<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Sejarah - Legenda - Mitos - Berita dan Artikel Menarik &#187; Legenda</title>
	<atom:link href="http://bom2000.com/tag/legenda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bom2000.com</link>
	<description>Kumpulan Cerita Rakyat, Legenda, Sejarah, Dongeng, Artikel Unik, Hot News</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 05:40:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Legenda Putri Ular dari Simalungun</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-putri-ular-dari-simalungun.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-putri-ular-dari-simalungun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 03:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Ular]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Simalungun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Kecantikan Putri Raja sudah menjadi berita dan tersebar ke seluruh pelosok negeri. Kabar tersebut sampai terdengar oleh seorang raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan ayah sang Putri. Mendengar kabar tersebut, Raja Muda yang tampan itu berniat melamar sang putri. Sang raja kemudian mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk memusyawarahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 1px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="size-medium wp-image-387 alignright" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="putri-ular" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2012/01/putri-ular-300x300.jpg" alt="Putri Ular" width="300" height="300" /></a>Kecantikan Putri <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> sudah menjadi berita dan tersebar ke seluruh pelosok negeri. Kabar tersebut sampai terdengar oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> muda yang memerintah di sebuah kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan ayah sang Putri.</p>
<p>Mendengar kabar tersebut, Raja Muda yang tampan itu berniat melamar sang putri. Sang raja kemudian mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk memusyawarahkan keinginannya tersebut.</p>
<p>“Wahai, para penasehatku! Apakah kalian sudah mendengar berita kecantikan putri itu?” tanya sang raja kepada penasehatnya.</p>
<p>“Sudah, Tuan!” jawab para penasehat serantak.</p>
<p>“Bagaimana menurut kalian, jika sang putri itu aku jadikan sebagai permaisuri?” sang Raja kembali bertanya.</p>
<p>“Hamba setuju, Tuan!” jawab salah seorang penasehat.<br />
<span id="more-386"></span><br />
“Iya, Tuan! Hamba kira, Tuan dan Putri adalah pasangan yang sangat serasi. Tuan seorang raja muda yang tampan, sedangkan sang putri seorang gadis yang cantik jelita,” tambah seorang penasehat.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu. Segera persiapkan segala keperluan untuk meminang sang putri,” perintah sang raja.</p>
<p>“Baik, Baginda!” jawab seluruh penasehat serentak.</p>
<p>Keesokan harinya, tampak rombongan utusan raja muda meninggalkan istana menuju negeri tempat tinggal sang putri. Sesampainya di sana, mereka disambut dan dijamu dengan baik oleh ayah sang putri. Usai perjamuan, utusan sang raja muda pun menyampaikan maksud kedatangan mereka.</p>
<p>“Ampun, Baginda! Maksud kedatangan kami ke sini adalah hendak menyampaikan pinangan Raja kami,” jawab salah seorang utusan yang bertindak sebagai juru bicara.<br />
“Kami menerima pinangan Raja kalian dengan senang hati, karena kedua kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, damai dan sejahtera,” jawab sang raja.</p>
<p>“Terima kasih, Baginda! Berita gembira ini segera kami sampaikan kepada Raja kami. Akan tetapi…, Raja kami berpesan bahwa jika lamaran ini diterima pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi,” ujar utusan tersebut.</p>
<p>“Kenapa begitu lama?” tanya sang Raja tidak sabar.</p>
<p>“Raja kami ingin pernikahannya dilangsungkan secara besar-besaran,” jawab utusan itu.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu, kami siap menunggu,” jawab sang Raja.</p>
<p>Usai berunding, utusan Raja Muda berpamitan kepada sang Raja untuk kembali ke negeri mereka. Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan berita gembira itu kepada Raja mereka, bahwa pinangannya diterima. Sang Raja Muda sangat gembira mendengar berita itu.</p>
<p>“Kalau begitu, mulai saat ini kita harus menyiapkan segala keperluan untuk upacara pernikahan ini!” seru Raja Muda.</p>
<p>“Baiklah, Tuan! Segera kami kerjakan,” jawab seorang utusan.</p>
<p>Sementara itu, setelah para utusan Raja Muda kembali ke negeri mereka, ayah sang Putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinangan itu.</p>
<p>“Wahai, putriku! Tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu?” tanya sang Raja kepada putrinya.</p>
<p>“Tidak, ayah! Memangnya ada apa, yah?” sang putri balik bertanya.</p>
<p>“Ketahuilah, putriku! Kedatangan mereka kemari untuk menyampaikan pinangan raja mereka yang masih muda. Bagaimana menurutmu?” tanya sang Ayah.</p>
<p>“Jika ayah senang, putri bersedia,” jawab sang Putri malu-malu.</p>
<p>“Ayah sangat bangga memiliki putri yang cantik dan penurut sepertimu, wahai putriku!” sanjung sang Ayah.</p>
<p>“Putriku, jagalah dirimu baik-baik! Jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu,” tambah sang ayah.</p>
<p>“Baik, ayah!” jawab sang putri.</p>
<p>Menjelang hari pernikahannya, sebagaimana biasa, setiap pagi sang putri pergi mandi dengan ditemani beberapa orang dayangnya di sebuah kolam yang berada di belakang istana. Di pinggir kolam disiapkan sebuah batu besar untuk tempat duduk sang putri. Usai berganti pakaian, sang putri segera masuk ke dalam kolam berendam sejenak untuk menyejukkan sekujur tubuhnya.</p>
<p>Setelah beberapa saat berendam, sang putri duduk di atas batu di tepi kolam. Sambil menjuntaikan kakinya ke dalam air, sang putri membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti, duduk bersanding di pelaminan bersama sang suami, seorang Raja Muda yang gagah dan tampan.</p>
<p>Di tengah-tengah sang putri asyik mengkhayal dan menikmati kesejukan air kolam itu, tiba-tiba angin bertiup kencang. Tanpa diduga, sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenahi ujung hidung sang putri.</p>
<p>“Aduuuh, hidungku!” jerit sang putri sambil memegang hidungnya.</p>
<p>Dalam sekejap, tangan putri yang malang itu penuh dengan darah. Sambil menahan rasa sakit, sang putri menyuruh dayang-dayangnya untuk diambilkan cermin. Betapa terkejut dan kecewanya sang putri saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang semula mancung itu tiba-tiba menjadi sompel (hilang sebagian) tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam. Kini wajah sang putri tidak cantik lagi seperti semula. Ia sangat sedih dan air matanya pun bercucuran keluar dari kelopak matanya.</p>
<p>“Celaka! Pernikahanku dengan raja muda akan gagal. Ia pasti akan mencari putri lain yang tidak memiliki cacat. Jika aku gagal menikah dengan raja muda, ayah dan ibu pasti kecewa dan malu di hadapan rakyatnya,” pikir sang putri.</p>
<p>Sang putri sangat tertekan. Pikiran-pikiran itu terus berkecamuk di kepalanya. Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Namun, ia tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya. Ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menyesali nasibnya yang malang itu.</p>
<p>Sang putri pun jadi putus asa. Sambil menangis, ia menengadahkan kedua tangannya ke atas, lalu berdoa:</p>
<p>“Ya, Tuhan! Hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuanya!” doa sang putri dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>Baru saja doa itu terucap dari mulut sang putri, tiba-tiba petir menyambar-nyambar sebagai tanda doa sang putri didengar oleh Tuhan. Beberapa saat kemudian, tubuh sang putri mengalami perubahan yang sangat mengejutkan.</p>
<p>Kakinya yang putih mulus tiba-tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin merambat ke atas. Dayang-dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Ketika sisik itu mencapai dada, sang putri segera memerintahkan seorang dayang-dayangnya untuk memberi tahu ayah dan ibunya di dalam istana.</p>
<p>“Ampun, Tuan!” hormat sang dayang kepada raja.</p>
<p>“Ada apa, dayang-dayang?” tanya sang raja.</p>
<p>“Ampun, Tuan! Kulit tuan putri mengeluarkan sisik seperti ular,” lapor sang dayang.</p>
<p>“Apa…? Anakku mengeluarkan sisik!” tanya sang raja tersentak kaget.</p>
<p>“Benar, Tuan! Hamba sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi,” jawab sang dayang.</p>
<p>Setelah mendengar laporan itu, sang raja dan permaisuri segera menuju ke kolam permandian. Sesampainya di tempat itu, mereka sudah tidak melihat tubuh sang putri. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung di atas batu yang biasa dipakai sang putri untuk duduk.</p>
<p>“Putriku!” seru sang raja kepada ular itu.</p>
<p>Ular itu hanya bisa menggerakan kepala dan menjulurkan lidahnya dengan tatapan mata yang sayu. Ia seakan hendak berbicara, namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya.</p>
<p>“Putriku! Apa yang terjadi denganmu?” tanya permaisuri cemas.</p>
<p>Meskipun permaisuri sudah berteriak memanggilnya, namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa-apa. Tak lama kemudian, ular besar penjelmaan sang putri pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam semak belukar. Sang raja dan permaisuri beserta dayang-dayang tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sangat sedih dan menangis atas nasib malang yang menimpa sang putri.</p>
<p>Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari Yang Kuasa atas permintaannya sendiri, karena keputusasaannya. Ia putus asa karena telah membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Ia tidak berhasil menjaga amanah ayahnya untuk selalu jaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda yang tampan itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> <a href="http://bom2000.com/tag/putri-ular" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Putri Ular">putri ular</a> dari <a href="http://bom2000.com/tag/simalungun" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Simalungun">simalungun</a></li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> bahasa bali lubdaka</li><li>cerita lubdaka dalam bahasa bali</li><li>berita bom di bali</li><li>cerita rakyat batu putri menangis</li><li>contoh legenda simalungun</li><li>kumpulan cerita rakyat simalungun</li><li>misteri baturaden</li><li>kumpulan cerita simalungun</li><li>kumpulan cerita berbahasa simalungun</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-putri-ular-dari-simalungun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Baturraden</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-baturraden.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-baturraden.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 16:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip]]></category>
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Baturraden]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Purwokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Baturraden merupakan salah satu tempat wisata terkenal yang berada di daerah Purwokerto. Obyek Wisata Baturraden menyimpan sebuah Cerita Legenda sebagai asal mula tempat tersebut bernama Baturraden Konon di Negara Rum, bertahta seorang Pangeran bernama Syekh Maulana Maghribi berasal dari Turki yang memeluk agama Islam dan dia adalah seorang ulama. Pada waktu fajar menyingsing, setelah beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yass_top_edge_dummy" style="width: 1px; height: 1px; padding: 0px; margin: -11px 0px 0px; border-width: 0px; display: block;"></div>
<div id="yass_top_edge" style="background-image: url('chrome://yass/content/edgebgtop.png'); background-attachment: scroll; background-position: center bottom; padding: 0px; margin: 0px 0px 10px -10px; border-width: 0px; height: 0px; display: block; width: 1px;"></div>
<p style="margin-top: 10px;"><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-370" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="Baturaden" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/12/Baturaden-300x294.jpg" alt="Baturraden" width="300" height="294" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/baturraden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Baturraden">Baturraden</a> merupakan salah satu tempat <a href="http://bom2000.com/tag/wisata" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Wisata">wisata</a> terkenal yang berada di daerah <a href="http://bom2000.com/tag/purwokerto" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Purwokerto">Purwokerto</a>. Obyek <a href="http://bom2000.com/tag/wisata" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Wisata">Wisata</a> <a href="http://bom2000.com/tag/baturraden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Baturraden">Baturraden</a> menyimpan sebuah <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">Cerita</a> <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">Legenda</a> sebagai asal mula tempat tersebut bernama <a href="http://bom2000.com/tag/baturraden" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Baturraden">Baturraden</a></p>
<p>Konon di Negara Rum, bertahta seorang Pangeran bernama Syekh Maulana Maghribi berasal dari Turki yang memeluk agama <a href="http://bom2000.com/tag/islam" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam">Islam</a> dan dia adalah seorang ulama. Pada waktu fajar menyingsing, setelah beliau melakukan kewajibannya selaku orang muslim, terlihatlah oleh beliau cahaya terang misterius bersinar disebelah timur menjulang tinggi di angkasa.</p>
<p>Terdorong oleh perasaan ingin mengetahui tempat darimana cahaya terang misterius itu datang dan makna dari cahaya terang tersebut, maka timbullah niat dan itikad yang kuat di dalam sanubarinya dan mencari tempat yang dimaksud. Seorang sahabatnya bernama Haji Datuk dipanggil dan diperintahkan supaya para hulubalang dan balatentaranya menyiapkan armada dengan segala perlengkapannya untuk berlayar menuju kearah datangnya cahaya misterius tersebut.<br />
<span id="more-369"></span><br />
Maka,berangkatlah si Pangeran bersama-sama dengan sahabatnya itu 298 (dengan dua ratus sembilan puluh delapan) orang pengikutnya mengarungi samudera menuju kearah terlihatnya cahaya itu memancar selama 40 malam.<br />
Kemudian sampailah mereka di ujung timur sebuah pulau yang bernama dengan Pulau <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a>. Adapun tempat dimana mereka membuang sauh dewasa ini terkenal dengan nama Pantai Gresik.</p>
<p>Meskipun mereka telah lama menempuh perjalanan penuh dengan berbagai kesulitan dan penderitaan serta menghadapi bermacam-macam marabahaya, mereka belum mencapai apa yang menjadi cita-cita atau tujuannya karena cahaya terang misterius tersebut tampak disebelah barat. Pada suatu waktu terlihat kembali cahaya terang yang sedang dicarinya itu disebelah barat dan mereka mengambil keputusan kembali karah barat dengan menempuh jalan di laut Jawa di pantai <a href="http://bom2000.com/tag/pemalang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pemalang">Pemalang</a> Jawa Tangah, dimana mereka berlabuh sambil sekedar melepas lelah. Ditempat ini Syekh Maulana Maghribi meminta para armadanya untuk pulang ke negerinya, sedangkan Syekh Maulana Maghribi ditemani oleh Haji Datuk dan untuk sementara bermukim ditempat itu.</p>
<p>Karena mereka mempunyai kepercayan pada Yang Maha Pencipta, mereka dijiwai oleh kekuatan Gaib yang tiada kunjung padam dan berketetapan hati akan melanjutkan perjalanannya dengan jalan kaki menuju kearah Selatan sambil menyebarkan agama Islam. Dari Pemalang mereka menuju ke selatan menyusuri hutan belantara tanpa mengenal bahaya yang dihadapinya karena tertarik sinar cahaya misterius yang sekarang terlihat di Timur Laut. Berhubung jalur yang ditempuhnya itu meletihkan, maka mereka berhenti sejenak untuk melepaskan lelahnya sambil termenung merasakan kisah perjalanannya serta kewajibannya yang dibebankan diatas pundaknya untuk menyebarluaskan agama Islam. Tempat dimana mereka beristirahat dengan diliputi pikiran-pikiran (gagasan-gagasan) dan perasaan-perasaan yang memenuhi hati sanubarinya diberi nama ‘Paduraksa’ yang artinya bertengkar didalam kalbu atau rasa.</p>
<p>Dari tempat itu mereka meneruskan perjalanannya ke selatan lagi dan sampailah mereka di hutan belukar dan untuk melepaskan lelahnya mereka singgah diatas tonggak randu yang tumbang dan tempat tersebut mereka beri nama ‘Randudongkal’. Dari tempat peristirahatannya itu, cahaya terang masih kelihatan ada di timur laut, dan mereka meneruskan perjalanannya menuju arah cahaya tadi. Dan sebelum mereka sampai ketempat yang menjadi tujuannya mereka berhenti untuk beristirahat di dekat Sendang (kolam) untuk melakukan ibadah Sholat, dan sesudahnya tempat tersebut diberi nama ‘Belik’. Setelah melakukan Sholat, maka perjalanan diteruskan kearah timur dan sampailah disuatu tempat, dimana terdapat banyak batu-batuan dan di tempat tersebut mereka beristirahat lagi sambil memikirkan bagaimana cara mereka dapat menjangkau tempat kedudukan cahaya yang dicarinya, karena cahaya terang tersebut terlihat ada dipuncak <a href="http://bom2000.com/tag/gunung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung">Gunung</a>. Tempat dimana mereka beristirahat dan terdapat banyak batu-batuan itu diberi nama ‘Watu Kumpul’.</p>
<p>Karena tekadnya yang kuat, pendakian itu dilakukan hingga akhirnya sampailah mereka di tempat yang dituju. Terlihat oleh mereka seorang pertapa yang menyandarkan dirinya pada sebatang pohon jambu yang mengeluarkan sinar yang bercahaya menjulang tinggi ke angkasa. Perlahan-lahan Syekh Maulana Maghribi dan Haji Datuk menuju mendekati tempat tersebut sambil mengucapkan salam ‘Assalamu’alaikum’, tetapi tidak dijawabnya oleh si petapa meskipun berulangkali diucapkan. Setelah ternyata salamnya tidak mendapat jawaban, maka Haji Datuk berkata pada Syekh Maulana Maghribi : ‘Kiranya pertapa itu adalah seorang Budha’. Mendengar perkataan tersebut, si petapa itu lalu menjawab : ‘Sesungguhnya saya ini adalah orang Budha yang Sakti’.</p>
<p>Mendengar kata-kata sakti maka Syekh Maulana Maghribi meminta kepada pemeluk agama Budha tadi, bahwa beliau ingin melihat atau menyaksikan kesaktiannya,maka diambillah tutup kepalanya yang berupa kopiah itu dapat terbang di angkasa. Syekh Maulana Maghribi tergolong orang yang mempunyai kesaktian dan didorong oleh rasa ingin mengimbangi kemukjizatan si pertapa itu, lalu melepaskan bajunya dan dilemparkan keatas, ternyata baju tersebut dapat terbang di udara dan selalu menutupi kopiah si pertapa yang menandakan bahwa kesaktiannya lebih unggul dari kesaktian orang Budha itu,tetapi ia belum mau menyerah dan masih akan mempertontonkan lagi kepandaiannya yang berujud menyusun telur setinggi langit.</p>
<p>Melihat keadaan tersebut diatas Syekh Maulana Maghribi merasa heran, namun demikian ia tidak mau dikalahkan begitu saja, maka dengan tenangnya diperintahkan kepada si pertapa agar ia mau mengambil telur itu satu persatu dari bawah tanpa ada yang jatuh. Ternyata pertapa itu tidak sanggup melakukannya. Karena si pertapa sudah benar-benar tidak melakukannya hal tersebut, maka Syekh Maulana Maghribi mengambil tumpukan telur tadi dimulai dari bawah sampai selesai dengan tidak ada satupun yang jatuh.</p>
<p>Syekh Maulana Maghribi masih merasa belum puas dan masih meneruskan perjuangannya sekali lagi dengan memperlihatkan pemupukan periuk-periuk berisi air sampai menjulng tinggi. Lalu, Syekh Maulana Maghribi berkata : ‘Ambillah periuk-periuk itu satu demi satu dari bawah tanpa ada yang berjatuhan’. Setelah ternyata tidak ada kesanggupan daari si pertapa, maka beliau sendirilah yang melakukannya dan periuk yang terakhir itu pecah dan airnya memancar kesegala penjuru.</p>
<p>Akhirnya si pertapa yang mengaku bernama ‘Jambu Karang’ (nama tersebut berasal dari pohon sandarannya, yaitu sebatang pohon jambu dimana disekelilingnya terdapat batu-batuan) menyerah kalah serta berjanji akan memeluk agama Islam. Janji tersebut diterima oleh Syekh Maulana Maghribi dan Jambu Karang diperintahkan untuk memotong rambut dan kukunya dan selnjutnya dikubur di ‘Penungkulan’ (tempat dimana si pertapa menyerah kalah).</p>
<p>Kemudian dilakukan upacara penyucian dengan air zam-zam yng dibawa oleh Haji Datuk dari Tanah Suci atas perintah Syekh Maulana Maghribi dengan mempergunakan tempat dari bambu (bumbung). Setelah upacara penyucian selesai, bumbung berisikan sisa air disandarkan pada pohon waru, tetap karena kurang cermat menyandarkannya maka robohlah bumbung tadi dan pecah sehingga air sisa tersebut berhamburan dan di tempat tersebut konon kabarnya menjadi mata air yng tidak mengenal kering dimusim kemarau.</p>
<p>Setelah pertapa disucikan menjadi pemeluk agama Islam, maka namanya diubah menjadi ‘Syekh Jambu Karang’. KemudianSyekh Jambu Karang akan mendapatkan wejangan (bai’at), beliau menunjukkan suatu tempat yang serasi dan cocok untuk upacara bai’at tersebut yaitu diatas bukit ‘Kraton’. Sesaat setelah Syekh Jambu Karang menerima wejangan, turun hujan lebat disertai dengan angin ribut yang mengakibatkan pohon-pohon disekeliling tempat itu menundukkan dahan-dahannya seperti sedang menghormati Gunung Kraton yaitu tempat dimana Syekh Maulana Maghribi sedang memberikan wejangan (membai’at) Syekh Jambu Karang menjadi seorang Muslim. Menurut hikayatnya, Syekh Jambu Karang mempunyai seorang putri bernama ‘Rubiah Bhakti’ yang dipersunting oleh Syekh Maulana Maghribi, setelah Syekh Jambu Karang menjadi seorang Muslim dengan mas kawin berupa mas merah setanah Jawa. Setelah memperistrikan putri Syekh Jambu Karang, Syekh Maulana Maghribi berganti nama menjadi ‘Atas Angin’. Dari perkawinannya tersebut menurunkan lima orang putera dan puteri, yaitu :</p>
<p>1. Makdum Kusen (Makam di Rajawana)<br />
2. Makdum Medem (Makam di Cirebon)<br />
3. Makdum Umar (Makam diKarimun Jawa)<br />
4. Makdum (yang menghilang atau murca)<br />
5. Makdum Sekar (Makam di Gunung Jembangan)</p>
<p>Adapun Syekh Jambu Karang tetap bermukim di Gunung Kraton, dan setelah wafat dimakamkan ditempat itu pula dan tempat pemakamannya disebut ‘Gunung Munggul’ (puncak yang tertinggi didaerah itu).<br />
Syekh Maulana Maghribi yang terkenal dengan ‘Mbah Atas Angin’ selama empat puluh lima tahun bermukim disuatu tempat atau pedukuhan yang bernama ‘Banjar Cahayana’ (mungkin tempat tersebut didiami setelah menemukan cahayanya). Di tempat tersebut Mbah Atas Angin menderita penyakit gatal-gatal yang susah disembuhkan. Hal ini menimbulkan keprihatinan disertai dengan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diberi rahmat serta berkah terhindar dari penyakitnya itu.</p>
<p>Sesudah sholat Tahajud.dia mendapat Ilham bahwa dia harus pergi ke Gunung ‘Gora’ dimana ia akan mendapatkan obat mujarab untuk menyembuhkan penyakitnya itu. Kemudian pagi-pagi waktu Shubuh Mbah Atas Angin bersama Haji Datuk pergi kearah barat dan pada siang hari sampailah mereka dilereng Gunung Gora. Sesudah sampai di lereng Gunung Gora beliau meminta Haji Datuk untuk meninggalkannya dan beristirahat sambil menunggu di tempat yang datar, sebab Mbah Atas Angin akan meneruskan perjalanannya kearah suatu tempat yang mengepulkan asap. Ternyata disitu ada sumber air panas dan Syekh Maulana Maghribi menyebutnya ‘Pancuran Pitu’ yang artinya sebuah sumber air panas yang mempunyai tujuh mata air. Setiap hari Syekh Maulana Maghribi mandi secara teratur di tempat itu, dengan begitu dia sembuh dari penyakit gatalnya. Sesudahnya beliau memanjatkan do’a syukur kehadirat Illahi serta mengucap syukur bahwasanya ia telah dikaruniai sembuh dari sakitnya yang telah sangat lama dideritanya. Setelah ia kembali ketempat dimana Haji Datuk menunggu, ia berkata : Saksikanlah, saya sekarang telah sembuh dari sakitku dan telah terhindar dari penderitaan.</p>
<p>Selanjutnya Dia mengganti nama Gunung Gora itu menjadi ‘Gunung Slamet’. Slamet dalam bahasa Jawa berarti aman. Selama Syekh Maulana Maghribi berobat di Pancuran Pitu, Haji Datuk tetap dan taat menunggu ditempat yang ditunjuk semula dan kepadanya diberi julukan ‘Haji Datuk Rusuladi’. Rusuladi artinya ‘Batur Yang Baik’ (Adi).<br />
Dan konon kabarnya tempat tersebut oleh penduduk sekitarnya hingga kini disebut dengan ‘BATURRADEN’.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>nama <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> jawa dan artinya</li><li>artikel baturaden</li><li>cerita legenda misteri</li><li>legenda purwokerto</li><li>ceritadongengjawa</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> baturraden</li><li>legenda tentang pulau bali</li><li>cerita tulisan bahasa arab</li><li>legenda dan mitos baturaden</li><li>cerita rakyat bali lubdaka</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-baturraden.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Legenda Bandung Bondowoso</title>
		<link>http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 09:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Jonggrang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan,  Cerita Legenda Bandung Bondowoso yang menang perang berhasrat memperistrikan Jonggrang, putri mendiang Raja Baka yang telah dibunuhnya. Gadis itu ketakutan. Kerajaan ayahnya telah jatuh ke tangan kekuasaan Pengging—dan itu berarti ia bukan lagi orang yang merdeka. Tak mungkin ia menampik kehendak seorang lelaki yang kini dipertuan. Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-299" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="cerita-legenda-bandung-bondowoso" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/Bandung_Bondowoso-206x300.jpg" alt="Cerita Legenda Bandung Bondowso" width="206" height="277" /></a>Syahdan,  <a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><strong>Cerita Legenda Bandung Bondowoso</strong></a> yang menang perang berhasrat memperistrikan <a href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html"><strong>Jonggrang</strong></a>, putri mendiang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Baka yang telah dibunuhnya. Gadis itu ketakutan. Kerajaan ayahnya telah jatuh ke tangan kekuasaan Pengging—dan itu berarti ia bukan lagi orang yang merdeka. Tak mungkin ia menampik kehendak seorang lelaki yang kini dipertuan.</p>
<p><strong><a href="http://bom2000.com/tag/bandung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bandung">Bandung</a> Bondowoso</strong> seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar <a href="http://bom2000.com/tag/bandung-bondowoso" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bandung Bondowoso">Bandung Bondowoso</a> pada rakyatnya. <a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><strong>Bandung Bondowoso</strong></a> adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, <em><strong>Bandung Bondowoso</strong></em> suka mengamati gerak-gerik <strong><a title="Posts tagged with Roro Jonggrang" href="http://bom2000.com/cerita-rakyat-roro-jonggrang.html" rel="tag">Roro Jonggrang</a></strong>, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.</p>
<p>Tapi ia menemukan jalan lepas. Diajukannya syarat: ia akan mau menerima pinangan pendekar itu bila 1.000 <strong><a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">candi</a></strong> ditegakkan dalam satu malam. Bandung Bondowoso setuju.</p>
<p><span id="more-298"></span></p>
<p>Kesanggupan itu memang mengherankan, tapi di sini agaknya <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> Loro <a href="http://bom2000.com/tag/jonggrang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jonggrang">Jonggrang</a> mengandung sebuah teks lain, yang ingin bercerita bahwa tiap kemenangan selalu mengandung kekalahan. Yang absolut tak ada di dunia. Di Prambanan dan di luarnya, perang tak akan cukup, pembunuhan tak pernah memadai, dan ada yang minus dalam tiap takhta.</p>
<p>Itu sebabnya kita tak tahu apa arti penaklukan: Loro Jonggrang ternyata bukan bagian dari benda jarahan. Ia merdeka. Ia bisa menuntut dengan satu syarat yang sulit, bahkan sebenarnya mustahil.</p>
<p>Bahwa Bandung Bondowoso, sang pemenang pembela Pengging, menerima syarat itu menunjukkan ada ambivalensi dalam hubungan kedua manusia itu. Lelaki itu berkuasa tapi perempuan itu terlepas dari hubungan memiliki-dan-dimiliki. Bahkan Bandung membiarkan dirinya masuk ke angan-angan Jonggrang. Orang bisa mengatakan bahwa yang diniatkan tumbuh dalam hubungan itu adalah cinta, dan cinta—dengan atau tanpa membaca kalimat Thomas Kempis pada abad ke-15—tak merasakan beban, tak berpikir tentang kesulitan. Cinta bahkan ”mencoba apa yang melebihi kekuatan diri”, dan ”tak minta dimaafkan di hadapan kemustahilan”.</p>
<p>Tapi bukan sikap angkuhkah yang mendorong Bandung menerima syarat itu? Katakanlah ini yang terjadi: sang perkasa yang telah berhasil membinasakan Raja Baka itu merasa malu untuk menyatakan tak sanggup membangun 1.000 candi dalam satu malam. Tapi keangkuhan dan rasa malu mengandung pengakuan bahwa ada orang lain—dan orang lain itu hadir dalam posisi untuk menilai dan menghakimi. Di sini keperkasaan juga menemui batasnya. Bandung Bondowoso tak dapat menafikan yang lain yang tegak di luar itu—yang lain yang memandang ke arahnya.</p>
<p>Saya bayangkan ia Loro Jonggrang. Saya bayangkan pada sebuah senja ia berkata kepada peminangnya: ”Sebenarnya saya takjub. Tuan tak memperlakukan saya sebagai jarahan perang. Bagaimana ini mungkin?”</p>
<p>”Ada hal yang mustahil yang membuat kita memilih dan berbuat,” jawab Bandung Bondowoso.</p>
<p>”Untuk apa?”</p>
<p>Bandung Bondowoso tak menjawab. Ia hanya melipat lengannya dan berjalan kembali ke markas pasukan, melewati deretan panji Pengging yang ditutupi gelap. Sejak ia menemui Loro Jonggrang—dan melihat wajahnya yang ketakutan tapi tak merunduk, mendengar ucapannya yang gemetar tapi fasih—ia tahu ada yang sia-sia dalam tiap kemenangan. Apa yang didapat para Pandawa setelah membinasakan Kurawa dan menguasai Astina dan Amarta? Seluruh generasi kedua keluarga Pandu yang seharusnya melanjutkan dinasti itu tewas di medan perang. Apa yang dicapai Rama setelah merebut Sita kembali? Ia tak yakin perempuan itu, yang bertahun-tahun disekap di Istana Alengka, seorang istri yang belum dinodai.</p>
<p>Kebanggaan diri dan kejayaan—mungkin itulah yang menggerakkan perang. Perang memang mengubah <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a>. Tapi, setelah itu, <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> mengecoh para pendekar, dan lahir penulis tragedi.</p>
<p>”Jika saya mohon Tuan membangun 1.000 candi di sekitar bukit Prambanan itu, akankah Tuan memenuhinya?” tanya Jonggrang.</p>
<p>”Saya akan gentar. Tapi saya akan membangunnya.”</p>
<p>”Dalam satu malam?”</p>
<p>”Ada hal yang mustahil yang menyebabkan kita berbuat.”</p>
<p>Seseorang pernah mengatakan, manusia membuat sejarah karena dilecut yang mustahil: kemenangan, kejayaan, keadilan, dan hal-hal lain yang dicita-citakan sebagai alternatif bagi hidup yang tak pernah penuh.</p>
<p>Sebuah wilayah dengan seribu candi yang didirikan dalam satu malam adalah satu dari deretan angan-angan itu. Bahasa mencoba merumuskannya, dan itu sebabnya kata-kata tak sepenuhnya transparan. Tak pernah jelas apa yang sebenarnya ditandai dengan kata ”seribu”. Percakapan sehari-hari, retorika resmi dan nyanyian populer, (”tinggi <a href="http://bom2000.com/tag/gunung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung">gunung</a> 1.000 janji”, kata sebuah lagu tahun 1950-an), menyebut angka itu lebih sebagai sebuah kiasan yang hendak mengesankan jumlah yang ”tak terhingga”.</p>
<p>Bandung Bondowoso agaknya tahu akan hal itu: ia harus siap menjangkau yang tak terhingga. Ketika sore mulai merayap, ia berangkat meninggalkan markas, sendiri. Konon di bukit itu para roh halus membantunya mengangkat batu dari Merbabu, menyusun dan memahatnya dengan relief yang menakjubkan.</p>
<p>Waktu pun berjalan, tapi apa yang membatasi ”malam” dengan ”pagi”? Fajar yang merekah, cicit burung di hutan, detakan lesung perempuan tani, atau asap dapur di balik gunuk? Atau sebuah kesadaran akan batas—yang mengingatkan bahwa yang ”tak terbatas” selalu luput?</p>
<p>Tapi siapa yang mengatakan <a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><em><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cerita Legenda Bandung Bondowoso</strong></span></em></a> hanyalah <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> kesia-siaan tak akan memahami bahwa yang terbatas juga punya daya gugah dan mampu menyentuh hati. Ketika ia tahu ia gagal menyelesaikan 1.000 candi—dan gagal pula cintanya kepada <strong><em>Jonggrang</em></strong>—<a href="http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html"><em><strong>Bandung Bondowoso</strong></em></a> pergi ke belukar dan memahat sebuah patung. Ia ingin mengenang perempuan itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cerita rakyat nyi roro jonggrang</li><li>legenda bandung bondowoso</li><li>sejarah perang bali</li><li>raden bandung bondowoso</li><li>cerita legenda bandung bondowoso</li><li>kisah nyi roro jonggrang</li><li>Cerita pendek Legenda Indonesia</li><li>cerita legenda indonesia singkat</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> bahasa <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a> roro jonggrang</li><li>cerita rakyat roro jonggrang versi bahasa jawa</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/cerita-legenda-bandung-bondowoso.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Kanjeng Ratu Kidul</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-kanjeng-ratu-kidul.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-kanjeng-ratu-kidul.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 05:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjeng Ratu Kidul]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Pajajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah sesungguhnya Kanjeng Ratu Kidul itu? Benarkah ada dalam kesungguhannya, ataukah hanya dikenal dalam dongeng dan legenda saja? Pertanyaan ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua cerita atau kata orang ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft size-medium wp-image-261" style="border: 0pt none; margin: 4px;" title="kanjeng-ratu-kidul" src="http://bom2000.com/http://bom2000.com/wp-content/uploads/2011/08/nyi-roro-kidul-300x293.jpg" alt="Kanjeng Ratu Kidul" width="300" height="293" /></a>Siapakah sesungguhnya <strong><a href="http://bom2000.com/tag/kanjeng-ratu-kidul" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kanjeng Ratu Kidul">Kanjeng Ratu Kidul</a></strong> itu? Benarkah ada dalam kesungguhannya, ataukah hanya dikenal dalam <strong><a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a></strong> dan <strong><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> </strong>saja?</p>
<p>Pertanyaan ini pantas timbul, karena <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua <strong><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a></strong> atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi seperti berikut:</p>
<p>Menurut <strong>cerita</strong> umum, <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> pada mudanya bernama Dewi Retna Suwida, seorang putri dari <strong><a href="http://bom2000.com/tag/pajajaran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pajajaran">Pajajaran</a></strong>, anak <a href="http://bom2000.com/tag/prabu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Prabu">Prabu</a> Mundhingsari, dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> siluman di Sigaluh.<br />
<span id="more-260"></span><br />
Sang putri melarikan diri dari <strong><a href="http://bom2000.com/tag/keraton" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Keraton">keraton</a></strong> dan bertapa di <a href="http://bom2000.com/tag/gunung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung">gunung</a> Kombang. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau <strong><a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a></strong>. Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.</p>
<p>Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu mendapat julukan <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> Kencanasari. Ada juga sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul sendiri). Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata &#8220;Lara&#8221; berasal dari &#8220;Rara&#8221;, yang berarti perawan (tidak kawin).</p>
<p>Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu menderita sakit budhug (lepra). Utuk mengobatinya harus mandi dan merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan, dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.</p>
<p><strong>Cerita</strong> lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah dilakukan dapat disimpulakan bahwa <strong>Kanjeng Ratu Kidul</strong> tidaklah hanya menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk daerah pesisir pantai selatan, mulai darah Jogjakarta sampai dengan Banyuwangi.</p>
<p>Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut (sanggar). Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.</p>
<p>Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu pesisir pantai selatan, <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-timur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Timur">Jawa timur</a>, yang khusus diadakan untuk Nyai rara kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara Kidul.</p>
<p>Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.</p>
<p>Pengalaman seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tajun 1955 pernah ada serombongan oran-orang yang nenepi (pergi ke tempat-tempat sepi dan keramat) dipulau karang kecil, sebelah timur Ngliyep.</p>
<p>Seorang diantara mereka adalah gurunya. Dengan cara tanpa busana mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang lampunya bersinar-sinar terang sekali.</p>
<p>Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan denga terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Seorang dhalang di Blitar menceritakan bahwa didaerahnya sampai kegunung Kelud masih ditaati pantangan Kanjeng Rati Kidul, ialah memakai baju hijau. Tak ada seorang pun yang berani melanggarnya.</p>
<p>Sampai pada waktu akhir-akhir ini orang masih mengenal apa yang disebut &#8216;lampor&#8217;, yaitu suatu hal yang di pandang sebagai perjalanan Kanjeng Ratu Kidul, yang naik kereta berkuda. Suaranya riuh sekali,gemerincing bunyi genta-genta kecil dan suara angin meniup pun membuat suasana menjadi seram. Orang lalu berteriak &#8220;Lampor! Lampo! Lampor!&#8221;, sambil memukul-mukul apa saja yang dapat dipukul, dengan maksud agar tidak ada pengiringnya yang ketinggalan singgah dirumahnya, untuk mengganggu atau merasuki.</p>
<p>Menurut &#8220;penglihatan&#8221; seorang pemimpin Theosofi bangsa Amerika, Kanjeng Ratu Kidul bukan pria, bukan pula wanita. Dan dikatakannya, bahwa Kanjeng Ratu Kidul dapat di golongkan sebagai Dewi Alam, dalam hal ini Dewi Laut.</p>
<p>Kesimpulan mengenai Kanjeng Ratu Kidul ialah, bahwa adanya bukanlah hanya dalam dongeng atau tahayul saja. Ini adalah hal yang nyata ada, tetapi yang tidak termasuk dalam alam manusiawi, melainkan dalam alam limunan (alam makhluk halus). Ia bukan didalam alam kita, manusia biasa. Yang dapat menerobos alamnya hanya manusia utama seperti Wong Agung Ngeksi Ganda saja, ialah yang dapat menguasai kedua alam, baik alam manusia maupun alam makhluk halus. Dua alam yang melambangkan suatu dwitunggal yang suci.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>legenda alam gaib</li><li>legenda jawa timur</li><li>peninggalan <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> kerajaan ternate dan tidore</li><li>Legenda yang ada di Indonesia</li><li>contoh legenda alam gaib</li><li>the legend of selat bali</li><li>dongeng gaib</li><li>asal mula gunung kelud</li><li>gambar raja raja</li><li>legenda gunung kelud</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-kanjeng-ratu-kidul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Ciung Wanara</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-ciung-wanara.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-ciung-wanara.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 04:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Ciung Wanara]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Galuh]]></category>
		<category><![CDATA[Majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[Pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Prabu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Kisah tentang Legenda  Ciung Wanara memang menarik untuk ditelusuri, karena selain menyangkut cerita tentang Kerajaan Galuh, juga dibumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang kerajaan Galuh ( sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran ). Tersebutlah raja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i56.tinypic.com/2h3sr9f.jpg" alt="Legenda Ciung Wanara" width="271" height="319" /></a>Kisah tentang <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">Legenda</a>  <a href="http://bom2000.com/tag/ciung-wanara" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ciung Wanara">Ciung Wanara</a> memang menarik untuk ditelusuri, karena selain menyangkut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> tentang <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan-galuh" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan Galuh">Kerajaan Galuh</a>, juga dibumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara.</p>
<p>Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang kerajaan Galuh ( sebelum berdirinya Kerajaan <a href="http://bom2000.com/tag/majapahit" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Majapahit">Majapahit</a> dan <a href="http://bom2000.com/tag/pajajaran" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pajajaran">Pajajaran</a> ). Tersebutlah <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> Galuh saat itu <a href="http://bom2000.com/tag/prabu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Prabu">Prabu</a> Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati ajal tiba Sang <a href="http://bom2000.com/tag/prabu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Prabu">Prabu</a> mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada patih Bondan Sarati karena Sang <a href="http://bom2000.com/tag/prabu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Prabu">Prabu</a> belum mempunyai anak dari permaisuri pertama ( Dewi Naganingrum ). Singkat cerita, dalam memerintah raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi peenrus kerajaan Galuh dengan adil dan bijaksana.</p>
<p><span id="more-237"></span></p>
<p>Bila kita telusuri lebih jauh kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda, berada dalam sebuah tempat berupa struktur bangunan terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar.</p>
<p>Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan kisah, begitu pula beberapa lokasi lain yang terdapat di dalamnya yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau cerita tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.</p>
<p>Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh Pertama menurut penyelidikan Tim dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997. Bahwasannya di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke IX, karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari Dinasti Ming. Situs ini terletak antara Ciamis dan Banjar, jaraknya sekitar 17 km ke arah timur dari kota Ciamis atau dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.</p>
<p>Situs ini juga dapat dikatakan sebagai situs yang sangat strategis karena berbatasan dengan pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah utara adalah jalan raya Ciamis-Banjar, sebelah selatan sungai Citanduy, sebelah barat merupakan sebuah pari yang lebarnya sekitar 7 meter membentuk tanggul kuno, dan batas sebelah timur adalah sungai Cimuntur. Karena merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga, akhirnya kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah.</p>
<p>Udara yang cukup sejuk terasa ketika kita memasuki gerbang utama situs ini. Tempat parkir yang luas dengan pohon-pohon besar disekitar semakin menambah sejuk Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan kita lewati adalah Pelinggih ( Pangcalikan ). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golongan / jenis yoni ( tempat pemujaan ) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen ( kubur batu ). Letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter.</p>
<p><strong>Sahyang Bedil</strong><br />
Tempat yang disebut Sanghyang Bedil merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, Sanghyang Bedil dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.</p>
<p><strong>Penyabungan Ayam</strong><br />
Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi yang disebut Sanghyang Bedil, kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat menganggap tempat ini merupakan tempat penyabungan ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan cara demokrasi.</p>
<p><strong>Lambang Peribadatan</strong><br />
Batu yang disebut sebagai lambang peribadatan merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen <a href="http://bom2000.com/tag/candi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Candi">candi</a>, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah karena dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.</p>
<p><strong>Panyandaran<br />
</strong>Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat melahirkan Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.</p>
<p><strong>Cikahuripan</strong><br />
Di lokasi ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi hanya merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut Cikahuripan yang berisi air kehidupan, air merupakan lambang kehidupan, itu sebabnya disebut sebagai Cikahuripan. Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.</p>
<p><strong>Dipati Panaekan</strong><br />
Di lokasi makam Dipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.</p>
<p>Setelah puas mengelilingi Situs ini, puluhan warung makan dengan menu khasnya pepes ayam dan pepes ikan mas merupakan pelengkap ketika kita berkunjung ke tempat ini. Apalagi minumannya air kelapa alami langsung dari buahnya semakin menambah asyiknya suasana. Walaupun hanya berupa situs-situs purbakala tampaknya tempat ini dikelola dengan cukup bagus, terbukti dengan kebersihan yang cukup terjaga di sekitar lokasi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>majapahit</li><li>sejarah mataram hindu</li><li>sejarah ciungwanara</li><li>sejarah berdirinya agama hindu</li><li>nama raja mataram kuno</li><li>asal usul ciung wanara</li><li>kerajaan galuh</li><li>kisah kerajaan pajajaran</li><li>cerita kerajaan mataram kuno</li><li>artikel mataram kuno</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-ciung-wanara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kota Tegal</title>
		<link>http://bom2000.com/sejarah-kota-tegal.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/sejarah-kota-tegal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 04:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Gede Sebayu]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[Teteguall]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Kota Tegal merupakan penjelmaan dari desa yang bernama TETEGUALL, pada tahun 1530 telah nampak kemajuannya dan termasuk wilayah Kabupaten Pemalang yang mengakui Kerajaan Pajang. Ki Gede Sebayu saudara Raden Benowo pergi ke arah Barat dan sampai di tepian Sungai Gung. Melihat kesuburan tanahnya, tergugah dan berniat bersama &#8211; sama penduduk meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i51.tinypic.com/30af8kh.jpg" alt="Sejarah Kota Tegal " width="319" height="256" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/kota-tegal" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kota Tegal">Kota Tegal</a> merupakan penjelmaan dari desa yang bernama <strong><a href="http://bom2000.com/tag/teteguall" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Teteguall">TETEGUALL</a></strong>, pada tahun 1530 telah nampak kemajuannya dan termasuk wilayah Kabupaten <a href="http://bom2000.com/tag/pemalang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Pemalang">Pemalang</a> yang mengakui Kerajaan Pajang.</p>
<p><a href="http://bom2000.com/tag/ki-gede-sebayu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ki Gede Sebayu">Ki Gede Sebayu</a> saudara Raden Benowo pergi ke arah Barat dan sampai di tepian Sungai Gung. Melihat kesuburan tanahnya, tergugah dan berniat bersama &#8211; sama penduduk meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan serta membuat saluran pengairan.</p>
<p>Daerah yang sebagian besar merupakan tanah ladang tersebut kemudian dinamakan Tegal.<br />
<span id="more-234"></span><br />
Atas keberhasilan usahanya memajukan pertanian dan membimbing warga masyarakat dalam menanamkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ia diangkat menjadi pemimpin dan panutan warga masyarakat. Oleh Bupati Pemalang kemudian dikukuhkan menjadi sesepuh dengan pangkat Juru Demung atau Demang.</p>
<p>Pengangkatan <strong>Ki Gede Sebayu</strong> menjadi pemimpin dilaksanakan pada perayaan tradisional setelah menikmati panen padi dan hasil pertanian lain, di bulan purnama tanggal 15 Sapar tahun EHE 988 yang bertepatan dengan hari Jum&#8217;at Kliwon. Dalam Perayaan juga dikembangkan ajaran agama <a href="http://bom2000.com/tag/islam" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam">Islam</a> dan budaya yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat pada waktu itu.</p>
<p>Hari, tanggal dan tahun Ki Gede Sebayu diangkat menjadi Juru Demung itu ditetapkan sebagai hari Jadi Kota Tegal dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1988 tanggal 28 Juli 1988.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> ki gede sebayu</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> ki gede sebayu</li><li>kota tegal</li><li>silsilah ki gede sebayu</li><li>cerita rakyat kota tegal</li><li>ASAl usul ki gede sebayu</li><li>cerita rakyat ki gede sebayu</li><li>ki gede sebayu</li><li>artikel sejarah kota tegal</li><li>sejarah pemalang</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/sejarah-kota-tegal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</title>
		<link>http://bom2000.com/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 17:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Dayang SUmbi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Parahyangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkuban Perahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya. Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i52.tinypic.com/a4fp5.jpg" alt="Tangkuban Perahu" width="320" height="240" /></a>Di <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> Barat tepatnya di Kabupaten <a href="http://bom2000.com/tag/bandung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Bandung">Bandung</a> terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu <a href="http://bom2000.com/tag/gunung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung">Gunung</a> <a href="http://bom2000.com/tag/tangkuban-perahu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tangkuban Perahu">Tangkuban Perahu</a>. <a href="http://bom2000.com/tag/tangkuban-perahu" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Tangkuban Perahu">Tangkuban Perahu</a> artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> rakyat <a href="http://bom2000.com/tag/parahyangan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Parahyangan">parahyangan</a> gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.</p>
<p>Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">raja</a> dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama <a href="http://bom2000.com/tag/dayang-sumbi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dayang SUmbi">Dayang Sumbi</a>. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, <a href="http://bom2000.com/tag/dayang-sumbi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dayang SUmbi">Dayang Sumbi</a> merasa lemas dan pusing.</p>
<p><span id="more-220"></span>Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.</p>
<p>Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.</p>
<p>Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.<br />
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.</p>
<p>Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.</p>
<p>Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>asal usul <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-tengah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Tengah">jawa tengah</a></li><li>asal mula jawa tengah</li><li>cerita parahyangan</li><li>asal usul danau maninjau</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> dayang sumbi</li><li><a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> parahyangan</li><li>asal usul parahyangan</li><li>mitos tangkuban perahu</li><li>asal mula parahyangan</li><li>cerita sejarah danau</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebijaksanaan Ratu Sima, Peninggalan Kerajaan Kalingga di Jawa</title>
		<link>http://bom2000.com/kebijaksanaan-ratu-sima-peninggalan-kerajaan-kalingga-di-jawa.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/kebijaksanaan-ratu-sima-peninggalan-kerajaan-kalingga-di-jawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 17:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Kalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Sima]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan Kerajaan Kalingga diketahui dari laporan bangsa China pada masa Dinasti Tang. Menurut laporan itu, pada pertengahan abad ke-7 terdapat keajaan bernama Holing atau Kalingga di daerah Jawa Tengah. Apabila melihat dari namanya, Kerajaan Kalingga kemungkinan didirikan oleh sekelompok orang India yang mengungsi dari sebelah timur India ke Nusantara. Dugaan ini didasarkan pada laporan tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i56.tinypic.com/dxiy3a.jpg" alt="Peninggalan Kerajaan Kalingga" width="244" height="222" /></a>Keberadaan <a href="http://bom2000.com/tag/kerajaan-kalingga" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kerajaan Kalingga">Kerajaan Kalingga</a> diketahui dari laporan bangsa China pada masa Dinasti Tang. Menurut laporan itu, pada pertengahan abad ke-7 terdapat keajaan bernama Holing atau Kalingga di daerah <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-tengah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Tengah">Jawa Tengah</a>.</p>
<p>Apabila melihat dari namanya, Kerajaan Kalingga kemungkinan didirikan oleh sekelompok orang India yang mengungsi dari sebelah timur India ke <a href="http://bom2000.com/tag/nusantara" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Nusantara">Nusantara</a>. Dugaan ini didasarkan pada laporan tentang penghancuran daerah Kalingga di India <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> Harsja. Orang Kalingga yang tersisa melarikan keluar negeri.<br />
<span id="more-217"></span><br />
Laporan dari China itu mengungkapkan bahwa ibukota Kalingga dikelilingi oleh pagar kayu. Penguasa Kalingga tinggal di sebuah istana bertinggat dua dan duduk diatas singgasana yang terbuat dari gading Kerajaan Kalingga kerap mengirim utusan untuk mempersembahkan upeti kepada Kaisar Cina. Pada tahun 813, utusan Kalingga antara lain mempersembahkan empat budak dan burung kaktua dan bulu aneka warna yang disebut burung p’in-chia. Dikabarkan bahwa Kaisar Cina sangat senanng dengan utusab tersebut sehingga memberikanya gelar kehormatan.</p>
<p><strong>PEMERINTAHAN <a href="http://bom2000.com/tag/ratu-sima" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ratu Sima">RATU SIMA</a></strong><br />
Penguasa Kalingga yang terkenal adalah Ratu Sima, yang memerintah di akhir abad ke-7. Sekalipun pemerintahanya sangat keras, Ratu Sima dikenal sebagai ratu yang adil dan bijaksana.</p>
<p>Ada kisah yang meranik tentang bagaimana ketertiban dan ketentraman ditegakan di Kalingga. Ratu Sima melarang rakyat menyentung dan mengambil barang yang bukan milik mereka. Bila itu terjadi hukuman mati sebagai gantinya.</p>
<p>Pada suatu waktu, Kerajaan Ta-shih bermaksud menyerang Kalingga. Untuk itu, Raja Ta-shih berusaha menemukan alasan untuk membernarkan seranganya. Kerajaan Ta-shih menguji ketaatan rakyat Kalingga terhadap ratunya. Diletakanlah emas di tengah kota, beberapa saat emas itu aman, tak ada yang berani menyentuhnya apalagi mengambilnya. Hingga suatu saat putra makhkota, anak daei Ratu Sima sendiri tak sengaja menyentuhnya. Akhirnya putra mahkota dihukum di potong seluruh jarinya oleh Ratu Sima. Melihat betapa kerasnya Ratu Sima, Kerajaan Ta-shih mengurungkan niatnya untuk menyerang Kerajaan Kalingga.</p>
<p><strong>PUSAT BUDHA DI <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">JAWA</a></strong><br />
Pada tahun 644, seorang filsuf Cina bernama Wui-ning berkunjung ke Kalingga. Ia datang menterjemahkan sebuah naskah terkenal Budha-Himayana ke dalam bahasa Cina. Usahanya ini dibantu oleh seorang Jawa bernama Pandita Jnanabadhara yang merupakan sahabatnya. Kalingga merupakan pusat agama Budha di Jawa, bahkan orang Cina pun datang untuk belajar.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Kerajaan Kaling atau holing</li><li>raja raja kerajaan kalingga</li><li>peninggalan kalingga</li><li>nama raja kalingga</li><li>peninggalan <a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">sejarah</a> agama budha</li><li>peninggalan ratu sima</li><li>Raja Raja holing</li><li>artikel kerajaan holing</li><li>peninggalan kerajaan kalingga holing</li><li>kerajaan holling</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/kebijaksanaan-ratu-sima-peninggalan-kerajaan-kalingga-di-jawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kota Kudus</title>
		<link>http://bom2000.com/sejarah-kota-kudus.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/sejarah-kota-kudus.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 07:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Muria]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah tentang hari jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah  (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang hari jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono. Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus hal ini di tunjukan oleh Skrip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i53.tinypic.com/asco4.jpg" alt="Menara Kudus" width="184" height="125" /></a><a href="http://bom2000.com/tag/sejarah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sejarah">Sejarah</a> tentang hari jadi <a href="http://bom2000.com/tag/kota-kudus" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kota Kudus">Kota Kudus</a> di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah  (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang hari jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono.</p>
<p>Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari <a href="http://bom2000.com/tag/sunan-kudus" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sunan Kudus">Sunan Kudus</a> hal ini di tunjukan oleh Skrip yang terdapat pada Mihrab di Masjid Al-Aqsa Kudus ( Majid Menara), di ketahui bahwa bangunan masjid tersebut didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M.<br />
<span id="more-214"></span><br />
Mengenai asal usul nama Kudus menurut <a href="http://bom2000.com/tag/dongeng" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Dongeng">dongeng</a> / <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah, bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di Tanah Arab, kemudian beliau pun mengajar pula di sana.</p>
<p>Pada suatu masa, di Tanah Arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan, penyakit tersebut menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. Olek karena itu, seorang amir di sana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau, akan tetapi beliau menolak, hanya sebagai kenang-kenangan beliau meminta sebuah batu. Batu tersebut menurut sang amir berasal dari kota Baitul Makdis atau Jeruzalem (Al Quds), maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja’far Sodiq hidup serta bertempal tinggal, kemudian diberikan nama Kudus.</p>
<p><strong>Sejarah Sunan Kudus</strong></p>
<p>Dja’far Sodiq, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus, adalah putra dari Raden Usman Haji yang bergelar dengan sebutan Sunan Ngudung di Jipang Panolan. Semasa hidupnya Sunan Kudus mengajarkan agam <a href="http://bom2000.com/tag/islam" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam">islam</a> di sekitar daerah Kudus khususnya di <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-tengah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Tengah">Jawa Tengah</a> pesisir utara pada umumnya. Beliau terhitung  salah seorang ulama, guru besar agama yang telah mengajar serta menyiarkan agama islam di daerah Kudus dan sekitarnya.</p>
<p>Terkenal dengan keahliannya dalam ilmu agama. Terutama dalam ilmu agama Tauhid, Usul, Hadits, Sastra Mantiq dan lebih-lebih didalam Ilmu Fiqih. Oleh sebab itu, digelari dengan sebutan sebagai Waliyyul ‘Ilmi. Beliau yang termasuk salah seorang pujangga yang berinisiatif mengarang <a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a>-cerita pendek yang berisi filsafat serta berjiwa agama. Diantara buah ciptaannya yang terkenal, ialah Gending Maskumambang dan Mijil.</p>
<p>Disamping bertindak sebagai guru islam, juga sebagai salah seorang yang kuat syariatnya. Sunan Kudus pun menjadi Senopati dari Kerajaan Islam di Demak. Bekas peninggalan beliau antara lain adalah Masjid Raya di Kudus, yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kudus. Oleh Karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang indah.</p>
<p>Mengenai perjuangan Sunan Kudus dalam menyebarkan agama islam tidak berbeda dengan para wali lainnya, yaitu senantiasa dipakai jaln kebijaksanaan, dengan siasat dan taktik yang demikian itu, rakyat dapat diajak memeluk agama islam.</p>
<p><strong>Sejarah <a href="http://bom2000.com/tag/sunan-muria" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Sunan Muria">Sunan Muria</a></strong></p>
<p>Raden Umar Syaid, atau Raden Said dikenal dengan sebutan Sunan Muria, adalah termasuk salah seorang dari kesembilan wali yang terkenal di <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a>. Nama kecilnya ialah Raden Prawoto. Beliau adalah putra dengan Sunan Kalijaga dengan Dewi Soejinah putri Sunan Ngudung. Jadi, kakak dari Sunan Kudus. Sunan Muria memperoleh seorang putra yang diberi nama Pangeran Santri, dan kemudian mendapat julukan Sunan Ngadilungu. Suan Muia yang terhitung salah seorang penyokong dari Kerajaan Bintoro. Beliau yang ikut mendirikan Masjid Demak. Beliau lebih suka menyendiri dan bertempat tinggal di desa, bergaul serta hidup di tengah-tengah rakyat jelata. Sunan Muria lebih suka mendidik rakyat jelata tentang agama islam di sepanjang lereng <a href="http://bom2000.com/tag/gunung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Gunung">Gunung</a> Muria yang terletak 18 km jauhnya sebelah utara Kota Kudus sekarang. Cara beliau menjalankan dakwah ke-islam-an, adalah dengan jalan mengadakan pelatihan terhadap kaum dagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliaulah kabarnya yang mempertahankan tetap berlangsungnya gamelan sebagai satu-satunya sebagai seni jawa yang sangat digemari rakyat serta dipergunakannya untuk memasukkan rasa ke-islaman ke dalam jiwa rakyat untuk mengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.<br />
Disamping itu, beliau adalah pencipta dari gending “Sinom dan Kinanti”. Kini beliau dikenal dengan sebutan Sunan Muria oleh karena beliau di Makamkan di atas Gunung Muria, termasuk dalam wilayah Kudus.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>legenda demak</li><li>asal usul kota kudus</li><li>legenda kota demak</li><li>cerita singkat legenda</li><li>nama putri arab</li><li>asal usul suatu daerah</li><li>legenda arab</li><li>cerita rakyat kuno</li><li>asal mula kota demak</li><li>cerita rakyat pati jawa tengah</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/sejarah-kota-kudus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Kota Banyuwangi</title>
		<link>http://bom2000.com/legenda-kota-banyuwangi.html</link>
		<comments>http://bom2000.com/legenda-kota-banyuwangi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 16:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bom2000</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Klungkung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Banterang]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bom2000.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://bom2000.com/forex"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 4px;" src="http://i52.tinypic.com/j5cf2d.jpg" alt="Legenda Kota Banyuwangi" width="271" height="175" /></a>Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi <a href="http://bom2000.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> yang adil dan bijaksana. <a href="http://bom2000.com/tag/raja" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raja">Raja</a> tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama <a href="http://bom2000.com/tag/raden-banterang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden Banterang">Raden Banterang</a>. Kegemaran <a href="http://bom2000.com/tag/raden-banterang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden Banterang">Raden Banterang</a> adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata <a href="http://bom2000.com/tag/raden-banterang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden Banterang">Raden Banterang</a> kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, <a href="http://bom2000.com/tag/raden-banterang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden Banterang">Raden Banterang</a> disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika <a href="http://bom2000.com/tag/raden-banterang" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Raden Banterang">Raden Banterang</a> berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.</p>
<p><span id="more-211"></span></p>
<p>“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.</p>
<p>“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan <a href="http://bom2000.com/tag/klungkung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Klungkung">Klungkung</a>”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja <a href="http://bom2000.com/tag/klungkung" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Klungkung">Klungkung</a> itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.</p>
<p>Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.</p>
<p>Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.</p>
<p>Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.</p>
<p>“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.</p>
<p>Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.</p>
<p>Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama <a href="http://bom2000.com/tag/kota-banyuwangi" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kota Banyuwangi">kota Banyuwangi</a>.</p>
<p>Sumber: e-smartschool.com yang diambil dari elexmedia</p>
</div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://bom2000.com/tag/cerita" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Cerita">cerita</a> <a href="http://bom2000.com/tag/legenda" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Legenda">legenda</a> banyuwangi</li><li>legenda di <a href="http://bom2000.com/tag/jawa-timur" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa Timur">jawa timur</a></li><li>raden banterang</li><li>Cerita Misteri legenda</li><li>legenda banyuwangi menggunakan bahasa jawa</li><li>legenda kota banyuwangi</li><li>cerita jaka bodo</li><li>legenda jaka bodo</li><li>makalah legenda banyuwangi</li><li>kota banyuwangi</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bom2000.com/legenda-kota-banyuwangi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

