu untuk mempersunting putri yang di idam-idamkannya dapat tercapai.</p>
<p>Namun ada beberapa syarat yang harus dilakukan dan dipenuhi oleh Banyak Cotro, yaitu harus melepas dan menaggalkan semua pakaian kebesaran dari kerajaan dengan hanya memakai pakaian rakyat biasa. Dan ia harus menyamar dengan nama samaran “<a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> <a href="http://bom2000.com/tag/kamandaka" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kamandaka">Kamandaka</a>”</p>
<p>Setelah Raden Kamandaka berjalan berhari-hari dari Tangkuban Perahu ke arah Timur, maka sampailah Raden Kamandaka kewilayah Kadipaten Pasir Luhur.</p>
<p>Secara kebetulan Raden Kamandaka sampai Pasir Luhur, betemu dengan Patih Kadipaten Pasir Luhur yaitu Patih Reksonoto. Karena Patih Reksonoto sudah tua tidak mempuunyai anak, maka Raden Kamandaka akhirnya dijadikan anak angkat Patih Reksonoto merasa sangat bangga dan senang hatinya mempunyai Putra Angkat Raden Kamandaka yang gagah perkasa dan tampan, maka Patih Reksonoto sangat mencintainya.</p>
<p>Adapun yang memerintahkan Kadipaten Pasir Luhur adalah “Adi Pati Kanandoho”. Beliau mempunyai beberapa orang Putri dan sudah bersuami kecuali yang paling bungsu yaitu Dewi Ciptoroso yang belum bersuami. Dewi Ciptoroso inilah seorang putri yang mempunyai wajah mirip Ibu raden Kamandaka, dan Putri inilah yng sedang dicari oeh Raden Kamandaka.</p>
<p>Suatu kebiasaan dari Kadipaten Pasir Luhur bahwa setiap tahun mengadakan upacara menangkap ikan di kali Logawa. Pada upacara ini semua keluarga Kadipaten Pasir Luhur beserta para pembesar dan pejabatan pemerintah turut menangkap ikan di kali Logawa.</p>
<p>Pada waktu Patih Reksonoto pergi mengikuti upacara menangkap ikan di kali Logawa, tanpa diketahuinya Raden Kamandaka secara diam-diam telah mengikutinya dari belakang. Pada kesempatan inilah Raden Kamandaka dapat bertemu dengan Dewi Ciptoroso dan mereka berdua saling jatuh cinta.</p>
<p>Atas permintaan dari Dewi Ciptoroso agar Raden Kamandaka pada malam harinya untuk dating menjumpai Dewi Ciptoroso di taman Kaputren Kadipaten Pasir Luhur tempat Dewi Ciptoroso berada. Benarlah pada malam harinya Raden Kamandaka dengan diam-diam tanpa ijin patih Resonoto, ia pun pergi menjumpai Dewi Ciptoroso yang sudah rindu menanti kedatangan Raden Kamandaka.</p>
<p>Namun keberadaan Raden Kamandaka di Taman Kaputren Bersama Dewi Ciptoroso tidak berlangsung lama. Karena tiba-tiba prajurit pengawal Kaputren mengetahui bahwa di dalam taman ada pencuri yang masuk. Hal ini kemu kemudian dilaporkan oleh Adipatih Kandandoho.</p>
<p>Menanggapi laporan ini, maka Adipatih sangat marah dan memerintahkan prajuritnya untuk menangkap peencuri tersebut. Karena kesaktian dan ilmu ketangkasan yang dimiliki oleh Raden Kamandaka, maka Raden Kamandaka dapat meloloskan diri dari kepungan prajurit Pasir Luhur.</p>
<p>Sebelum Raden Kamandaka lolos dari Taman Kaputren, ia sempat mengatakan identitasnya. Bahwa ia bernama Raden Kamandaka putra dari Patih Reksonoto.</p>
<p>Hal ini didengar olehh prajurit, dan melaporkan kepada Adipatih Kandandoho. Mendengar hal ini maka Patih Reksonoto pun dipanggil dan harus menyerahkan putra nya. Perintah ini dilaksanakan oleh Patih Reksonoto, walaupun dalam hatinya sangatlah berat. Sehimgga dengan siasat dari Patih Reksonoto, maka Raden Kamandaka dapat lari dan selamat dari pengejaran para prajurit.</p>
<p>Raden Kamandaka terjun masuk kedalam sungai dan menyelam mengikuti arus air sungai. Oleh Patih Reksonoto dan para prajurit yang mengejar, dilaporkan bahwa Raden Kamandaka dikatakan sudah mati didalam sugai. Mendengar berita ini Adipatih Kandandoho merasa lega dan puas. Nmun sebaliknya Dewi Ciptoroso yang setelah mendengar berita itu sangatlah muram dan sedih.</p>
<p>Sepanjang Raden Kamandaka menyelam mengikuti arus sungai bertemulah dengan seorang yang memancing di sungai. Orang tersebut bernama Rekajaya, Raden Kamandaka dan Rekajaya kemudian berteman baik dan menetap di desa Panagih. Di desa ini Raden Kamandaka diangkat anak oleh Mbok Kektosuro, seorang <a href="http://bom2000.com/tag/janda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Janda">janda</a> miskin di desa tersebbut.</p>
<p>Raden Kamandaka menjadi penggemar adu ayam. Kebetulan Mbok Reksonoto mempunyai ayam jago yang bernama “Mercu”. Pada setiap penyabungan ayam Raden Kamandaka selalu menang dalam pertandingan, maka Raden Kamandaka menjadi sangat terkenal sebagai botoh ayam.</p>
<p>Hal ini tersiar sampai kerajaan Pasir Luhur, mendengar hal ini Adipatih Kandadoho menjadi marah dan murka. Beliau memerintahkan prajuritnya untuk menagkap hidup atau mati Raden Kamandaka.</p>
<p>Pada saat itu tiba-tiba datanglah seorang pemuda tampan mengaku dirinya bernama “Silihwarni” yang akan mengabdikan diri kepada Pasir Luhur, maka ia permohonannya diterima, tetapi asalkan ia harus dapat membunuh Raden Kamandaka. Untuk membuktikannya ia harus membawa darah dan hati Raden Kamandaka.</p>
<p>Sebenarnya Silihwarni adalah nama samaran. Nama itu sebenarnya adalah Banyak Ngampar Putra dari kerajaan Pajajaran, yaitu adik kandung dari Raden Kamandaka.</p>
<p>Ia oleh ayahnya Prabu Siliwangi ditugaskan untuk mencari saudara kandungnya yang pergi sudah lama belum kembali. Untuk mengatasi gangguan dalam perjalanan, ia dibekali pusaka keris Kujang Pamungkas sebagai senjatanya. Dan dia juga menyamar dengan nama Silihwarni, dan berpakaian seperti rakyat biasa.</p>
<p>Karena ia mendengar berita bahwa kakak kandungnya berada di Kadipaten Pasir Luhur, maka ia pun pergi kesana. Setelah Silihwarni menerima perintah dari Adipatih, pergilah ia dengan diikuti beberapa prajurit dan anjing pelacak menuju desa Karang Luas, tempat penyabungan ayam.</p>
<p>Di tempat inilah mereka bertemu. Namun keduanya sudah tidak mengenal lagi. Silihwari berpakaian seperti raknyat biasa sedangkan Raden Kamandaka berpakaian sebagai botoh ayam, dan wajahnya pucat karena menahan kernduan kepada kekasihnya.</p>
<p>Terjadilah persabungan ayan Raden Kamandaka dan Silihwarni, dengan tanpa disadari oleh raden kamandaka tiba-tiba Silihwarni menikam pinggang Raden Kamandaka dengan keris Kujang Pamungkasnya. Karena luka goresan keris itu tersebut darahpun keluar dengan deras. Namun karena ketangkasan Raden Kamandaka, ia pun dapat lolos dari bahaya tersebut dan tempat ia dapat lolos itu dinamakan desa Brobosan, yang berarti ia dapat lolos dari bahaya.</p>
<p>Karena lukanya semakin deras mengeluarkan darah, maka ia pun istirahat sebentar disuatu tempat, maka tempat itu dinamakan Bancran. Larinya Raden Kamandaka terus dikejar oleh Silihwarni dan prajurit. Pada suatu tempat Raden Kamandaka dapat menangkap anjing pelacaknya dan kemudian tempat itu diberinya nama desa Karang Anjing.</p>
<p>Raden Kamandaka terus lari kearah timur dan sampailah pada jalan buntu dan tempat ini ia memberi nama Desa Buntu. Pada akhirnya Raden Kamandaka sampailah di sebuah Goa. Didalam Goa ini ia beristirahat dan bersembunyi dari kejaraan Silihwarni. Silihwarni yang terus mengejar setelah sampai goa ia kehilangan jejak. Kemudian Silihwarnipun dari mulut goa tersebut berseru menantang Raden Kamandaka.</p>
<p>Setelah mendengar tantagan Silihwarni, Raden Kamandaka pun menjawab ia mengatakan identitasnya, bahwa ia adalah putra dari kerajaan Pajajaran namanya Banyak Cotro.</p>
<p>Setelah itu Silihwarnipun mengatakan identitasnya bahwa ia juga putra dari Kerajaan Pajajaran, bernama Banyak Ngampar. Demikian kata-kata yang pengakuan antara Raden Kamandaka dan Silihwarni bahwa mereka adalah putra pajajaran, maka orang yang mendengar merupakan nama versi ke-2, untuk Goa Jatijajar tersebut. Kemudian mereka berdua berpeluka dan saling memaafkan.</p>
<p>Namun karena Silihwarni harus membawa bukti hati dan darah Raden Kamandaka, maka akhirnya anjing pelacaknya yang dipotong diambil darah dan hatinya. Dikatakan bahwa itu adalah hati dan darah Raden Kamandaka yang telah dibunuhnya.</p>
<p>Raden Kamandaka kemudian bertapa di dalam goa dan mendapat petunjuk, bahwa niatnya untuk mempersunting Dewi Ciptoroso akan tercapai kalau ia sudah mendapat pakaian “Lutung” dan ia disuruh supaya mendekat ke Kadipaten Pasir Luhur, yaitu supaya menetap di hutan Batur Agung, sebelah Barat Daya dari batu Raden.</p>
<p>Suatu kegemaran dari Adipatih Pasir Luhur adalah berburu. Pada suatu hari Adipatih dan semua keluarganya berburu, tiba-tiba bertemulah dengan seekor lutung yang sangat besar dan jinak. Yang akhirnya di tangkaplah lutung tersebut hidup-hidup.</p>
<p>Sewaktu akan dibawa pulang, tiba-tiba Rekajaya datang mengaku bahwa itu adalah lutung peliharaannya, dan mengatakan beredia membantu merawatnya jika lutung itu akan dipelihara di Kadipaten. Dan permohonan itu pun dikabulkan.</p>
<p>Setelah sampai di kadipaten para putri berebut ingin memelihara lutung tersebut. Selama di Kadipaten lutung tersebut tidak mau dikasih makan. Oleh sebab itu akhirnya oleh Adipatih lutung tersebut disayembarakan yaitu jika ada salah seorang dari putrinya dapat memberi makan dan diterima oleh lutung tersebut maka ia lah yang akan memelihara lutung tersebut.</p>
<p>Ternyata makanan yang diterima oleh lutung tersebut hanyalah makanan dari Dewi Ciporoso, maka “Lutung Kasarung” itu menjadi peliharaan Dewi Ciptoroso. Pada malam hari lutung tersebut berubah wujud menjadi Raden Kamandaka. Sehingga hanya Dewi Ciptoroso yang tahu tentang hal tersebut. Pada siang hari ia berubah menjadi lutung lagi. Maka keadaan Dewi kini menjadi sangat gembira dan bahagia, yang selalu ditemani lutung kasarung.</p>
<p>Alkisah pada suatu hari raden dari Nusa Kambangan Prabu Pule Bahas menyuruh Patihnya untuk meminang Putri Bungsu Kadipaten Pasir Luhur Dewi Ciptoroso dan mengancam apabila pinangannya ditolak ia akan menghancurkan Kadipaten Pasir Luhur.</p>
<p>Atas saran dan permintaan dari Lutung Kasarung pinangan Raja Pule Bahas agar supaya diterima saja. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh raja Pule Bahas. Salah satunya ialah dalam pertemuan pengantin nanti Lutung Kasarung harus turut mendampingi Dewi Ciporoso.</p>
<p>Pada waktu pertemuan pengantin berlangsung, Raja Pule Bahas selalu diganggu oleh Lutung Kasarung yang selalu mendampingi Dewi Ciptoroso. Oleh sebab itu Raja Pule Bahas marah dan memukul Lutung Kasarung. Namun Lutung Kasarung telah siap berkelahi melawan Raja Pule Bahas.</p>
<p>Pertarungan Raja Pule Bahas dengan Lutung Kasarung terjadi sangat seru. Namun karena kesaktian dari Luung Kasarung, akhirnya Raja Pule Bahas gugur dicekik dan digigit oleh Lutung Kasarung.</p>
<p>Tatkala Raja Pule Bahas gugur maka Lutung Kasarung pun langsung menjelma menjadi Raden Kamandaka, dan langsung mengenkan pakaian kebesaran Kerajaan Pajajaran dan mengaku namanya Banyak Cotro. Kini Adipatih Pasir Luhur pun mengetahui hal yang sebenarnya adalah Raden Kamandaka dan Raden Kamandaka adalah Banyak Cotro dan Banyak Cotro adalah Lutung Kasarung putra mahkota dari kerajaan Pajajaran. Dan akhirnya ia dikawinkan dengan Dewi Ciptoroso.</p>
<p>Namun karena Raden Kamandaka sudah cacat pada waktu adu ayam dengan Silihwarni kena keris Kujang Pamungkas maka Raden Kamandaka tidak dapat menggantikan menjadi raja di Pajajaran.</p>
<p>Karena <a href="http://bom2000.com/tag/tradisi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tradisi">tradisi</a> kerajaan Pajajaran, bahwa putra mahkota yang akan menggantikan menjadi raja tidak boleh cacat karena pusaka Kujang Pamungkas. Sehingga setelah ia dinikahkan dengan Dewi Ciptoroso, Raden Kamandaka hanya dapat menjadi Adipatih di Pasir Luhur Menggantikan mertuanya. Sedangkan yang menjadi Raja di Pajajaran adalah Banyak Blabur.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>asal usul kota pati</li><li>Kamandaka</li><li>nama nama pusaka</li><li>asal mula kota pati</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/bali" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bali">bali</a> pajajaran</li><li>DOWNLOAD cerita sunda LUTUNG KASARUNG</li><li>nama pusaka jawa</li><li>lutung kasarung <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a></li><li>CERITA HINDU</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> dari sunda</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Cindelaras dan Ayam Sakti</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Permaisuri]]></category>
		<category><![CDATA[Raden]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html</guid>
		<description><![CDATA[Kerajaan Jenggala dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Putra. Ia didampingi oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada permaisuri raja. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bom2000.com/forex"><img src="http://i46.tinypic.com/2s168t3.jpg" alt="Cindelaras dan Ayam Sakti" align="left" vspace="4" hspace="4"/></a><a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">Kerajaan</a> Jenggala dipimpin oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> yang bernama <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra. Ia didampingi oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/permaisuri" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Permaisuri">permaisuri</a> yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam <a href="http://bom2000.com/tag/istana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Istana">istana</a> yang sangat megah dan damai. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada <a href="http://bom2000.com/tag/permaisuri" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Permaisuri">permaisuri</a> raja. Hal tersebut dilakukan karena selir <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Putra ingin menjadi permaisuri.<br />
<span id="more-83"></span><br />
Selir baginda lalu berkomplot dengan seorang tabib istana untuk melaksanakan rencana tersebut. Selir baginda berpura-pura sakit parah. Tabib istana lalu segera dipanggil sang Raja. Setelah memeriksa selir tersebut, sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patih untuk membuang permaisuri ke hutan dan membunuhnya.</p>
<p>Sang Patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke tengah hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuh sang permaisuri. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. “Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,” kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja merasa puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri.</p>
<p>Setelah beberapa bulan berada di hutan, sang permaisuri melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam. Cindelaras kemudian mengambil telur itu dan bermaksud menetaskannya. Setelah 3 minggu, telur itu menetas menjadi seekor anak ayam yang sangat lucu. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Kian hari anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang gagah dan kuat. Tetapi ada satu yang aneh dari ayam tersebut. Bunyi kokok ayam itu berbeda dengan ayam lainnya. “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…”, kokok ayam itu</p>
<p>Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya itu dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. “Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku,” tantangnya. “Baiklah,” jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan.</p>
<p>Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat hingga sampai ke Istana. Raden Putra akhirnya pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras ke istana. “Hamba menghadap paduka,” kata Cindelaras dengan santun. “Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata,” pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras.</p>
<p>Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. “Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?” Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…,” ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. “Benarkah itu?” Tanya baginda keheranan. “Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda.”</p>
<p>Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. “Aku telah melakukan kesalahan,” kata Baginda Raden Putra. “Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku,” lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> kerajaan jenggala</li><li>nama istri raja jawa</li><li>cindelaras</li><li>cerita nyata rakyat</li><li>ayam cindelaras</li><li>asal usul pati ayam</li><li>asal usul patiayam</li><li>asal cerita cindelaras</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> pati ayam</li><li>cerita selir</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-cindelaras-dan-ayam-sakti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerajaan Mataram Kuno</title>
		<link>http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 18:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Budha]]></category>
		<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Mendut]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Sanjaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sewu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html</guid>
		<description><![CDATA[Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa, yakni agama Hindu dan Buddha. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i47.tinypic.com/2ah73hj.jpg" alt="Kerajaan Mataram Kuno" hspace="4" vspace="4" align="left" /><a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan">Kerajaan</a> <a href="http://bom2000.com/tag/mataram-kuno" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mataram Kuno">Mataram Kuno</a> diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, kerjaan ini berpusat di <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-tengah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Tengah">Jawa Tengah</a>. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-timur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Timur">Jawa Timur</a>. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa, yakni agama <a href="http://bom2000.com/tag/hindu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Hindu">Hindu</a> dan Buddha.</p>
<p>Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">Candi</a> Geding Songo, kompleks <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">Candi</a> Dieng, dan kompleks <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">Candi</a> Prambanan yang berlatar belakang Hindu. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">Candi</a> Kalasan, <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">Candi</a> <a href="http://bom2000.com/tag/borobudur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Borobudur">Borobudur</a>, Candi <a href="http://bom2000.com/tag/mendut" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mendut">Mendut</a>, Candi <a href="http://bom2000.com/tag/sewu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sewu">Sewu</a>, dan Candi Plaosan.</p>
<p><strong>Kerajaan Mataram di Jawa Tengah</strong></p>
<p>Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah terdiri dari dua wangsa (keluarga), yaitu wangsa Sanjaya dan Sailendraa. Pendiri wangsa Sanjaya adalah <a href="http://bom2000.com/tag/raja-sanjaya" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja Sanjaya">Raja Sanjaya</a>. Ia menggantikan <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> sebelumnya, yakni <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Sanna. Konon, <a href="http://bom2000.com/tag/raja-sanjaya" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja Sanjaya">Raja Sanjaya</a> telah menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran setelah Raja Sanna wafat.</p>
<p><span id="more-76"></span>Setelah Raha Sanjaya wafat, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra, pendiri wangsa Sailendra. Para raja keturunan wangsa Sanjaya seperti Sri Maharaja Rakai Panangkaran, Sri Maharaja Rakai Panunggalan, Sri Maharaja Rakai Warak, dan Sri Maharaja Rakai Garung merupakan raja bawahan dari wangsa Sailendra. Oleh Karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh keturunan Raja Sanjaya, Samaratungga (raja wangsa Sailendra) menyerahkan anak perempuannya, Pramodawarddhani, untuk dikawinkan dengan anak Rakai Patapan, yaitu Rakai Pikatan (wangsa Sanjaya).</p>
<p>Rakai Pikatan kemudian menduduki takhta Kerajaan Mataram Kuno. Melihat keadaan ini, adik Pramodawarddhani, yaitu Balaputeradewa, mengadakan perlawanan namun kalah dalam peperangan. Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke P. SUmatra dan menjadi raja Sriwijaya.</p>
<p>Pada masa Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu berkuasa, terjadi perebutan kekuasaan di antara para pangeran Kerajaan Mataram Kuno. Ketika Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa berkuasa, kerajaan ini berakhir dengan tiba-tiba. Diduga kehancuran kerajaan ini akibat bencana alam karena letusan G. Merapi, Magelang, Jawa Tengah.</p>
<p><strong>Kerajaan Mataram di Jawa Timur</strong></p>
<p>Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya, maka sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Pada abad ke-10, cucu Sri Maharaja Daksa, Mpu Sindok, membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Semeru dan G. Wilis), Jawa Timur. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga 948. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. Dengan demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isana. Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak masa Dyah Balitung, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke Jawa Timur. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Sampai pada masa ini Kerajaan Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Akan tetapi, untuk menghindari perang saudara, Airlangga membagi kerajaan menjadi dua, yaitu Kerajaan Pangjalu dan Janggala.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>kerajaan mataram jawa timur</li><li>perang mataram</li><li>perlawanan kerajaan mataram</li><li>kerajaan Mataram Kuno</li><li>latar belakang berdirinya kerajaan mataram kuno</li><li>latar belakang berdirinya kerajaan mataram</li><li>mataram jawa timur</li><li>pendiri kerajaan mataram</li><li>latar belakang mataram kuno</li><li>kerajaan borobudur</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/kerajaan-mataram-kuno.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Nama Kota Surabaya</title>
		<link>http://bom2000.com/asal-nama-kota-surabaya.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/asal-nama-kota-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hayam Wuruk]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[Mpu Prapanca]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Trowulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/asal-nama-kota-surabaya.html</guid>
		<description><![CDATA[Setidaknya ada tiga keterangan tentang muasal nama Surabaya. Keterangan pertama menyebutkan, nama Surabaya awalnya adalah Churabaya, desa tempat menyeberang di tepian Sungai Brantas. Hal itu tercantum dalam prasasti Trowulan I tahun 1358 Masehi. Nama Surabaya juga tercantum dalam Pujasastra Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Dalam tulisan itu Surabaya (Surabhaya) tercantum dalam pujasastra tentang perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i34.tinypic.com/118kr3r.jpg" alt="Patung Surabaya" hspace="4" vspace="4" width="287" height="216" align="left" />Setidaknya ada tiga keterangan tentang muasal nama <a href="http://bom2000.com/tag/surabaya" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Surabaya">Surabaya</a>. Keterangan pertama menyebutkan, nama <a href="http://bom2000.com/tag/surabaya" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Surabaya">Surabaya</a> awalnya adalah Churabaya, desa tempat menyeberang di tepian <a href="http://bom2000.com/tag/sungai-brantas" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sungai Brantas">Sungai Brantas</a>. Hal itu tercantum dalam <a href="http://bom2000.com/tag/prasasti" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Prasasti">prasasti</a> <a href="http://bom2000.com/tag/trowulan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Trowulan">Trowulan</a> I tahun 1358 Masehi.</p>
<p>Nama Surabaya juga tercantum dalam Pujasastra Negara Kertagama yang ditulis <a href="http://bom2000.com/tag/mpu-prapanca" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Mpu Prapanca">Mpu Prapanca</a>.</p>
<p>Dalam tulisan itu Surabaya (Surabhaya) tercantum dalam pujasastra tentang perjalanan pesiar pada tahun 1365 yang dilakukan <a href="http://bom2000.com/tag/hayam-wuruk" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Hayam Wuruk">Hayam Wuruk</a>, <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> <a href="http://bom2000.com/tag/majapahit" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Majapahit">Majapahit</a>.<br />
<span id="more-72"></span><br />
Namun Surabaya sendiri diyakini oleh para ahli telah ada pada tahun-tahun sebelum prasasti-prasasti tersebut dibuat. Seorang peneliti <a href="http://bom2000.com/tag/belanda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Belanda">Belanda</a>, GH Von Faber dalam karyanya En Werd Een Stad Geboren (Telah Lahir Sebuah Kota) membuat hipotesis, Surabaya didirikan Raja Kertanegara tahun 1275, sebagai pemukiman baru bagi para prajuritnya yang telah berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.</p>
<p>Versi berikutnya, nama Surabaya berkait erat dengan <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan tentara Tartar (Mongol), <a href="http://bom2000.com/tag/raden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden">Raden</a> Wijaya yang merupakan raja pertama Majapahit, mendirikan kraton di Ujung Galuh, sekarang kawasan pelabuhan Tanjung Perak, dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama Jayengrono makin kuat dan mandiri karena menguasai ilmu Buaya, sehingga mengancam kedaulatan Majapahit.</p>
<p>Untuk menaklukkan Jayengrono, diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Paneleh. Perkelahian adu kesaktian itu berlangsung tujuh hari tujuh malam dan berakhir tragis, keduanya meninggal kehabisan tenaga.</p>
<p>Dalam versi lainnya lagi, kata Surabaya muncul dari mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), perlambang perjuangan antara darat dan laut. Penggambaran pertarungan itu terdapat dalam monumen suro dan boyo yang ada dekat kebun binatang di Jalan Setail Surabaya</p>
<p>Versi terakhir, dikeluarkan pada tahun 1975, ketika Walikota Subaya Soeparno menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai hari jadi Kota Surabaya. Ini berarti pada tahun 2005 Surabaya sudah berusia 712 tahun. Penetapan itu berdasar kesepakatan sekelompok sejarawan yang dibentuk pemerintah kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata sura ing bhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>mitos surabaya</li><li>mpu prapanca</li><li>kumpulan prasasti</li><li>mitologi surabaya</li><li>churabaya</li><li>asal usul trowulan</li><li>mitos dari surabaya</li><li>nama surabaya diambil dari kata</li><li>mitos kota surabaya</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> mpu supo</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/asal-nama-kota-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

